<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HQ&#039;s Serenity</title>
	<atom:link href="http://blog.haqqi.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.haqqi.net</link>
	<description>Personal Blog of Muhammad Fauzil Haqqi</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Apr 2012 07:34:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Miliki Sendiri, atau Berpartner?</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/04/miliki-sendiri-atau-berpartner/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/04/miliki-sendiri-atau-berpartner/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 07:33:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dreams]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Flashback]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Mimi Creative]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah pilihan, bukan suatu hal yang harus dipersulit. Sudah beberapa bulan ini saya menjalankan usaha kecil-kecilan di bawah nama Mimi Creative bersama tim yang saya bentuk. Dengan berbekal skill yang membuat kami cukup percaya diri, kami merancang timeline kecil-kecilan selama beberapa bulan ke depan. Dengan memanfaatkan sebuah ruang kecil di rumah saudara saya, kita melangkah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Sebuah pilihan, bukan suatu hal yang harus dipersulit.</b></span></p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/04/20120423-handshake.jpg" alt="" title="Handshake" width="400" height="267" class="aligncenter size-full wp-image-744" /></p>
<p>Sudah beberapa bulan ini saya menjalankan usaha kecil-kecilan di bawah nama <a href="http://mimicreative.net/" target="_blank">Mimi Creative</a> bersama tim yang saya bentuk. Dengan berbekal skill yang membuat kami cukup percaya diri, kami merancang timeline kecil-kecilan selama beberapa bulan ke depan. Dengan memanfaatkan sebuah ruang kecil di rumah saudara saya, kita melangkah dan berhasil bertahan setidaknya selama 3-4 bulanan, dengan nyaman.</p>
<p>Ya, nyaman. Karena kita hidup di situasi yang kita inginkan. Berkreasi sembari mendapatkan pemasukan yang lebih dari cukup, mengembangkan secara perlahan-lahan, serta bersenang-senang bersama. Di benak kita, ini adalah roadmap yang sudah cukup stabil untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan. Sedikit demi sedikit, kita mengumpulkan bekal.<br />
<span id="more-743"></span><br />
Namun ternyata jalan yang ditempuh cukup berbeda dari perkiraan.</p>
<p>Singkatnya, sekitar akhir Maret kemarin, kami mendapat sebuah tawaran peluang kerjasama yang dirasa cukup menarik. Namun tawaran tersebut memerlukan sebuah pengorbanan. Kami harus meninggalkan Kota tercinta kami, Malang, menuju medan perang yang kami tidak kuasai. Yogyakarta.</p>
<p>Jelas, di Yogyakarta ini nama Mimi Creative nggak ada apa-apanya. Nama saya pribadi pun jelas tidak dikenal oleh siapapun, bahkan oleh komunitas-komunitas lokal. Di sini saya pribadi kembali menyadari betapa kecilnya saya. Dan bila di-<i>flashback</i> secara benar-benar, tentu saja perjalanan Mimi Creative yang berasal dari Malang, kalau terus-terusan di Malang, saya sadari nggak akan bisa besar dengan cepat.</p>
<p>Mimi Creative benar milik kami sendiri, dengan pembagian saham yang sudah kami sepakati bersama. Namun ikatan kami bukan sekedar perjanjian bisnis saja, namun lebih kepada kesatuan sebuah super team. Kami percaya, bahwa kami bisa. Untuk itulah kami beranikan diri bersama-sama satu tim menuju Yogyakarta, dengan tetap sebagai tim.</p>
<p>Beberapa hari di Jogja ini, kami mendapatkan berbagai macam pencerahan. Mulai dari bisnis, kehidupan, hingga bersentuhan dengan aras politik. Benar bahwa kami belum sepenuh hati di sini, melihat kejelasannya yang belum tertulis secara rinci. Kami seperti terombang-ambing mengamati medan perang kami. Antara idealisme masing-masing dengan visi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.</p>
