Ya, Saya Introvert

Berdasarkan tes kepribadian yang saya ambil di website MyPersonality.info, tertulis dengan sangat jelas bahwa saya adalah seorang INTJ. Hasil tes terakhir, saya 58% lebih ke arah introvert (42% extrovert). Ini masih lebih kecil daripada dulu waktu saya awal kuliah, seingat saya sekitar 70-80% level introvertnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah gambar menarik di sebuah grup Facebook untuk orang INTJ (yang menurut riset termasuk golongan orang terlangka di bumi). Gambar itu adalah gambar yang Anda lihat di bawah ini.

intj

Dari gambar tersebut, sebagian besar memang sesuai dengan kepribadian saya. Dan mungkin, cocok untuk sebagian besar manusia introvert. Di post ini saya mau coba cerita sedikit tentang gambar tersebut.

No, i’m not shy. No, i’m not stuck up. No, i’m not antisocial.

Yap, orang introvert belum tentu orang yang pemalu. Kami pun pendiam bukan berarti kami anti-sosial.

I’m just listening. I’m just observing.

That’s true! Tidak jarang dalam sebuah forum atau event, saya lebih banyak diam, hingga disangka orang lain saya tidak nyaman di tempat itu, atau bahkan ada yang bilang saya orang yang sombong.

Itu tidak benar. Kami orang-orang introvert lebih suka memperbanyak frekuensi mendengar daripada frekuensi berbicara. Kami suka mengamati keadaan sekitar, mempelajari apa yang terjadi. Tidak heran INTJ memiliki temperamen NT (intellectual), karena kami suka observing!

I can’t stand small talk… But i’ll talk about life for hours.

Salah satu kelemahan kami adalah kami tidak mahir basa-basi. Ya, karena kami simply tidak suka melakukannya. Kami tidak suka terlibat dalam obrolan tidak penting yang tidak bermanfaat. Jadi teringat saat betapa saya tidak nyaman berada di kumpulan orang extrovert yang sedang berbicara bagaimana senangnya dia ketika mati listrik dan pulang kerja lebih awal. Dengan bangganya.

Tapi, pernah duduk bersama saya dalam forum kecil? Bila topiknya tepat, maka saya akan banyak bicara tentang prinsip hidup, pengalaman, tujuan hidup, dan hal-hal bermanfaat lainnya –yang cenderung membosankan bagi orang pada umumnya– dengan penuh semangat. Dan saya sangat suka mendengar orang lain bercerita tentang pengalaman dan pelajaran hidupnya. Menarik!

I’d rather be home with a close friend or 2 than among a big crowd of acquaintences.

Di sisi saya, ini ada benarnya, ada pula tidaknya. Overall sih, ya. Saya lebih suka berkumpul dengan orang-orang yang sudah saya kenal dan mengenal saya, alih-alih berkumpul dengan orang-orang lain golongan.

Tapi ada saatnya, saya suka berkumpul dan bertemu dengan orang-orang baru dalam sebuah forum yang lebih besar. Tentu ini karena ada suatu tujuan. Entah tujuan bisnis, nambah jejaring, nambah teman, atau cari inceran jodoh.

Sifat ini sepertinya baru muncul seiring saya belajar jadi pengusaha, yang mana mau tidak mau menuntut saya untuk harus bertemu berbagai macam orang baru. Dan entah kenapa saya bisa menikmati proses ini.

Don’t scold me in public. Don’t embarass me in public.

Ini benar sekali. Mungkin salah satu alasan bahwa golongan kami ini jarang tampil di depan adalah kami tidak suka dihukum ataupun dipermalukan di depan publik. Kami lebih memilih hidup tenang tanpa ada orang lain ikut campur urusan kami. Daripada maju ke depan lalu salah sedikit dan kemudian ditertawakan segelintir orang, lebih baik di belakang tapi kami memiliki ide brilian di kepala.

Saya pun demikian. Pernah saya merasa down sekali, ketika dipermalukan di depan teman-teman yang lain. Langsung ciut rasanya kepala ini. Tapi, seiring dengan perjalanan hidup, anehnya kok sekarang saya jadi malu-maluin ya. Hahaha.

Respect that i’m reserved

Saya tidak terlalu paham kalimat ini. Tapi kalau diterjemahkan biasa, mungkin artinya “hormati apa yang saya miliki”.

Yap, kami sangat bangga dengan apa yang melekat di kami, hobi-hobi kami, cara pandang kami. Jangan sekali-kali mengejek, menyindir, atau mempermainkan apapun yang kami miliki. Hati kami lembut, dan mudah robek dengan kata-kata menyakitkan Anda.

And if I open myself up to you, know that means you’re very special to me.

Kami orangnya tertutup. Tapi bukan berarti kami selamanya tertutup. Apabila kami membuka diri ke seseorang, itu berarti orang tersebut berarti khusus bagi kami. Kami jarang mengumbar kelebihan dan kelemahan kami.

Apabila kami menceritakan kelebihan kami, bukan berarti kami menyombongkan diri di depan seseorang tersebut. Justru orang tersebutlah yang kami anggap spesial untuk kami berbagi kebahagiaan.

