Tentang Skripsi Itu..

Perjuangan belum berakhir bung..

Menjelang saat-saat terakhir

Barusan pulang konsultasi akhir skripsi saya di MOG, ditemani hujan yang ternyata bisa bikin basah (nyesel gak bawa jas hujan). Meskipun terpaan tweet “DO” dari Maulidi terus menerpa, ternyata masih lebih kuat tekanan tidak langsung dari dosen pembimbing saya yang sangat perhatian. Gimana mau nggak nyicil kerjaan kalau setiap seminggu sekali harus lapor progress, dan kalau nggak nongol di kantornya pasti di-sms, YM, bahkan telepon.

Kalau diruntut dari awal persetujuan proposal atau pengetikan kode program pertama, itu saya lakukan sejak bulan Desember 2010. Lama banget ya? Sangat. Tapi sebenarnya waktu sebanyak itu juga sangat nggak efektif sekali, karena bukan untuk skripsi saja. Saya masih mengambil beberapa mata kuliah yang memang sengaja saya ambil telat. Saya masih harus menulis artikel demi sesuap nasi dan se-truck berlian. Saya juga terlibat di berbagai kegiatan lainnya.

Hari-hari saya lalui dengan malas-malasan dan progress seadanya. Saya lebih banyak mengerjakan yang lain dan asyik dengan kegiatan komunitas dan organisasi daripada mengerjakan skripsi. Entah kenapa saya jadi sama sekali nggak memperhatikan deadline yang ada.

Padahal, topik skripsi yang saya ambil ini cenderung rumit dan nggak biasa dikerjakan seorang saja, apalagi mahasiswa. Saya terlalu besar kepala memang waktu di awal. Harusnya topik saya ini bisa dibagi ke 2-4 mahasiswa dan dijadikan satu kesatuan, biar hasilnya juga maksimal. Efek males-repot-kerja-skripsi melanda saya, apalagi kalau mesti mempelajari banyak hal secara langsung. Mending ngerjakan yang lain aja.

Tapi karena suatu hal, mau nggak mau saya ngebut skripsi ini. Bermula dari sebuah isu tentang dosen pembimbing, sampai dengan deadline dadakan yang muncul tanpa sumber informasi tertulis yang jelas. Sekitar 1-2 minggu yang lalu, saya bertekad untuk fokus ngerjain skripsi. Tinggalkan kamar tidur yang penuh godaan untuk bermalas-malasan di kasur, saya migrasi ke ruang tamu. Sejak saat itu lah saya mengakuisisi ruang tamu menjadi ruang kerja saya. :p

Buka NetBeans, MySQL WorkBench, Mozilla Firefox, dan juga mengaktifkan localhost, jadi keseharian saya di kamar. Ajakan main saya tolak dengan halus. Yah, meski akhirnya kadang tetep aja lebih milih main sama temen. Ngeband juga masih terus jalan. Hehe..

Tapi gimana-gimana kalau sudah fokus itu, pekerjaan jadi cepat selesai. Yang dipikirkan benar-benar menyelesaikan secepat-cepatnya. Bahkan pekerjaan lain pun jadi tertinggal. Efeknya sih, sedikit stress sampai kaki rasanya gatel pingin tendang-tendang jendela. Waktu pun jadi tersita hanya untuk skripsi semata. Jangankan berkarya, ngerjain kewajiban rutin aja sampai kelewat. Beberapa tugas mata kuliah lain nggak saya kumpulkan. Gitar jadi jarang saya pegang sampai nggak stem lagi.

Kerja keras memang memunculkan kepuasan hati tersendiri. Alhamdulillah, hari ini sudah selesai draft akhir laporan skripsi saya, yang dikoreksi oleh dosen pembimbing hanya sekedar penggantian istilah saja. Tidak ada revisi besar ataupun pengubahan struktur laporan. Bisa gilak nanti. 😐

Tapi semua belum selesai di sini. Selasa ini InsyaAllah akan prasidang skripsi. Setelah itu baru akan menghadapi sidang tahap akhir. Setelah itu juga mesti nyelesaikan mata kuliah lain yang belum UAS. Baru setelah itu bisa free se-free-nya. Semoga setelah free nanti niat saya untuk berkarya masih sebesar waktu repot dengan skripsi. Jujur loh, saya selalu berpikiran, coba kalau waktu saya yang untuk skripsi ini dibuat untuk menggarap sebuah karya inovasi, pasti jadi bagus. Eh tapi nyatanya, setiap ada waktu luang, yang ada malah malas-malasan.. Yah, perlu diperbaiki lah kebiasan ini. Semoga esok selalu lebih baik dari hari ini. Amiiin. 😀

Gambar diambil dari : http://3.bp.blogspot.com/_E6hj-wG5BNo/TKf7zOB78wI/AAAAAAAAAZI/GhVc_hoZqXg/s1600/final+exam.jpg

2 Comments

Leave a Comment.