<p>Tapi di balik itu, ternyata di Jogja ini kami lebih banyak berkumpul dengan orang-orang besar. Dengan berkumpul bersama orang-orang besar, tentu kami mendapatkan peluang yang jelas besar. Ya, saya bilang ini masih peluang, karena kunci utamanya tetap pada usaha kami bersama. Tapi ini benar-benar peluang yang tidak bisa atau mungkin sulit sekali didapatkan bila kami masih bergerak di Malang saja.</p>
<p>Namanya juga bisnis, keuntungan dan kerugiannya apa?</p>
<p>Kalau memiliki usaha sendiri, jelas keuntungan perusahaan akan masuk ke kantong sendiri. Kita jadi punya rasa memiliki yang kuat, dan kebanggaan yang tinggi seiring dengan perkembangan perusahaan. Namun, jalannya jelas nggak akan mulus. Akan ada banyak tembok penghalang, seperti kekurangan dana, keterbatasan resource, kurangnya pengalaman, dan sebagainya. Jelas, ini adalah sebuah langkah yang cukup berat. Apalagi dengan zona nyaman yang sudah terbentuk.</p>
<p>Tapi dengan berpartner, tentu akan berbeda. Bisa jadi ini akan menghasilkan lompatan yang luar biasa. Namun, kami harus mengesampingkan idealisme kami, untuk memiliki usaha milik sendiri, dengan menggantinya menjadi konsep partner. Berpartner dengan siapa? Tentu saja, dengan kemampuan kami, kami nggak mau berpartner dengan yang biasa-biasa saja. Dengan berkumpul bersama orang-orang besar di sini, kami punya peluang untuk memiliki partner yang besar pula.</p>
<p>Jalan ini jelas cukup menyimpang dari rencana awal kami. Kami juga perlu banyak berkorban dan bekerja keras. Kami harus keluar dari zona nyaman kami yang sudah tercipta sebelumnya di Malang. Bahkan, mungkin nama Mimi Creative nggak akan dipakai lagi. Tapi, kami tetap punya nama itu, dan akan kita pakai di Malang.</p>
<p>Sekali lagi, ini masih peluang. Bismillah semoga kesampaian. Amiiiin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/04/miliki-sendiri-atau-berpartner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghargai, Menikmati, dan Mensyukuri Masa Kini</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/04/menghargai-menikmati-dan-mensyukuri-masa-kini/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/04/menghargai-menikmati-dan-mensyukuri-masa-kini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 15:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dear]]></category>
		<category><![CDATA[Flashback]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Regret]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=739</guid>
		<description><![CDATA[Untukmu yang saat ini masih ragu Post ini awalnya mau saya beri judul &#8220;Menghapus Masa Lalu&#8221;. Gambarnya pun awalnya akan saya tampilkan sebuah spion, yang menggambarkan pandangan ke belakang (masa lalu). Tapi setelah menulis beberapa ratus kata, akhirnya saya putuskan untuk menggantinya dengan kata-kata yang positif, dan gambar yang menenangkan hati. Tidak ada manusia yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Untukmu yang saat ini masih ragu</b></span></p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/04/20120419-enjoytoday.jpg" alt="" title="20120419-enjoytoday" width="500" height="317" class="aligncenter size-full wp-image-740" /></p>
<p>Post ini awalnya mau saya beri judul &#8220;Menghapus Masa Lalu&#8221;. Gambarnya pun awalnya akan saya tampilkan sebuah spion, yang menggambarkan pandangan ke belakang (masa lalu). Tapi setelah menulis beberapa ratus kata, akhirnya saya putuskan untuk menggantinya dengan kata-kata yang positif, dan gambar yang menenangkan hati.</p>
<p>Tidak ada manusia yang nggak punya masa lalu, kecuali orang-orang yang punya penyakit keterbatasan ingatan yang akan melupakan apa yang telah dilakukannya sesaat dia selesai melakukannya. Masa lalu, akan selalu ada. Sekuat apa pun kita berusaha melupakannya, akan tetap ada. Dan semakin kita berusaha untuk mengabaikannya, dia akan semakin ada.<br />
<span id="more-739"></span><br />
Saya pun juga demikian. Setidaknya, pernah beberapa kali saya depresi berat akibat penyesalan masa kini akibat tidak mampunya saya mengubah masa lalu. Dan lebih parahnya, saat itu saya sendirian. Belum jamannya saya punya gadget untuk Internetan dan bergalau ria, belum jamannya saya punya teman-teman dan sahabat seperti sekarang ini, belum jamannya saya punya belahan hati seperti saat ini.</p>
