Ciri Orang Sukses: Bisa Meramal Masa Depan

Saya pasti jadi orang sukses…

Bola Kristal Peramal Masa Depan

Meramal masa depan? Sampai saat ini saya belum menemukan guru ramal, karena emang nggak nyari. Tapi, masa depan apa emang bisa diramal? Kalau ada yang bisa bikin ramalan yang 100% tepat, hidup gak akan seru lagi donk. Lagian, yang namanya ramalan bisa jadi sebuah paradox yang bias.

Misal, saya sudah bisa meramal, anggap saja 100% tepat. Jika ramalan saya menggambarkan 1 jam lagi: ketika saya jalan, saya kepleset kulit pisang, apa yang bisa saya lakukan? Kalau dari satu sisi, saya tahu itu akan terjadi, maka saya bakal berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya. Loh, kalau saya berhasil menghindari, berarti ramalan saya malah gak tepat donk? Kan tadi katanya 100% bakal jatuh kesandung batu. Itu baru kesandung batu. Kalau ramalan saya lebih buruk?

Halah, buat saya, daripada meramal, mending mencetak masa depan. Orang sukses itu adalah orang yang bisa mengetahui, apa yang harus dilakukannya besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, bahkan sampai 30 tahun ke depan. Ingat, bukan mengetahui apa yang akan terjadi, tapi mengetahui apa yang harus dilakukan agar sesuatu yang diinginkan itu terjadi.

Ya jelas lah, pertama-tama harus nentuin tujuannya. Gimana bisa mencetak masa depan kalau gak tahu pingin jadi apa. Contohnya? Simpel. Misal, saya mau tahun depan jadi manager di PT A. Saya mau lima tahun lagi sudah jadi ayah 2 orang anak yang sholeh. Saya mau 10 tahun lagi bisa santai duduk-duduk sambil baca majalah di gazebo rumah sendiri di senin pagi. Itu sudah merupakan bayangan masa depan loh. Daripada jadi orang yang nggak tahu besok pinginnya ngapain.

Setelah nentuin tujuan, pastinya ada rencana untuk menggapai tujuan itu. Kalau kepingin jadi pemilik sekolah swasta terfavorit, berarti harus ada rencana untuk mempelajari seputar bisnis pendidikan. Kalau kepingin jadi CEO bank dunia 4 tahun lagi, berarti harus belajar ekonomi sekuat tenaga dalam waktu 4 tahun kurang. Kalau kepingin jadi artis top yang gak cuma nge-boom awal-awal aja, berarti harus bisa menampilkan talent-nya sebaik-baiknya.

Alangkah baiknya kalau semua tujuan dan rencana itu tertulis di atas kertas. Sering saya ikutan seminar motivasi dan leadership seperti itu. Sering juga para trainer itu mengatakan bahwa “dream should be written”. Tulis semuanya, jabarkan sedetail-detailnya, ceritakan kepada orang-orang terdekat, dan yakinkan dalam hati. Ini sama seperti doa pada umumnya. Tentunya dibarengi dengan ikhtiar, berusaha sekuat tenaga untuk mencapainya.

Susah untuk mendetailkan apa yang ingin dilakukan 5 tahun ke depan? 3 tahun ke depan? Atau 1 tahun ke depan? Ya latihan dulu aja dari yang sederhana. Bikin rencana untuk besok mau melakukan apa aja. Jam 8 kuliah. Jam 11 online cari tutorial. Jam 2 siang ngerjain tugas. Jam 4 main sama temen. Jam 7 nonton TV sama keluarga. Jabarkan sedetail-detailnya. Seluruh janji, dengan orang lain terutama, harus diingat dan ditepati. Sekarang kan udah banyak HP yang support aplikasi agenda. Dengan demikian, setidaknya Anda sudah mencetak masa depan 1 hari Anda. Nggak akan bingung-bingung lagi dengan ramalan-saya-besok-ngapain.

Nggak seru donk kalau semua sudah direncanakan dari awal? Siapa bilang. Kan itu rencana ya rencana manusia. Akhirnya pun tetep Tuhan yang menentukan. Ketika jalan sesuai rencana, ya Alhamdulillah. Ketika nggak sesuai rencana, di situ baru muncul tantangannya, untuk tetap mempertahankan tujuan, atau mengalihkan ke tujuan yang lain. Intinya tetep, yaitu harus punya tujuan. Itu aja, daripada ngglambyar gak jelas.

Ya. Kesimpulannya, orang sukses bukanlah yang bisa meramal masa depan, tapi orang yang bisa dan berani untuk mencetak masa depannya sendiri, dengan rencana-rencana yang matang.

Disclaimer: Di paragraf awal saya bukan bermaksud mengkritik profesi peramal. Saya kan nggak tahu aslinya dunia peramalan itu bagaimana, jadi saya nulis dengan sudut pandang saya saja. CMIIW. Yang penting bukan tentang ramalan kok yang mau saya bahas. Hehe…

2 Comments

Leave a Comment.