Keberuntungan di Semester 7

Nasib baik yang entah kok muncul terus

Karena nggak semua bisa mendapatkan dadu 7

Kenapa “Luck” sering muncul sebagai salah satu atribut karakter dalam game RPG? Ternyata faktor luck juga penting loh. Tapi kalau sudah beberapa kali dapat luck, kok jadi takut ya andai yang berikutnya nggak dapat luck. Sereeem.

Waktu buka web sistem akademik kampus buat lihat nilai kemarin, sontak saya ngakak di depan laptop. Bagaimana bisa, kuliah yang bener-bener nggak niat di semester ini sebagian besar dapat nilai A. Di satu sisi sih jelas seneng (sapa sih gak seneng dapat nilai A). Tapi di satu sisi jadi gak enak sendiri, habis nyatanya emang bukan murni usaha sendiri.

Semester ini cuma ambil 6 mata kuliah dengan total 17 sks sih, tapi yang 2 mata kuliah itu PKL (Praktek Kerja Lapangan) sama Seminar Skripsi (bikin proposal skripsi). Otomatis yang ada tatap muka sama dosen cuma sisa 4 mata kuliah, yang 3 dari 4 itu sistemnya (terutama tugas akhir) berupa kerja kelompok.

Satu mata kuliah memang individu, tapi tetep aja nggak niat. Untungnya dengan keberuntungan saya, ternyata dapat nilai akhir di atas 90, yang otomatis nilainya A. Padahal mata kuliah ini sebagai jembatan ke sebuah sertifikasi, tapi pasti nantinya nggak lulus karena emang nggak niat. Whatever, saya nggak ngincer sertifikatnya kok.

Mata kuliah kedua ini kelompokan 3 orang. Karena saya yang paling bisa di mata kuliah ini, dan karena memang saya fokus di bidang ini, mau nggak mau ya banyak saya yang kerja di sini. Tapi ini dengan senang hati, toh emang jalan saya. Kalau saya sudah serius, nggak diragukan lagi pasti dapat nilai A. Meski ada beberapa tugas yang nggak saya kerjain karena males sih. Hehe…

Mata kuliah berikutnya, bener-bener bikin nggak mood. Meski nama mata kuliahnya mengasyikkan, dan topiknya (saya harapkan) mengasyikkan, ternyata di kelas sama sekali nggak asyik. Kebanyakan sih di kelas jadinya malah ngerjain kerjaan sendiri. Jadi kasihan sama dosennya. Karena dari awal kelompokan, dan dari awal saya nggak niat, sebagian besar tugas kelompokan dikerjakan sama temen. Saya? Di sini cuma sebagai benalu kebanyakan. Hehe. Tapi karena UAS memaksa untuk mengerjakan sesuatu, ya saya kerjakan aja, toh dengan memanfaatkan bidang saya. Jadinya kan nggak terlalu keluar effort lebih. Nah loh, ternyata nilai ujian akhir dapat 100, dan nilai akhir otomatis A. Wow, beruntung lagi.

Mata kuliah tatap muka terakhir, emang dari awal kelompokan. Kalau di mata kuliah ini, pembagian tugasnya agak jelas, karena dari awal Bu Dosen jelasin kalau ada bobot dari setiap pengerjaan. Sedikit banyak saya kerja sih, meski nggak total juga. Dan tugas akhirnya sebenernya recycle dari sebuah tulisan lama punya salah satu anggota kelompok. Alhasil, bisa dianggap nyantai banget ngerjain mata kuliah ini. Loh, ujung-ujungnya kok beruntung lagi dapat A. Alhamdulillah…

Untuk PKL, nggak seberuntung mata kuliah lainnya, karena saya cuma dapat AB (A- kalo di universitas lain). Lumayan lah, kalau dibobotkan jadi IP, dapatnya 3.70 untuk 3 sks ini. Tinggal seminar skripsi yang belum kelar karena di garis akhir kemarin saya memutuskan ganti judul. Padahal dulu saya seminar pertama sendiri, eh ternyata juga jadi penutup nantinya. Saya seminar 3 kali loh. Hehehe..

Intinya, di semester ini memang datar-datar aja dan nggak ada yang menantang. Jadinya saya bikin resolusi sendiri untuk 2011, siapa tahu bisa bikin lebih menantang.

Perlu banyak mengucapkan terima kasih juga pada pihak-pihak yang telah membantu nih. Donny Rachmat Triyanto untuk mata kuliah pertama, Mutiara Aisyah, Arlingga Agung Prasetyo, Setyo Anggoro Putro untuk mata kuliah ketiga dan keempat, serta Pak Dosen pembimbing untuk mata kuliah PKL dan seminar skripsi. Target berikutnya adalah selesaikan skripsi secepat-cepatnya. Semoga lulus dengan hasil memuaskan. Amiiin…

Saya cuma berharap, keberuntungan ini nggak berhenti di sini. Sapa tahu bisa mengulang kisah lama. Meski “strength” saya lemah, dan “dexterity” saya menurun, semoga “luck” juga nggak ikut-ikutan memburuk. Toh “intelligent” dan “charisma” masih berada di level atas. Hehe.. Tapi, keberuntungan ini sebenarnya adalah dari Allah Yang Maha Esa. Semoga saya lebih pandai mensyukuri semua nikmat yang telah diberikanNya ini. Amiiin…

17 Comments

  1. hehehe… jadi inget masa kuliah dulu juga… terkadang dapat keberuntungan dosen ngasih nilai A, tapi gpp.. itu justru jadi pemacu agar kita semakin giat belajar ke depannya

    Reply
  2. alhamdulillah, pastinya seneng banget ya Haqqi, bisa dpt nilai A 🙂
    sebaliknya dgn anak bungsu bunda, hasil semester ganjilnya sekarang ada satu nilai D……..
    yg artinya dia hrs bayar hutangnya utk semester genap besok…..
    dan, kerja keras tentunya…….
    salam

    Reply
    • seneng sih seneng bunda, tapi gak ada kepuasan, soalnya beberapa memang bukan “murni” usaha sendiri. beda sama semester-semester sebelumnya. maklum, sudah semester tua, semakin males kuliah. hehe..

      Reply
  3. Yippi… asiiikkkk…
    Alhamdulillah banget dapet keberuntungan ya Haqqi, tapi jagan2 dosennya naksir lagi sama dirimu?? ehhehe…

    sip, kudoain yang pasti, semua mata kuliah lulus, dan bisa lulus kuliah dgn nilai terbaik juga sesuai kemampuanmu… 🙂

    sukses.. 🙂

    Reply

Leave a Comment.