<p>Sayangnya, bukan itu yang ingin saya bahas di post ini.</p>
<p>Tapi apa pun itu, I have survived. Saya berhasil mengalahkan keterikatan saya dengan masa lalu. Bukan, bukan dengan cara menghilangkannya. Bukan dengan cara mencuci otak atau melakukan terapi psikologi. Bukan itu. Saya hanya menemukan resep sederhana dari sebuah perenungan yang cukup dalam.</p>
<p>Yang saya lakukan sebenarnya hanyalah, dengan cara menghargai masa kini yang saya jalani.</p>
<p>Memang butuh waktu untuk itu, tapi akhirnya saya bisa lepas sepenuhnya. Lepas dari setinggi apa pun harapan yang pernah saya miliki terhadap masa lalu tersebut, lepas dari kekecewaan akan kesalahan saya sendiri, dan lepas dari belenggu-belenggu yang bahkan masa lalu itu pun mungkin tidak menghiraukannya. Seakan-akan, saya memiliki dunia baru yang bagi saya jauh lebih menarik, seburuk apa pun kondisinya.</p>
<p>Saya telah sadari gak ada gunanya bersedih, gak ada gunanya memikirkan hal yang membuat perasaan negatif muncul, gak ada gunanya meraung-raung menangis mengharapkan masa lalu bisa berubah. Dan sebuah pertanyaan pun tercetus di pikiran saya, buat apa menghabiskan waktu untuk sesuatu yang gak ada gunanya?</p>
<p>Karena apa pun itu, masa lalu adalah sesuatu yang ditakdirkan untuk dilewati agar kita bisa berada di masa sekarang, untuk mempersiapkan apa yang akan terjadi di masa depan. Anggap saja, masa lalu itu adalah sebuah jalan hitam-putih untuk bisa sampai ke masa sekarang yang lebih berwarna, yang pastinya merupakan masa terbaik yang telah direncanakan oleh Tuhan.</p>
<p>Ya, alangkah lebih baiknya kita berusaha untuk menghargai, menikmati, dan mensyukuri masa kini kita, ketimbang berusaha untuk menghapus dan menyesali masa lalu yang menusuk hati. Namun, tetap jangan lupakan harapan kita untuk masa depan, dengan apa yang ada di masa sekarang. Dan saya yakin, kamu pun pasti bisa melakukan hal yang sama, bahkan lebih baik. <span style="font-size: 0.6em;">Samo.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/04/menghargai-menikmati-dan-mensyukuri-masa-kini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Awal Kecil yang Gak Terasa Jadi Perjalanan Besar</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/04/sebuah-awal-kecil-yang-gak-terasa-jadi-perjalanan-besar/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/04/sebuah-awal-kecil-yang-gak-terasa-jadi-perjalanan-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Apr 2012 03:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Flashback]]></category>
		<category><![CDATA[Friend]]></category>
		<category><![CDATA[Mimi Creative]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Self-Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[Kumulai langkahi semua tanpa lelah &#8211; lirik lagu Pas Band Barusan buka-buka lagi arsip blog untuk sekedar mereview masa lalu saya. Ya, sekedar mengingat-ingat dan mencoba menerka, kok bisa saya kecemplung di tempat saya yang sekarang ini. Sungguh rahasia Illahi itu gak ada yang bisa menebaknya. Saya rasa ini diawali dari sebuah pemikiran saya tentang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Kumulai langkahi semua tanpa lelah &#8211; lirik lagu Pas Band</b></span></p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/04/20120414-one-step-ahead.jpg" alt="" title="One Step Ahead" width="400" height="265" class="aligncenter size-full wp-image-737" /></p>
<p>Barusan buka-buka lagi arsip blog untuk sekedar mereview masa lalu saya. Ya, sekedar mengingat-ingat dan mencoba menerka, kok bisa saya <em>kecemplung</em> di tempat saya yang sekarang ini. Sungguh rahasia Illahi itu gak ada yang bisa menebaknya.</p>
<p>Saya rasa ini diawali dari sebuah pemikiran saya tentang <a href="http://blog.haqqi.net/2010/11/mengapa-entrepreneur-bukan-freelancer/" target="_blank">mengapa harus jadi entrepreneur, bukan freelancer</a>. Pemikiran tersebut memang telah membawa saya hingga mampu membentuk tim baru <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">Mimi Creative</a> yang solid ini. Dengan visi, misi, dan <a href="http://blog.haqqi.net/2010/12/ciri-ciri-entrepreneur/" target="_blank">jiwa</a> untuk meraih masa depan yang berbeda dari jalur orang sebaya lainnya, kita bergerak.<br />
