Yang Salah dengan Perayaan Tahun Baru

Selamat tahun baru 2011

Ups, tapi kalau dilihat dari judul post ini, sepertinya kok saya men-judge gitu aja ya. Nggak kok, saya kan sedang belajar bijak, jadi ini juga salah satu buah pemikiran nganggur saya. Apa salahnya di-share toh? Hehe…

Setiap ada suatu perayaan, saya pasti kepikiran. Sebenernya perayaan itu untuk apa sih? Hura-hura? Senang-senang? Kok dipikir cuma sesaat aja. Contohnya malam tahun baru ini. Kenapa kok mau repot-repot bikin acara, terus begadang sampe berganti hari. Padahal, setelah itu ya biasa aja.

What’s worth with it? Contohnya barusan nih. Karena diminta buat ngisi hiburan di perumahan, saya jadi ikutan begadang menyambut pergantian tahun ini. Karena ikutan, jadi tahu apa kegiatannya. Ada yang bakar-bakar jagung dan ikan, goreng ayam, siapin sound system buat hiburan, dan sebagainya. Merepotkan? Buat saya, secara general iya.

Apalagi, buang-buang duit untuk beli petasan dan kembang api, yang notabene cuma hiburan sesaat dan unrecycleable. Mestinya duit buat beli petasan itu bisa untuk membantu saudara-saudara kita yang kekurangan loh. Dan kalau mau, bisa dibuat beli iPad untuk saya. Kan lumayan tuh, daripada saya harus nabung sendiri. Hehe…

Ya, kalau dipikir dari satu sudut pandang itu saja, jelas perayaan tahun baru ini seperti sesuatu yang nggak diperlukan. Tapi saya coba lihat sisi lain.

Entah siapa dulu yang awalnya menentukan kalau tahun Masehi itu dimulai pada 1 Januari, tepatnya 2010 tahun yang lalu, tapi sebenarnya ini adalah salah satu momen untuk kehidupan manusia. Karena manusia nggak bisa seenaknya bikin momen yang bisa diikuti manusia lain tanpa undangan yang beribet, ini jadi salah satu sisi positifnya.

Meskipun sebenernya buang-buang duit, meskipun sebenernya buang-buang waktu, meskipun sebenernya lebih baik dibuat hal positif lain, tapi coba lihat ini. Dengan adanya momen perayaan tahun baru ini, bisa ada acara kumpul-kumpul yang disetujui semua orang. Silaturrahmi terjalin, yang mau acara sama temen, sama tetangga, sama sodara, jadi bisa temu kangen. Daripada setiap orang jadi egois dengan tidur di rumah sendiri, mending kumpul-kumpul dong, menjalin persaudaraan, menyenangkan orang lain dengan hiburan, dan sebagainya.

Apa pun itu, asal niatnya baik dengan eksekusi yang baik dan benar, pasti ada hikmahnya kok. Anyway, SELAMAT TAHUN BARU 2011…!!!

3 Comments

    • owh, gak bakar sate kok. tapi bakar jagung. bakar jagung juga gak mikirin ini, tapi ngelihatin yang bakar (lumayan cakep, tetangga baru).. wwkwk… Kepikirannya baru setelah kembang api meletus…

      Reply

Leave a Comment.