Perjalanan Sail Belitung – Part 4

Pengalaman pertama jadi pemateri pemuda se-Indonesia

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2 | Part 3

Saya ingatkan lagi, di sana saya bukan peserta, tapi jadi pemateri. Jarang-jarang orang semuda saya bisa jadi pemateri, dan jujur saya nervous banget. Karena saya nervous, ditambah lagi suasana antar dua kubu panitia yang gak enak, plus dua kubu peserta juga yang rasanya gak enak (gara-gara tahu pas ngobrol bareng panitia sih), saya jadi tambah males keluar. Padahal, salah satu tujuan saya adalah nyari network se-Indonesia tuh. Apa boleh buat, mood mengalahkan saya.

Cover salah satu materi presentasi saya

Sebelumnya, setelah ngobrol dengan Pak Budi dari Kemenpora dan Pak Harun dari panitia AL-nya, saya dijadwalkan mengisi 3 materi. Jujur, waktu itu saya belum siap secara lengkap materinya. Saya berencana bikin pas di kapal. Eh tapi, karena nggak ada internet, materi yang saya buat adalah sebisa saya dengan sumber yang terbatas.

3 materi saya masing-masing judulnya: 1) Pemuda Berkarakter; 2) Presentasi Efektif; dan 3) Menjadi Pemimpin Bijak. Masing-masing saya kemas dengan semenarik mungkin. Materi pertama adalah titipan Pak Imam tentang karakter pemuda, karena saya adalah alumni program kepemudaan yang dulu dilaksanakan Pak Imam Gunawan ini. Sedangkan materi kedua adalah karena saya sedang ingin berbagi cara berpresentasi efektif. Materi ketiga, kebetulan kepikiran karena saat itu saya sedang menamatkan buku karya Dale Carniege tentang kepemimpinan.

Sayangnya, karena jadwal panitia yang “serba tentatif”, saya sendiri gak tahu kapan akan membawakan materi tersebut. Waktu itu sudah di Pulau Bangka, dan saya masih belum dapat kejelasan. Akhirnya setelah sekian lama, saya dikabari bahwa “malamnya” saya diminta bawain materi. Okelah, karena materi juga sudah selesai disiapkan dadakan di kapal, saya oke saja.

Nah, karena kuantitas sepertinya waktu yang saya miliki bakal terbatas, maksudnya adalah mungkin saya gak dapat waktu lagi menyampaikan materi kedua ataupun ketiga, saya putuskan sejak awal untuk menggabung materi pertama dan kedua dalam satu sesi.

Jam 8 malam (kurang), tepat setelah waktu makan malam. Saya dibantu oleh Mas Agung bukan widodo dan Mas Nawan dari Kemenpora untuk menyiapkan presentasi saya. Seingat saya, saya hanya pakai 1 proyektor dan layar saja, karena satunya agak error.

Bagaimana perasaan saya waktu itu? Sumpah grogi. Sebab di hadapan saya adalah para pemuda kritis dari seluruh Indonesia, bukan sekedar adik angkatan ataupun teman-teman blogger biasa. Inilah kesalahan saya, bahwa saya lebih memikirkan kemungkinan buruk daripada memaksimalkan potensi saya. Saya lebih mengkhawatirkan bahwa peserta bertanya tentang politik dan sebagainya.

Aksi panggung saya

Bener, sumpah saya heran dengan para mahasiswa, omongannya bukan tentang bahari atau sisi positifnya. Kebanyakan hanya bisa mengkritik saja. Ya, nggak semua sih, tapi yang tukang kritik biasanya yang paling vokal. Dan itu terjadi di berbagai presentasi sebelumnya.

Materi yang saya bawakan pertama adalah tentang Pemuda Berkarakter, karena ini amanah dari Pak Imam. Tapi karena saya sendiri kurang sreg tentang materi ini, saya percepat untuk dapat lanjut ke materi kedua. Sumpah grogi waktu bawain materi kepemudaan ini, karena saya tahu di kalangan peserta ada banyak aktivis kepemudaan yang ikut berbagai organisasi kepemudaan jauh lebih lama dari saya. Sementara saya? Sama sekali gak bergabung ke organisasi kepemudaan di kota saya karena suatu prinsip.

Masuk ke materi kedua, barulah semangat saya keluar. Pas kebetulan paginya ada berita Steve Jobs meninggal, materi yang saya bawakan juga ada yang tentang bagaimana presentasi efektif Steve Jobs. Saya rancang materi saya sesuai tips yang saya pelajari dari Steve Jobs. Saya juga menyampaikan sebagaimana saya memberikan saran tentang presentasi. Dan saya menikmati saat-saat itu.

Setelah sesi itu, saya siap untuk menerima pertanyaan. Tapi karena masalah waktu, cuma ada 2 pertanyaan yang bisa diakomodir. Usut punya usut belakangan, ternyata memang sesi saya dipotong secara sepihak! Kok bisa tahu? Saya akan jelaskan berbagai skandal di post bagian terakhir nanti.

Alhamdulillah, overall saya bisa menyelesaikan materi saya. Meskipun, saya kurang puas dengan performance saya yang pada saat itu muncul groginya, bukannya allout. Tapi itu berarti masih ada sisa 1 materi dari saya. Sayangnya, karena suatu skandal juga, saya batal untuk mempresentasikannya.

Nah, materi presentasi saya bisa dilihat dan didownload di bawah sini, tapi tentu saja minus file video-nya: Pemuda Berkarakter | Presentasi Efektif | Menjadi Pemimpin Bijak

12 Comments

    • iya, agak amburadul emang.. jadwal acara aja gak ada, dengan alasan “semua hal bisa berubah dalam hitungan detik di laut”.. padahal emang gak ada rundown.. ckck..

      Reply
  1. memang ketua blogger ngalam yang masih muda dan menjadi harapan bangsa
    maaf saya lancang tidak mengenal anda..mohon dimaafkan =))

    menjawab komentar di blog
    itu memang photoblog..jelas yg diposting cuma foto..demikian :p

    Reply
    • wah, berarti salah pengertian aku.. sehabis presentasi itu, besoknya setiap ketemu peserta, terutama cewek, kerasa ada aura yang berbeda.. aku pikir aura yang gak suka sama performance-ku sebelumnya.. hehe.. negative thinking ternyata.. wkwk..

      Reply

Leave a Comment.