<span id="more-736"></span><br />
Dalam hal ini, entah kenapa ada perasaan <a href="http://blog.haqqi.net/2011/12/saya-yakin-meski-sedikit-takut/" target="_blank">yakin, meski sedikit takut</a>. Yakin karena saya tahu bahwa saya bersama-sama <a href="http://blog.haqqi.net/2012/01/entrepreneur-tim-yang-solid-merupakan-kunci-keberlanjutan/" target="_blank">orang yang tepat</a>, tapi sedikit takut bila membayangkan konsekuensi bila gagal nantinya. Untuk itu, tentu saya harus <a href="http://blog.haqqi.net/2011/12/menunda-kesenangan-untuk-kesenangan-yang-jauh-lebih-besar/" target="_blank">menunda kesenangan</a> saya terlebih dahulu untuk waktu dekat. Meski saya baru <a href="http://blog.haqqi.net/2011/07/muhammad-fauzil-haqqi-s-kom/" target="_blank">lulus</a>, saya sengaja gak memilih untuk <a href="http://blog.haqqi.net/2012/01/entrepreneur-lulus-kuliah-langsung-buka-usaha-bersiaplah-merasa-iri-dengan-yang-kerja/" target="_blank">bekerja pada perusahaan lain</a>.</p>
<p>Oke, saya sudahi basa-basinya. Intinya, saya nggak menyangka bahwa langkah yang dulu saya anggap sekedar langkah kecil biasa, untuk menjajal kemampuan saya yang terbatas ini, bisa jadi sebuah proses perjalanan yang cukup besar. Pikiran awal saya hanya bagaimana berubah dari kuadran <strong>E (Employee)</strong> dan <strong>SE (Self-employee)</strong>, yang sebelum lulus pun sudah saya jalani, menjadi kuadran <strong>B (Bussines-owner)</strong> atau malah <strong>I (Investor)</strong> di masa depan dengan berbagai macam usaha.</p>
<p>Keputusan saya untuk gak bekerja, kemudian mengumpulkan tim, untuk membuat sebuah badan usaha, dan menjajal menembus pasar secara konvensional, ternyata sekarang berubah halauan. Melalui sebuah akses besar, serasa seperti mimpi, <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">saya dan tim</a> terbawa bersama-sama menuju Yogyakarta ini, untuk menjadi besar melalui jalur yang lain.</p>
<p>Sebuah langkah yang gak pernah terpikir sebelumnya, dan melenceng dari rencana-rencana terstruktur yang saya buat. Sungguh, jalan Allah memang maha besar dan maha adil, serta penuh misteri.</p>
<p>Memang, untuk sampai ke sini jelas ada banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Mulai dari meninggalkan rencana terstruktur tersebut, meninggalkan keluarga, <a href="http://blog.haqqi.net/2012/03/diawali-dengan-bismillah/" target="_blank">orang tersayang</a>, teman, lingkungan, dan juga kenyamanan yang ada di Malang. Tapi kami semua di sini merasa ter-charge dan tertantang untuk melalui perjalanan ini.</p>
<p>Bertemu dengan berbagai orang besar yang ternyata ada di balik layar pergerakan bangsa, diajak untuk berpikir besar melebihi kapasitas normal kami, serta menantang diri untuk menjadi lebih baik, menjadi keseharian kami di sini. Yah, meski saya secara pribadi kurang sreg karena ini sedikit bersentuhan dengan aras politik, tapi gak bisa dipungkiri nantinya untuk menjadi benar-benar besar, harus bisa berpolitik. Tentu, sesuai prinsip saya, berarti saya harus berpolitik dengan cara yang baik dan benar.</p>
<p>Jujur kami masih meraba-raba apa yang harus kami lakukan. Tapi yang pasti, bila pun kami di sini gagal, kami tidak akan terlalu kehilangan banyak hal. Justru kami akan banyak belajar di sini, karena kami berdampingan dengan orang-orang besar. Sungguh lompatan yang gak disangka-sangka, untuk menjadi lebih besar. Jika dibayangkan dengan apa yang saya lakukan di masa lalu, jelas nggak ada apa-apanya. Ini adalah bekal besar bagi kami.</p>
<p>Kami juga nggak menyangka bahwa kami yang kecil dengan pemikiran belum matang ini telah mendapat pengakuan tak tertulis dari orang-orang besar tersebut. Bayangkan, mereka sampai rela datang sendiri ke tempat tinggal sementara kami yang masih belum jadi apa-apa ini, hanya untuk berdiskusi hal-hal besar bersama semalam suntuk. Bukan sekedar berdiskusi tepatnya, tapi memancing pemikiran-pemikiran kami untuk berpikir bahwa ada hal besar dibalik hal besar.</p>
