Tentang Responsibility

Sedikit refleksi untuk semuanya

Hidup ini bisa dibilang cukup panjang, bisa dibilang sangat singkat. Yang pasti, hidup ini hanya sekali. Dan setiap kehidupan, terbagi menjadi masa-masa tertentu. Setiap masa hidup itu, kita sebagai manusia memiliki responsibility (tanggung jawab) yang berbeda-beda. Bisa jadi, semakin tua maka semakin berat pula responsibility yang kita miliki.

Post ini terinspirasi dari seminar AMA Malang kemarin, dengan pembicara Dr. Mochtar Riady, salah satu konglomerat Indonesia yang berasal dari Kota Malang. Saya akan sedikit melakukan refleksi tentang tanggung jawab kehidupan. Meskipun mungkin saya sama sekali belum menempuh setengah masa kehidupan saya, setidaknya saya bisa berpikir untuk masa depan.

Sejak lahir, kita sudah mempunyai tanggung jawab. Tertawa ketika senang, menangis ketika membutuhkan bantuan, sebagai bayi kita punya tanggung jawab untuk mengingatkan orang tua kita, untuk menyenangkan hati orang tua kita. Beranjak menjadi anak kecil, kita punya kewajiban untuk lebih berbakti kepada orang tua. Belajar berjalan, berbicara, membaca, menulis, menjadi tanggung jawab sebagai manusia.

Memasuki masa sekolah kita punya tanggung jawab tambahan sebagai murid. Murid yang harus mengerjakan segala tugas, murid yang harus mematuhi perintah guru, murid yang harus terus belajar. Kepercayaan orang tua yang sedang menanamkan investasi terbesarnya, menjadi tanggung jawab terberat sebagai anak.

Ketika adik lahir, tanggung jawab bertambah. Sebagaimana seorang kakak yang baik, tentu saja harus menjaga dan merawat sang adik. Mengalah, berbagi, mengajari, menjadi hal penting dalam mengemban tanggung jawab tersebut.

Ketika semakin banyak mengenal orang baru, kita mempunyai tanggung jawab tambahan untuk mengingatnya, setidaknya nama orang tersebut. Berusaha menyenangkan banyak orang memang juga tidak mudah, tapi itulah tanggung jawab sosial sebagai manusia. Semua harus melakukannya, untuk hubungan sosial yang lebih baik.

Semakin dewasa, tanggung jawab yang diemban justru semakin banyak. Sebagai pemegang jabatan suatu organisasi, tentu job description yang ada menjadi tanggung jawab tambahan. Punya teman baru, bertanggung jawab untuk tidak melupakan teman lama. Ikut berbagai kegiatan, tentu saja tanggung jawab bertambah.

Belum lagi saat sudah menikah, punya pasangan, dan punya anak. Orang tua juga bertambah banyak. Tentu saja, tanggung jawab semakin banyak lagi. Bagi yang sudah menyadari dirinya adalah bagian dari suatu kota, propinsi, negara, dan dunia, punya tanggung jawab publik yang sama rata di masyarakat. Menyelamatkan lingkungan adalah salah satunya.

Namun, semua masa hidup memiliki durasi yang sama, yaitu 24 jam. Bagaimana kita semua bisa tetap kuat bertahan mengemban tanggung jawab yang terus bertambah? Entahlah. Setiap orang tentu punya strategi yang berbeda dalam mengemban tanggung jawab masing-masing. Bagaimana dengan Anda?

Leave a Comment.