CodeIgniter 2.0 Telah Dirilis

Belum sempat nulis bukunya…

EllisLab ini memang company yang luar biasa, dengan orang-orang luar biasa di dalamnya. Para engineer dan code master yang sudah malang melintang di dunia Software Engineering mampu menciptakan sebuah framework PHP yang ringan dengan arsitektur luar biasa mudah dicerna. Per tanggal 29 Januari 2011 kemarin, EllisLab merilis secara resmi CodeIgniter versi 2.0.

Banyak perbedaan dari versi stabil sebelumnya, yaitu seri CodeIgniter 1.7 yang diakhiri dengan update di 1.7.3. Sebenarnya jauh hari sebelum rilis resminya, salah satu engineer-nya yaitu Phil Sturgeon sudah menyatakan bahwa CodeIgniter 2.0 yang sedang dalam tahap pengembangan di public repository-nya telah stable dan layak digunakan, meskipun belum dirilis secara resmi oleh EllisLab. Sejak saat itu pula saya sudah mencoba membuat aplikasi dengan CodeIgniter 2.0 tersebut.

Sejak versi 2 ini, karena keberadaan komunitasnya yang sudah sangat besar, EllisLab memutuskan untuk memisahkan pengembangan CodeIgniter menjadi 2 branch, yaitu Core dan Reactor. Dijelaskan oleh Engineer-nya, versi Core merupakan branch dengan perkembangan lambat yang menjadi basis kode untuk produk komersialnya seperti ExpressionEngine dan MojoMotor. Perkembangannya akan berada pada pace yang sama dengan versi sebelumnya, yang dimaksudkan agar bisa digunakan untuk aplikasi komersial dengan backward/forward compatibility yang tinggi.

Sedangkan branch kedua, yaitu Reactor, merupakan branch di mana komunitas dapat melakukan fork repository, kemudian memberikan kontribusi berupa perbaikan bug, penambahan fitur, dan dokumentasinya ke repository utama. Kontribusi tersebut tentunya akan di-review sebelumnya oleh Reactor Engineer. Perubahan pada Core akan selalu di-merge pada ke Reactor, dan EllisLab akan selalu terlibat dalam pengembangan Reactor. Intinya, “Reactor is the recommended version of CodeIgniter for use in the majority of day to day work”. Mulai saat ini, bila ada nama CodeIgniter disebut, itu berarti yang dimaksud adalah Reactor. Reactor = CodeIgniter.

Beberapa perbedaan yang cukup signifikan dijelaskan di pengumuman rilis resminya, antara lain:

  • Support for PHP 4 is gone, PHP 5.1 is now a requirement.
  • CSRF Protection built into the form helper
  • Drivers
  • Application Packages
  • Scaffolding, having been deprecated for a number of versions, has been removed.
  • Removed the deprecated Validation Class.
  • Plugins have been removed, in favor of Helpers.
  • Added routing overrides to the main index.php file, enabling the normal routing to be overridden on a per “index” file basis.
  • Added $route[‘404_override’] to allow 404 pages to be handled by controllers.
  • 50+ bugs fixed

Beberapa perkembangan dari Reactor antara lain:

  • Full query-string support
  • Automatic base_url detecion if left blank
  • New Cache driver with file system, APC and memcache support
  • Command line compatibility for easy cron jobs
  • 20+ tweaks and improvements

Perbedaan kecepatan update antara Core dan Reactor saja sudah terlihat saat saya nulis post ini. Di Core, changeset terakhir adalah penambahan tag 2.0, yang tercatat 39 jam yang lalu. Sedangkan di Reactor, sudah terdapat bug fixed berupa fixing typo di changeset terakhirnya, yang tercatat 14 jam yang lalu. Nah, sekarang Anda tinggal memilih mana versi yang sesuai untuk pengembangan aplikasi Anda.

Bagi yang telah membuat aplikasi dengan CodeIgniter 1.7, bisa mengikuti cara upgrade di post pada blog PhilSturgeon. Caranya cukup mudah dicerna kok, apalagi buat yang sudah bikin aplikasinya dari nol.

Untuk skripsi saya juga nantinya, rencananya saya akan menggunakan CI 2.0 ini, yang akan dikombinasikan dengan DataMapper dan Modular Extension. Tentunya dengan implementasi REST juga sebagai web service-nya. Saya juga sedang berusaha nyicil nulis buku CI 2.0 ini di tengah kesibukan yang merajalela. Semoga bisa cepet selesai dan hasilnya bagus. Amiin.

Asyik kok bikin aplikasi pakai CI ini. Learning path-nya nggak terlalu curam. Dari nggak bisa PHP pun bisa langsung terjun ke CI ini, seperti saya. Hehe… tentunya dengan bekal dasar bahasa pemrograman lain dan OOP yang kuat (saya basic-nya Java). Selain mudah dicerna, bisa bagi tugas dengan tim (karena MVC), komunitas yang mendukungnya juga luar biasa. Contohnya saat saya butuh satu fitur di DataMapper ORM, saya post di forum internasional dan issue di repositorynya, gak sampe seminggu sudah dibuatkan sama programmernya. Saya salut sekali.

Buat yang mau belajar CI, bisa join di milis CI user Indonesia. Ada banyak programmer CI di negara ini yang dengan senang hati berbagi ilmu di milis ini. Mau sharing-sharing sama saya juga saya ladeni kok selama lagi gak sibuk-sibuk amat. Sama-sama masih belajar. Hehe.. Selamat mencoba CI 2.0. 🙂

3 Comments

Leave a Comment.