Eksperimen : Squids in the Forest

Mendadak koki…

Lagi enak-enaknya nggarap kerjaan sendirian di rumah, tiba-tiba ada bunyi seseorang mengklonteng-klonteng pager. Sepertinya saya kenal tampangnya, tapi lupa namanya.Ya sudahlah. Orang itu ngasih sekresek dan bilang bahwa itu titipan buat nyokap. Yak, titipan yang cukup berat itu isinya cumi gedhe-gedhe. Saya bingung itu dari mana, tapi karena titipan, ya saya terima aja.

Nyokap pulang ke rumah, terus bilang kalau itu nitip teman yang lagi ke sendang biru. Ooooh, makanya kok banyak. Batin saya, siap-siap 5 hari makan cumi nih. Eh, belum selesai mbatin, bokap udah siap-siap eksperimen masak pertama, cumi goreng saos. Enak dan gurih sih.
Continue reading

Kotak Dialog dengan ColorBox

Repost dari artikel saya di PC Mild 04/2011

jQuery merupakan salah satu library javascript yang banyak digunakan saat ini. Karena kemudahan penggunaan dan kemampuannya yang powerful, serta modularity-nya yang mudah dikembangkan, banyak plugin diciptakan di atasnya. Salah satunya adalah plugin buatan Jack Moore yang dapat memudahkan pembuatan kotak dialog.

Dalam aplikasi web, kotak dialog memiliki banyak fungsi, antara lain adalah untuk menampilkan slideshow, perbesaran gambar, sampai dengan dialog konfirmasi. Pembuatan dari nol sebenarnya cukup mudah, seperti tutorial yang ada di PC Mild edisi 25/2010 lalu. Namun ada kalanya pemakaian plugin atau library yang telah jadi dapat mempersingkat waktu pembuatan. Salah satu plugin yang dapat digunakan adalah ColorBox.
Continue reading

Java Design Pattern – Factory

Repost dari artikel saya di PC Mild 04/2011

Munculnya OOP (Object Oriented Programming) memberi banyak kemungkinan solusi untuk masalah-masalah pemrograman. Dalam masalah-masalah tersebut, ternyata ditemukan juga suatu pola penyelesaian yang bisa secara baku namun fleksibel digunakan dalam masalah lain yang serupa. Pola tersebut biasa disebut dengan “Design Pattern”.

Seperti yang telah dijelaskan pada edisi sebelumnya, dalam ilmu Software Engineering, design pattern adalah suatu pola solusi umum yang digunakan pada masalah-masalah yang sering muncul pada desain software (sumber: Wikipedia.org). Tetapi design pattern bukanlah solusi akhir dari suatu masalah yang spesifik. Design pattern hanyalah pola bagaimana menyelesaikan suatu masalah yang bisa digunakan dalam berbagai situasi.

Setelah penulis membahas design pattern Singleton di edisi sebelumnya, kali ini akan dijelaskan salah satu design pattern lain yang cukup sering dipakai di dunia software engineering, yaitu Factory Pattern.
Continue reading

Pengenalan ReGex PHP

Repost dari artikel saya di PC Mild 03/2011

Mendeteksi suatu pola dari sebuah string atau kumpulan karakter bisa dengan berbagai macam cara. Misalnya, untuk mencari apakah string “xyz” ada dalah string “abcdefgxyzabc”, cara paling sederhana adalah melakukan perulangan dari awal sampai akhir hingga mengeluarkan hasil apakah ditemukan atau tidak.

Namun cara tersebut cukup merepotkan ketika pola yang dicari cukup rumit. Misalkan saja untuk mendeteksi apakah sebuah string merupakan alamat email yang valid, maka harus dilakukan beberapa perulangan. Perulangan pertama untuk mencari karakter “@”, yang hanya boleh ada satu saja. Kemudian perulangan berikutnya adalah mencari apakah ada titik paling kanan setelah karakter “@” tersebut yang diapit oleh karakter di depan dan di belakangnya.
Continue reading

Java Design Pattern – Singleton

Repost dari artikel saya di PC Mild 03/2011

Munculnya OOP (Object Oriented Programming) memberi banyak kemungkinan solusi untuk masalah-masalah pemrograman. Dalam masalah-masalah tersebut, ternyata ditemukan juga suatu pola penyelesaian yang bisa secara baku namun fleksibel digunakan dalam masalah lain yang serupa. Pola tersebut biasa disebut dengan “Design Pattern”.

Dalam ilmu Software Engineering, design pattern adalah suatu pola solusi umum yang digunakan pada masalah-masalah yang sering muncul pada desain software (sumber: Wikipedia.org). Tetapi design pattern bukanlah solusi akhir dari suatu masalah yang spesifik. Design pattern hanyalah pola bagaimana menyelesaikan suatu masalah yang bisa digunakan dalam berbagai situasi.