<p>Saya tekankan bahwa kami tidak terjun secara langsung di dunia politik, tapi saya hanya membantunya menjadi lebih baik dengan kemampuan kami, yang tentunya ada di bidang teknologi informasi. Berbagai karya akan kami telurkan dari sini, dengan tidak melupakan bahwa kami juga akan membangun kota asal kami berdiri, Malang. Secara diam-diam, kami tetap melakukan sebuah pergerakan untuk bangsa sekaligus untuk orang-orang terdekat kami.</p>
<p>Satu hal yang saya harapkan adalah, bahwa sebesar apapun nanti saya jadinya, saya tidak akan melupakan bahwa saya pernah kecil, dan tidak melupakan seluruh orang-orang yang ada di sekitar saya yang telah menjadi bagian hidup saya, siapa pun itu. Semoga saya tidak lupa diri dan khilaf dengan kebesaran saya suatu saat nanti. Amiiiin.</p>
<p><span class="note" style="font-size: 0.8em;">sumber gambar: http://www.giovannilivera.com/wp-content/uploads/one-step-ahead.jpg</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/04/sebuah-awal-kecil-yang-gak-terasa-jadi-perjalanan-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komunikasi Sekarang Ini&#8230; Mau Telepon, SMS, Internetan, Semua Bisa dengan Satu Indosat Mobile!</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/04/komunikasi-sekarang-ini-mau-telepon-sms-internetan-semua-bisa-dengan-satu-indosat-mobile/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/04/komunikasi-sekarang-ini-mau-telepon-sms-internetan-semua-bisa-dengan-satu-indosat-mobile/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Apr 2012 06:09:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Simple Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Competition]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=730</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pemakai setia Indosat, dari SMS sampai bikin hotspot pakai HP&#8230; Hidup sekarang ini, nggak bisa lepas dari yang namanya gadget. Banyak sekali hal penting yang tentu memerlukan gadget dalam melakukannya. Apalagi orang &#8220;tekno&#8221; seperti saya, yang malah kadang disebut orang sebagai geek. Sampai-sampai istilahnya, di mana ada saya, di situ ada gadget setia saya. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><strong>Sebagai pemakai setia Indosat, dari SMS sampai bikin hotspot pakai HP&#8230;</strong></span></p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/04/20120412-indosatbanner.jpg" alt="" title="20120412-indosatbanner" width="500" height="163" class="aligncenter size-full wp-image-732" /></p>
<p>Hidup sekarang ini, nggak bisa lepas dari yang namanya gadget. Banyak sekali hal penting yang tentu memerlukan gadget dalam melakukannya. Apalagi orang &#8220;tekno&#8221; seperti saya, yang malah kadang disebut orang sebagai geek. Sampai-sampai istilahnya, di mana ada saya, di situ ada gadget setia saya. Ini terjadi nggak cuma buat saya aja loh, karena saya yakin yang lagi ngebaca tulisan saya di sini, termasuk dalam golongan orang-orang yang gak bisa lepas dari gadget. Ngaku hayooo!!! <img src='http://blog.haqqi.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Mari kita bicara lebih mendalam, tentang komunikasi menggunakan gadget tersebut. Nah, yang jadi masalah sekarang ini adalah, saking banyaknya jalur komunikasi yang bisa dipilih, dan semuanya harus sama-sama aktif, mau gak mau harus mengatur frekuensi pakai masing-masing jalur komunikasi tersebut. Yang dimaksud jalur komunikasi itu apa sih? Oke, di sini kita bicara komunikasi jarak jauh dengan gadget. Pasti ada tuh yang namanya SMS, Telepon, Email, Facebook, Twitter, dan sebagainya sebagai sarana komunikasi. Masing-masing tentu butuh cost dengan satuan tertentu.<br />
<span id="more-730"></span><br />
Memang sih semua bisa dikonversi menjadi wujud rupiah. Tapi jelas donk, provider itu punya paket-paket sendiri yang bisa membuat cost masing-masing jalur komunikasi itu jadi lebih murah, sesuai pilihan pelanggan tersebut. Gak ambil pusing dengan provider lain deh, karena saya pemakai setia Indosat (IM3), jadi saya ceritakan tentang berbagai paket Indosat yang saya pakai sebelum menggunakan paket special sekarang ini.</p>
