Menghargai, Menikmati, dan Mensyukuri Masa Kini

Untukmu yang saat ini masih ragu

Post ini awalnya mau saya beri judul “Menghapus Masa Lalu”. Gambarnya pun awalnya akan saya tampilkan sebuah spion, yang menggambarkan pandangan ke belakang (masa lalu). Tapi setelah menulis beberapa ratus kata, akhirnya saya putuskan untuk menggantinya dengan kata-kata yang positif, dan gambar yang menenangkan hati.

Tidak ada manusia yang nggak punya masa lalu, kecuali orang-orang yang punya penyakit keterbatasan ingatan yang akan melupakan apa yang telah dilakukannya sesaat dia selesai melakukannya. Masa lalu, akan selalu ada. Sekuat apa pun kita berusaha melupakannya, akan tetap ada. Dan semakin kita berusaha untuk mengabaikannya, dia akan semakin ada.

Saya pun juga demikian. Setidaknya, pernah beberapa kali saya depresi berat akibat penyesalan masa kini akibat tidak mampunya saya mengubah masa lalu. Dan lebih parahnya, saat itu saya sendirian. Belum jamannya saya punya gadget untuk Internetan dan bergalau ria, belum jamannya saya punya teman-teman dan sahabat seperti sekarang ini, belum jamannya saya punya belahan hati seperti saat ini.

Sayangnya, bukan itu yang ingin saya bahas di post ini.

Tapi apa pun itu, I have survived. Saya berhasil mengalahkan keterikatan saya dengan masa lalu. Bukan, bukan dengan cara menghilangkannya. Bukan dengan cara mencuci otak atau melakukan terapi psikologi. Bukan itu. Saya hanya menemukan resep sederhana dari sebuah perenungan yang cukup dalam.

Yang saya lakukan sebenarnya hanyalah, dengan cara menghargai masa kini yang saya jalani.

Memang butuh waktu untuk itu, tapi akhirnya saya bisa lepas sepenuhnya. Lepas dari setinggi apa pun harapan yang pernah saya miliki terhadap masa lalu tersebut, lepas dari kekecewaan akan kesalahan saya sendiri, dan lepas dari belenggu-belenggu yang bahkan masa lalu itu pun mungkin tidak menghiraukannya. Seakan-akan, saya memiliki dunia baru yang bagi saya jauh lebih menarik, seburuk apa pun kondisinya.

Saya telah sadari gak ada gunanya bersedih, gak ada gunanya memikirkan hal yang membuat perasaan negatif muncul, gak ada gunanya meraung-raung menangis mengharapkan masa lalu bisa berubah. Dan sebuah pertanyaan pun tercetus di pikiran saya, buat apa menghabiskan waktu untuk sesuatu yang gak ada gunanya?

Karena apa pun itu, masa lalu adalah sesuatu yang ditakdirkan untuk dilewati agar kita bisa berada di masa sekarang, untuk mempersiapkan apa yang akan terjadi di masa depan. Anggap saja, masa lalu itu adalah sebuah jalan hitam-putih untuk bisa sampai ke masa sekarang yang lebih berwarna, yang pastinya merupakan masa terbaik yang telah direncanakan oleh Tuhan.

Ya, alangkah lebih baiknya kita berusaha untuk menghargai, menikmati, dan mensyukuri masa kini kita, ketimbang berusaha untuk menghapus dan menyesali masa lalu yang menusuk hati. Namun, tetap jangan lupakan harapan kita untuk masa depan, dengan apa yang ada di masa sekarang. Dan saya yakin, kamu pun pasti bisa melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik. Samo.

4 Comments

  1. Nice artikel bro.., intinya “Masa lalu itu adalah history, Saat ini adalah Present (hadiah), dan masa depan adalah mistery”. So jalani aja hari ini sebaik-baiknya.

    Btw, kalo Bang Jonru Ginting dengan komunitas BMG-nya (Belajar Menulis Gratis) mau ngajak kerja sama dengan bloggerngalam untuk Kopdar tentang menulis, prosedurnya seperti apa?

    Sorry, terpaksa ngasih comment + nanya sesuatu yang lain dari artikel.

    Reply

Leave a Comment.