Design pattern pertama kali diperkenalkan oleh Erich Gamma, Richard Helm, Ralph Johnson, dan John Vlissides yang dikenal dengan “Gang of four”. Mereka mendapati di dalam kode program mereka, terdapat suatu pola yang sering muncul.
Continue reading

Ma Chung Story – Part 2 – Masa Orientasi

Terombang-ambing dalam perubahan

Prolog

Cerita ini melanjutkan bagian cerita sebelumnya, setelah saya masuk ke Universitas Ma Chung tercinta. Rasanya seperti terjadi begitu saja, yang kemarin sepertinya masih masa SMA, tiba-tiba sudah bertemu teman baru di sebuah universitas baru pula. Adaptasi besar-besaran perlu dilakukan.

Memang, salah satu alasan saya memilih sesuatu yang baru ini adalah untuk mencari teman-teman yang benar-benar baru pula. Saya sempat berpikir, kalau saya ikut teman-teman SMA saya yang lain, maka lingkungan saya nggak ada perubahan. Itu berarti saya akan sulit pula berubah. Sebab saya harus tetap menjadi diri saya yang sebelumnya, yang kuper dan punya teman itu-itu aja.
Continue reading

Perbedaan Manager dengan Leader

Sebuah rangkuman audio CD Leadership Revolution yang pertama

Be manager, or leader? Should be both of them.

Saya masih dalam pencarian jati diri tentang “belief” yang harus saya miliki. Setelah seminar kemarin, semangat saya untuk berkembang meningkat lagi. Salah satunya pagi ini langsung lanjut dengerin audio CD bonus seminar Tung Desem Waringin lagi. Meski saya kurang terlalu suka dengan “marketing berlebihan” di seminarnya, toh isi audio CD-nya setidaknya bermanfaat.

CD audio Leadership Revolution ini, seri pertama judulnya “Perbedaan Manager dengan Leader”. Saya juga kultwit sepanjang saya mendengarkan CD ini. Bukan berarti saya memberikan motivasi karena saya yang terbaik, saya juga manusia yang membutuhkan motivasi. Tapi saya belajar bahwa dengan memotivasi orang lain, maka diri sendiri akan termotivasi juga. Lebih enak termotivasi rame-rame kan? Hehe…
Continue reading

One Day Motivation Training by Krishnamurti

Sebuah investasi lagi untuk sukses jiwa dan raga

Sukses itu adalah tidur nyenyak di malam hari – Krishnamurti Words

Sepenggal kalimat di atas adalah salah satu contoh definisi sukses yang unik dari Pak Krishnamurti ini. Bisa benar, bisa salah. Sebab bagaimanapun sukses itu tergantung definisi masing-masing orang. Saya pun mempunyai definisi sukses saya sendiri.

Bersama Krishnamurti, salah satu role model dari sekian banyak role model saya

Untuk menuju sukses tersebut, tentunya harus ada perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan. Seperti hukum alkimia di komik Full Metal Alchemist, buat yang pernah baca pasti tahu — untuk menghasilkan sesuatu, harus ada pengorbanan. Bisa sih tanpa pengorbanan, tapi harus pakai batu bijak. Hmm, tiba-tiba kepikiran nih. Gimana kalo sukses dengan menghabisi salah satu konglomerat untuk dijadikan batu bijak ya? Haha..
Continue reading

Ma Chung Story – Part 1 – Dari Siswa Jadi Mahasiswa

Langkah awal sebuah perubahan

Prolog

Masa transisi setelah kelulusan dan wisuda bisa dibilang masa-masa galau buat sarjana baru. Saya pun demikian. Bingung antara keinginan langsung buka usaha, melanjutkan studi, atau ikut-ikutan cari kerja seperti kebanyakan teman-teman lainnya. Sebenarnya, sedikit banyak sih saya sudah merancang roadmap hidup saya ke depan. Tapi sebelum cerita tentang itu, saya lagi pingin nulis tentang cerita saya selama 4 tahun ini di Universitas Ma Chung Malang.

Post ini bukan untuk menyombongkan diri, bukan juga untuk ajak eksistensi. Sekali lagi, saya hanya ingin berbagi cerita.

Ehm, sebenernya saya pingin menceritakan sebagian dari rentetan post ini waktu wisuda, kalau-kalau saya diminta membawakan sambutan perwakilan mahasiswa. Tapi ternyata bukan jatah saya, ya sudah. Hehe…
Continue reading

Muhammad Fauzil Haqqi, S.Kom.

A New Beginning

7 Juli 2011. Di ulang tahun kampus saya yang ke-4 ini, secara resmi seuntai tali yang ada di topi wisuda saya, dipindah dari kiri ke kanan oleh Rektor. Yap, kata orang sih, kalau nggak wisuda ntar gelarnya kurang mabrur. Meski wisuda di kampus saya ini bisa dibilang tergolong cukup mahal, Alhamdulillah saya masih punya rejeki untuk bayar sebagian pakai uang saya sendiri.

Bersama keluarga, tapi kurang dua..

Alhamdulillah, 30 Juni 2011 kemarin secara resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung mengadakan yudisium untuk mahasiswanya. Saya termasuk dalam 63 mahasiswa yang teryudisium dengan predikat “dengan pujian”, anggap saja sama seperti Cum Laude di kampus lain lah. Dengan itu, secara resmi saya juga menyandang gelar S.Kom. di nama saya ini, yang awalnya panjang jadi tambah panjang.
Continue reading