Apabila kami menceritakan kelemahan kami, bukan berarti kami ingin dikasihani atau butuh sandaran. Justru kami ingin ada orang yang mengerti dan mungkin bisa memberikan solusi di luar kotak pemikiran kami yang mungkin hanya kami yang bisa mengertinya.

Apakah Anda merasa sesama Introvert? Ataukah Anda punya teman/kerabat yang sekiranya tergolong Introvert? Tapi manusia bisa berubah, kok. Jangan men-judge orang lain dari masa lalunya begitu saja. Bisa jadi dulu dia introvert, tapi karena lingkungan, mendadak dia jadi extrovert.

Setidaknya, post ini bisa menjelaskan kepada Anda, siapakah kami yang termasuk dalam golongan introvert ini, dari sudut pandang saya pribadi.

Eniwei, saya seorang introvert, tapi kok banyak menuliskan tentang diri saya di blog ini ya? Apa saya jadi tergolong orang yang extrovert? Atau, julukan khusus nih: extrovert digital! πŸ˜€

17 Comments

  1. Saya INFJ mas, beda di Thinking dan Feelingnya aja, selebihnya sama. Kalau sampean mengambil keputusan berdasarkan fakta, kalau saya mempertimbangkan perasaan orang lain dulu. Tapi dalam situasi tertentu saya juga kadang berubah jadi INTJ/ENFJ (kepribadian topeng). Hihihihi…

    Reply
  2. menarik sekali artikel artikel nya, waktu saya hadir di sebuah acara yang pematerinya mas haqqi, saya gak nyangka kalo mas haqqi ini introvert cause bawaanya asiikk…hehehe,
    pertanyaan saya simpel mas, apa ciri ciri orang introvert?, saya lagi belajar utk tidak judging dlm waktu singkat. terima kasih. πŸ˜€

    Reply
    • Wah, pernah datang waktu saya jadi pemateri? Acara yang mana tuh?

      Emang saya ini introvert kok. Kalau di panggung kan, tuntutannya beda lagi. Hehehe. Introvert bukan berarti pendiam, kan. Kalau ciri-ciri orang introvert, bisa di-googling sendiri deh. Ada banyak tesnya kok. πŸ˜€

      Reply
  3. yang acara young ceo mas,.
    setelah saya baca tulisan ini, saya jadi sadar banyak teman saya yg introvert yg waktu kumpul secara g langsung saya memaksa mereka untuk terbuka, sekarang saya ngerti si b itu intro, si c itu extro,.harus dihargai sifatnya,.hhehehehehe

    kapan ngisi acara lagi di mlg mas?

    Reply
  4. Saya juga introvet, entah knapa ya setiap saya baca artikel/cerita tentang seorang introvet isinya pasti hampir-hampir sma. Ya, sebenarnya kita tdk seperti yg orang lihat pada umumnya, pendiam, pemalu, cuek,dll. Dulu saya berfikir knapa ya saya kok begini? tidak seperti teman-teman yg lain, yg ceria, mudah bergaul, lebih diterima. sedang saya? seiring waktu saya banyak membaca, belajar dan memahami diri sendiri. saya juga mulai menulis apa yg saya pikirkan. tentang diri saya yg memang sedikit berbeda.
    Dan inilah saya, saya introvet.

    Reply
  5. saya introvert, dan sampai sekarang tersiksa,
    awalnya ga masalah sendiria atau ngurung diri dikamar,
    ntah kenapa semakin kesini semakin ga nyaman jd introvert
    udah usaha berubah tp ga bsa, buka mulut buat ngomong sama orang laen berasa susah banget, dan basa basi hal yang haram buat saya.
    ada yang punya saran mungkin buat bantu saya?

    tambahan: buat owner kayanya org2 introvert bakalan jd extrovert di dunia maya. iya ga sih?

    Reply
  6. Saya introvert dan juga pemalu. Dan itu sangat menyusahkan. Apalagi ketika disuruh public speaking, langsung lemes. Entah mengapa, ada perasaan gak percaya terhadap kemampuan diri sendiri,, dan saya kadang sampai menangis karna takut prasangka orang lain terhadap saya setelah bicara di depan umum, secara itu brrti saya menjadi pusat perhatian. Untuk itu, saya selalu berfikir apakah orang seperti saya bisa sukses dan mampu dianggap di lingkungan masyarakat. Adakah solusi untuk instropeksi saya?

    Reply
  7. yap bener banget saya juga seorang introverent. terkadang saya sedih karna saya sering dianggap aneh oleh teman dan keluarga saya sendiri. jadi introverent itu gak gampang!!

    Reply
  8. Kita tidak aneh!kita hanya berbeda dari yg lain. Knp juga kita aneh? Itu kan cuman omongan para kaum extrovert! Mereka menang karena mereka bersatu dan berisik, coba kita jg bersatu, bakal keliatan banget mereka tuh cuman ‘tong kosong nyaring bunyinya’

    Reply

Leave a Comment.