Focus!

Bukan karena hyperactive, tapi memang kurang bisa mengatur diri…

Eh, ada kegiatan A. Ikutan yuk?
Eh, ada komunitas baru. Join yuk?
Eh, itu ada kompetisi. Berminat?

Dimulai sekitar 3 sampai 5 tahun yang lalu, kalimat-kalimat di atas membawa saya ke sebuah dunia yang berbeda dari dunia saya sebelumnya. Dari saya yang penuh waktu luang, hingga bisa nge-game sampai pagi, baca komik sepuasnya, dan sebagainya, menjadi manusia penuh kegiatan dan komunitas. Oke, memang saya bisa berkembang dan mengubah saya menjadi lebih baik. Saya pun merasa nyaman, karena saya bisa bereksplorasi sepuas saya.

Tapi seiring dengan semakin banyaknya kegiatan itu, saya kelabakan sendiri. Singkat kata, hingga akhirnya saya semacam memiliki 10 prioritas dalam satu waktu. Padahal, orang yang memiliki banyak prioritas itu sebenarnya adalah orang yang tidak bisa mengatur prioritasnya sendiri. Seperti tertampar sendiri saat saya ikut seminar AMA Malang kemarin.

Mau nggak mau, harus mengatur prioritas lagi. Kuncinya kali ini adalah F.O.C.U.S. Ya, karena sedemikian banyak hal yang jadi tanggung jawab saya, akhirnya saya sendiri tidak bisa fokus. Memang sih pengalaman yang saya dapatkan jauh lebih banyak dari yang lainnya, tetapi hampir semuanya nggak bisa jalan maksimal.

Seperti teori sederhana berikut ini. Semakin banyak target yang ditetapkan dalam satu waktu, maka semakin kecil pula peluang untuk meraihnya. Bila kita mempunyai 1-3 goal, maka peluang kita berhasil adalah 1-3 goal tersebut. Bila kita mempunyai 4-10 goal, maka peluang kita berhasil justru menurun jadi 0-2. Bila goal kita bertambah lagi menjadi 11-30, maka justru peluangnya menurun jadi nol sama sekali. Itu, teori yang dibawakan pembicara seminar sih. Tapi menurut saya memang benar adanya.

Ya, itu berarti kali ini saya harus focus. Saya harus mengatur prioritas untuk menyempatkan atau tidak menyempatkan suatu urusan. Saya yang dulu mengambil peran di hampir semua bagian, kali ini harus diatur seseimbang mungkin. Salah satu yang sudah saya lakukan adalah non-aktif dari beberapa komunitas, mengatur strategi tim Mimi Creative dengan berbagi tugas, membentuk tim BisaKomputer yang semi-independen, dan sebagainya.

Memang, belum bisa sepenuhnya maksimal. Tetap harus lebih memfokuskan diri. Tapi setidaknya sekarang saya sudah memegang salah satu kuncinya. Yuk, FOCUS!

6 Comments

Leave a Comment.