<blockquote><p>Di sini saya gak akan cerita tentang kualitas jaringan dan sinyal Indosat yang tentu sudah top banget buat saya. Dari rumah, kantor, pantai, atau pasar pun tetep bisa sms-an dan ngetwit. Hehe&#8230;</p></blockquote>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/04/20120412-indosatim3.jpg" alt="" title="20120412-indosatim3" width="180" height="180" class="alignleft size-full wp-image-733" />Sejak dulu sampai sekarang, jari saya sudah terlatih untuk ngetik yang namanya pesan singkat (SMS). Saking banyaknya keperluan SMS saya, jelas kalau pakai tarif biasa jadi agak berat. Saya tentu akan spend duit untuk paket SMS Indosat secara khusus. Thanks to Indosat yang sudah menyediakannya, apalagi pas jaman-jaman saya jadi aktivis mahasiswa dulu.</p>
<p>Tapi sekarang, ketambahan lagi keperluan untuk banyak telepon. Untuk telepon sendiri, biasanya sih saya tetap pakai hitungan pulsa biasa. Hanya saja, tentu saya sengaja mengatur telepon-telepon yang kurang urgent di jam-jam yang memang murah tarifnya.</p>
<p>Nah, yang paling penting sekarang ini adalah untuk <a href="http://indosatmobile.com/" target="_blank">mobile Internet</a>.</p>
<p>Saya ini seorang <a href="http://blog.lintas.me" target="_blank">blogger</a>, yang juga kadang jadi <a href="http://mimicreative.net" target="_blank">programmer</a>, dan yang pasti aktif di berbagai jejaring sosial. Jelas saya butuh akses <a href="http://indosatmobile.com/" target="_blank">Internet</a> di mana saja dan kapan saja. Karena itu sejak saya pakai smartphone, saya langganan paket Internet broadband dari Indosat. Nah, total seluruh cost itu sebenernya agak berat, dan juga cukup ribet karena harus beli jenis pulsa yang berbeda dan daftar berkali-kali.</p>
<h4>Solusi satu untuk semua</h4>
<p>Dulu saya pernah berpikir, gimana kalo pulsa SMS, pulsa telepon, pulsa Internetan, yang tentunya dipakai seharian yang entah kapan jamnya, alangkah baiknya dijadikan satu saja yang benar-benar jadi paket murah. Untungnya Indosat ini bisa mendengar doa saya, entah dari siapa. Hehe&#8230;</p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/04/20120412-indosatcard.jpg" alt="" title="20120412-indosatcard" width="234" height="160" class="alignright size-full wp-image-734" />Jadilah, sekarang ada paketan yang kompak, sekali daftar langsung bisa dapat paket SMS murah, telepon murah, dan Internetan murah. Nah loh, jelas ini bisa bikin kebutuhan komunikasi terpenuhi secara lengkap. Kalau kita baca dari info di <a href="http://indosatmobile.com/info-product.html" target="_blank">websitenya</a>, hanya dengan sekali registrasi, sudah bisa dapat banyak paket SMS, telepon yang panjang, dan quota Internet yang lebih dari cukup untuk perangkat mobile.</p>
<p>Paket ini tersedia baik untuk prabayar maupun pascabayar. Jadi, saya yang pemakai <a href="http://www.indosat.com/IM3" target="_blank">IM3</a> dan ibu saya yang pemakai Matrix pun sama-sama bisa menikmati kelebihan paket ini. Yang pingin paket lengkap 24 jam bisa seharian penuh memanfaatkannya. Tapi bagi yang sering <a href="http://blog.lintas.me/?p=3072" target="_blank">komunikasi lengkap</a> hanya pada waktu jam kerja saja, bisa memilih paket lengkap jam kerja yang hanya aktif dari jam 5 pagi sampai 5 sore saja.</p>
<p>Sekali lagi, coba deh cek informasi lengkapnya di website resmi <a href="http://indosatmobile.com/" target="_blank">Indosat Mobile</a>. Sedikit dari paket komunikasi lengkap yang paling menarik saya tampilkan di sini nih&#8230;</p>
<table width="400" border="0" cellspacing="3" cellpadding="4" style="margin-left: 70px; margin-bottom: 10px;">
<tbody>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#FF9900"><strong>Paket Lengkap 24 Jam*</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#FF9900"><strong>HARIAN24</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#FF9900"><strong>BULANAN24</strong></td>
</tr>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#FFFF00"><strong>Nelpon :</strong><br />
