Tak Tega Mengekang Mereka

Sedikit empati untuk hewan-hewan yang terkurung

Di Hari Ibu ini, justru bukan post tentang Ibu yang saya publish. Post ini, sebenarnya juga bukan dipublish karena Hari Ibu itu sendiri. Post ini, hanya sekedar uneg-uneg saya terkait saudara kita yang bernama binatang. Ide post ini, terlintas saat melihat sebuah burung yang ada dalam sebuah sangkar kecil, yang di jual di pinggir jalan.

Mereka harusnya bisa terbang tinggi ke angkasa

Sejujurnya, saya ingin sekali memelihara seekor binatang. Kelinci, kucing, hamster, atau yang lainnya. Pernah dulu pelihara seekor kura-kura kecil, nggak beberapa hari lamanya sudah mati. Sempat dibuatkan kandang kelinci berisi beberapa ekor, mati karena kehujanan. Sepertinya saya tidak jodoh untuk memelihara binatang. Hehe…

Sekian lama tidak memelihara seekor binatang apa pun, membuat saya berpikir lain. Entah kenapa saya merasa kasihan pada binatang yang berada dalam sangkar atau kandang, yang semata-mata ada di sana hanya karena keegoisan seorang manusia.

Coba bayangkan Anda jadi seekor burung yang berada dalam sangkar kecil berukuran 30cm x 30cm dengan tinggi hanya 50cm, sementara Anda punya potensi untuk terbang tinggi. Bayangkan Anda ada di sana. Seberapa lama kah Anda bisa bertahan untuk tidak bosan dan berharap keluar secepatnya?

Mereka harusnya bisa berlarian di alam terbuka

Ngelihat kelinci yang ada di kandang yang hanya berukuran 10 kali besar tubuhnya, saya juga merasa miris. Apa yang bisa dilakukan dalam area sekecil itu? Jalan sedikit, sudah dinding kandang. Apa dunia hanya sebatas kandang? Tentu semakin membosankan bila tidak ada teman dalam satu kandang. Apa nggak kesepian tuh?

Lebih parah lagi ketika menyaksikan seekor monyet dipelihara dalam kandang yang mungkin tidak sampai sebesar toilet rumah Anda. Hanya kandang sebesar 1m x 1m x 2m saja. Ya, monyet yang dikatakan kecerdasannya paling mendekati manusia, ada dalam kandang tertutup. Dengan potensinya yang sebesar itu, dia hanya memanjat dari bagian dinding kandang satu ke dinding lain. Buat apa???

Saya yakin binatang juga diciptakan dengan perasaan. Saya berempati terhadap hal tersebut. Saya coba bayangkan diri saya jadi seperti mereka, terkurung dalam kandang kecil. Tidak, saya tidak mau.

Mereka harusnya bebas, hidup sesuai kodratnya di alam. Masih mending hukum alam yang kuat memakan yang lemah, daripada harus terkurung dalam sangkar. Apakah ini terjadi karena manusia terlalu kuat oleh akal dan keegoisannya?

Mereka harusnya bebas

Saya cukup suka dengan acara TV Kabel seperti Animal Planet atau sejenisnya, yang mendokumentasikan kehidupan hewan-hewan di alam liarnya. Harusnya mereka seperti itu, bebas.

Saya juga salut pada penggiat-penggiat kebebasan binatang seperti Pro Fauna dan WWF. Saya ingin terlibat di sana, sayangnya sekarang masih belum bisa.

Itulah kenapa saya sampai sekarang gak tega untuk memelihara hewan dalam sangkar lagi. Pingin banget sih punya kelinci, hamster, burung, dan sejenisnya. Tapi tidak bila mereka harus hidup dalam ruang kecil itu. Suatu saat, saya ingin membuat sebuah taman raksasa, yang mana hewan-hewan bisa berkeliaran sesuka mereka, dan saya bisa ikut bahagia dengan itu.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah membebaskan kekangan mereka?

4 Comments

  1. dari dulu suka memelihara ayam, halaman rumah di Palembang yang luas rasanya sangat leluasa buat mereka… Sempat memelihara anak monyet yang saya beli di pasar burung karena kasihan. Tapi umurnya hidupnya tidak bertahan lama karena bagaimanapun si anak monyet butuh induknya.. Sekarang sama sekali tidak tertarik memelihara apapun lagi, karena pemikiran saya sama… Kalau saya punya potensi untuk terbang tinggi sementara saya terkurung dalam sebuah kandang yang tidak memungkinkan saya untuk terbang, saya juga tidak akan mau…

    Reply
  2. saya plihara ayam. telurnya diceplok dan didadar, anakannya tak jual.
    saya juga plihara burung.. buat klangenan..
    saya juga plihara ikan di akuarium dan sebuah pot kecil yang berisi ikan ikan kecil.
    plihara hewan dalam sangkar its ok. asal dipenuhi hak haknya.. kasih makan dan air.
    yang salah itu, pelihara hewan tapi ga diurus, apalagi sampe kurang makan.. berdosa 🙂
    *dolan pasar manuk splindid ah…

    Reply
    • pelihara ayam untuk kebutuhan hidup kita? saya sepakat.
      klanengan itu apa ya?
      ikan di akuarium sedikit kurang sepakat. meski saya punya kolam, tapi ada rasa tetap untuk memikirkan gimana seandainya ikan ini hidup bebas di sungai atau laut ya…
      emang hak hewan cuma makan dan air? kebebasan untuk berkeliaran itu bukan hak mereka?
      woh, bener tuh, jelas kalo pelihara tapi gak diurus itu bikin emosi!!

      Reply

Leave a Comment.