Youth Talk – Undangan dari AIESEC Malang

AIESEC, sudah lama saya pingin ikutan, sejak dulu waktu masih kuliah. Tapi apa daya, berkat kesibukan, akhirnya saya gak pernah ikutan organisasi tersebut. Padahal, organisasi itu untuk para mahasiswa, dan sekarang saya sudah cukup umur (baca: udzur). Nah, kebetulan sabtu kemarin Blogger Ngalam dapat undangan untuk hadri di acara AIESEC Malang, yang berjudul Youth Talk. Karena saya tertarik, dan biasanya gak ada anak Globber yang available kalo gak hari minggu, ya dengan senang hati saya datang.

Ternyata acara ini dilakukan rutin 3 bulan sekali, dengan topik yang berbeda. Acara kali ini, kebetulan topiknya adalah AIDS/HIV. Sebenarnya, ini topik yang lumayan membosankan bagi saya, soalnya dari jaman SMP dulu sudah sering ikut penyuluhannya. Tapi yang menarik di sini adalah, ternyata nara sumbernya bukan yang benar-benar ahli luar biasa gitu, tapi sesama Youth, yang memiliki kompetensi untuk sharing di acara tersebut.

Acara dibuka dengan akustikan, sayang yang nyanyi cowok *eh*. Setelah itu langsung masuk materi pertama, yaitu penjelasan tentang AIDS/HIV. Materi dibawakan oleh TEGAZS, singkatan dari Tim Penanggulangan Penyalahgunaan Napza & HIV AIDS, Universitas Brawijaya. Yang saya kagumi dari organisasi non-profit seperti ini adalah, semangat dari para anggotanya untuk menjalankannya. Sama seperti komunitas Blogger Ngalam, bahwa organisas bukan berjalan atas profit/uang, tapi atas semangat.

Oiya, acara kali ini diadakan di Cafe Ria Djenaka lantai 2. Satu ruangan di-booking untuk acara, dan memang pesertanya banyak. Sebagian besar peserta memang cewek, bisa dihitung peserta cowoknya. Tapi gila, emang penuh nih satu ruangan. Sayangnya dua handphone saya baterainya habis sama sekali, dan laptop saya yang saya pakai nulis posting ini di acara juga sudah sekarat, gara-gara semalem gak di-charge.

Ikut acara ini, saya jadi inget waktu dulu FGD 2012 di gedung IDC 3D, undangan @internetsehat, ada sebuah gerakan bernama Indonesia AIDS Coalition, yang bergerak di bidang permasalah sosial yang dihadapi oleh penderita AIDS. Mereka memanfaatkan social media, lengkap dengan blog, untuk mengedukasi masyarakat bahwa “virusnya yang harus dibenci, bukan penderitanya”. Berawal dari kisah anaknya yang ditolak untuk masuk sebuah sekolah, terdiskriminasi karena sebagai ODHA. Padahal, tidak perlu ditakuti bila memang pergaulan secara pada umumnya saja.

Di sesi akhir, ternyata ada sharing atau perkenalan komunitas. Lha baterai laptop saya terlanjur abis, sebenernya bawa slide perkenalan Blogger Ngalam buat ditampilkan foto-foto keren kita, eh tapi gak bisa. Ya sudah, saya nggacor aja di depan, dan ada beberapa orang yang tertarik jadi anggota. Entah apakah mereka bener-bener niat sampai daftar milis atau gak, itu terserah mereka. 😀

Nah, dari acara ini, bisa diambil beberapa pelajaran. Pertama, jiwa pemuda seperti AIESEC ini perlu dilestarikan untuk masa depan bangsa. Generasi yang mau bergerak bukan karena uang, tapi karena rasa kepedulian. Kedua, bahwa sebuah organisasi harus memiliki visi. Seperti AIESEC ini, yang memiliki visi untuk youth. Dan kegiatan-kegiatan mereka memang berkaitan dengan youth. Ketiga, bahwa sepertinya Blogger Ngalam perlu merekrut anggota-anggota baru yang punya semangat seperti mereka, biar isinya gak cuma wong-wong lawas saja. Hahaha…

2 Comments

  1. thank you for coming and thank you for sharing the stories 😀
    semangat mas untuk memberikan dampak positif buat masyarakat sekitar :))

    Reply
  2. pengen join d AIESEC tp bagai mana cara nya mas, saya lokasi kuliah d malang, kalo bisa bantu hubungi saya 081939444483 trimakasih atas semua nya lebih” kalo bsa hubungi da membantu saya untuk gabngan d AIESEC

    Reply

Leave a Comment.