Senyuman Sang Malam

Hening malam mencapai puncaknya.
Detak jam pun terdengar kerasnya.
Angin malam mungkin tak terasa.
Tapi dinginnya merasuk raga.

Keajaiban dunia adalah nyata.
Ketika muram berubah senyuman.
Namun suara hati terdengar resah.
Meski raut muka tak mencerminkannya.

Selangkah demi selangkah rasa.
Aku bagikan untuk tawa dunia.
Walau sedikit yang rasakannya.
Cukup sudah jiwa ini tenang.

Tapi, siapakah aku di hadapanNya?

Pelajaran dari 500 Rupiah

Beberapa belas tahun lalu, ada seorang anak, yang mungkin masih kelas 1 SD. Masa di mana uang saku yang diberikan orang tuanya hanya 100 rupiah sehari. Tanpa dia tau berapa uang saku teman-teman lainnya, dia tetap menikmatinya. Bahkan, masih sempat berbagi dengan teman yang malah tidak punya uang saku untuk sekolah. Ya, orang tuanya selalu mengajarkannya untuk berbagi. Kepada yang kurang mampu tentunya, bukan kepada yang sok tidak mampu.

Hari demi hari berjalan, hingga tanpa sadar dia punya uang sejumlah 500 rupiah. Jumlah yang sama dengan tabungan 5 harinya dia, apabila berjuang penuh menahan diri untuk tidak menjajakan uang sakunya. Memang bukan jumlah yang besar, namun sudah cukup untuk meraih kebahagiaan sejenak. Ingin sekali dia menjajakan sesuatu yang tidak biasanya dia bisa beli.

Continue reading