Fixing XAMPP Localhost in Windows 7 Ultimate 64-bit

As a web developer, one tool that I need is local webserver. For easy setup, I choose XAMPP as the compact webserver software, because it already includes Apache (PHP Server) and MySQL Server. Based on my experience with previous OS before (Windows 7 32-bit), the problem I faced is that I couldn’t access localhost via http. What’s wrong? Because I didn’t know how that happened, I gave up with using https instead of http. For some reasons, this won’t be good to your work. But I didn’t have any other choices. But after some weeks, I didn’t know what happened and the problem was automatically fixed. I could access http://localhost again and continue to code with that address.

Several days ago, I decided to reinstall my laptop with Windows 7 64-bit, since my RAM is 4GB, which is not optimized for 32-bit operating system. Why? Because we know that 32-bit OS can only manage to approximately 3GB RAM (based on the address mapping). And another reason is the release of Ubuntu 10.04, so that I want to create a dual boot Windows 7 and Ubuntu 10.04 version 64-bit. For some reasons, I suggest that you also reinstall your OS within some periode of time.
Continue reading

Seleksi Mawapres 2010

Sebuah kewajiban yang mendadak datang pada saya

Ini mungkin sudah cerita basi, tapi karena baru sempat nulis post ini, jadinya ya baru bisa publish. Sebenarnya kemarin-kemarin saya lagi dirundung masalah sih, jadinya nggak mood nulis. Hehe. Sudahlah, yang penting sekarang sudah bisa nulis lagi.

Seleksi Mawapres 2010, atau singkatan dari Seleksi Mahasiswa Berprestasi 2010, adalah seleksi yang diadakan tahunan oleh pemerintah untuk mencari mahasiswa yang berprestasi tidak dari sisi akademik saja, tetapi juga sisi non-akademik. Ini definisi dari pedoman Mawapres resmi.

Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik akademik maupun non-akademik, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bersikap positif, serta berjiwa Pancasila.

Setiap Universitas berhak mengirimkan satu saja perwakilan mahasiswa untuk bersaing dengan mahasiswa lainnya. Untuk mencapai seleksi tingkat nasional, bagi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri bisa dengan mudah lolos, karena begitu menjadi perwakilan Universitas-nya, langsung bisa mengikuti seleksi tingkat nasional. Tapi bagi mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (baca: salah satunya adalah saya), harus melewati satu layer tambahan. Setelah seleksi di level Universitas, masih harus seleksi di level Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta), baru bisa masuk ke tahap nasional. Dan sayangnya, yang diambil dari tiap kopertis hanya 2 orang saja.

Ok, saya akan coba ceritakan dari sudut pandang dan pengalaman saya selama mengikuti seleksi ini (meski nggak sampe tahap nasional).
Continue reading