-Sesama Indosat-<br />
-Operator Lain-</td>
<td align="center" valign="top" bgcolor="#FFFF00">&nbsp;<br />50 menit<br />
5 menit</td>
<td align="center" valign="top" bgcolor="#FFFF00">&nbsp;<br />1.000 menit<br />
100 menit</td>
</tr>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#FFFF00"><strong>SMS</strong></td>
<td align="center" valign="top" bgcolor="#FFFF00">50</td>
<td align="center" valign="top" bgcolor="#FFFF00">1.000</td>
</tr>
<tr>
<td align="center" bgcolor="#FFFF00"><strong>Internet</strong></td>
<td align="center" valign="top" bgcolor="#FFFF00">1MB</td>
<td align="center" valign="top" bgcolor="#FFFF00">100MB</td>
</tr>
<tr style="color: #ffffff;">
<td align="center" bgcolor="#88898d"><strong>Tarif***</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#88898d"><strong>Rp 5.000</strong></td>
<td align="center" bgcolor="#88898d"><strong>Rp 100.000</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Nah, dari satu macam paket lengkap itu saja sudah sangat mencukupi kebutuhan komunikasi lengkap sehari-hari. Coba lihat lagi, hanya dengan seratus ribu rupiah saja, sudah bisa telepon 1000 menit ke sesama Indosat, SMS 1000 kali, dan Internetan dengan quota 100MB untuk email maupun jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.</p>
<p>So, saya jadi bebas mau berkomunikasi ke siapa saja dan kapan saja selama masa aktif paket melalui jalur komunikasi yang mana saja. Mau SMS pacar? Tinggal ketik dan kirim sepanjang-panjangnya. Mau telepon rekan bisnis? Tinggal buka daftar kontak dan call. Mau rame-rame di Twitter? Buka aja aplikasinya dan ngetweet deh.</p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/04/20120412-lintasme.png" alt="" title="20120412-lintasme" width="243" height="96" class="alignleft size-full wp-image-735" />Saya juga gak akan ketinggalan berbagai tulisan keren yang ada di direktori <a href="http://www.lintas.me" target="_blank">Lintas.me</a> kapan saja dan di mana saja. Tinggal buka gadget, masukkan alamatnya di address bar, dengan koneksi dan sinyal yang mantab dari Indosat, gak sampai beberapa detik, sudah terbuka situsnya. Hehe&#8230;</p>
<h4>Komunikasi lengkap versi lain</h4>
<p>Itu tadi di atas adalah cara saya berkomunikasi selengkap-lengkapnya. Saya sih begitu, tapi mungkin berbeda dengan orang lain. Ada yang merasa lebih lengkap dengan bisa <a href="http://indosatmobile.com/telepon-malam.html" target="_blank">telepon malam sepuas-puasnya</a> pada peak hour, ada yang merasa lebih lengkap dengan bisa <a href="http://indosatmobile.com/paket-hebat-keluarga.html" target="_blank">ngobrol sepuasnya dengan keluarga</a>, atau merasa lebih lengkap kalau nggak perlu isi pulsa dengan <a href="http://indosatmobile.com/info-product-profesional-pascabayar.html" target="_blank">paket pascabayar</a>.</p>
<p>Yang pasti, apapun bentuk komunikasi lengkap masing-masing, teman setia komunikasi kita, <a href="http://www.indosat.com" target="_blank">Indosat</a>, sudah menyediakan paket lengkapnya. Gak harus beli kartu baru untuk bisa menikmati paket ini. Cukup dengan tekan nomor <strong>*888*3*1#</strong> lalu tekan tombol telepon, berbagai macam informasi paket sudah tersedia dan siap didaftarkan. Mau bulanan, mingguan, harian, telepon malam, hebat keluarga, dan sebagainya. Semua <a href="http://indosatmobile.com/info-product.html" target="_blank">pilihan</a> itu, bebas ada di tangan Anda. Selamat berkomunikasi&#8230; <img src='http://blog.haqqi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/04/komunikasi-sekarang-ini-mau-telepon-sms-internetan-semua-bisa-dengan-satu-indosat-mobile/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diawali dengan Bismillah</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/03/diawali-dengan-bismillah/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/03/diawali-dengan-bismillah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 03:58:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Dreams]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=727</guid>
		<description><![CDATA[Bukan sekedar mengisi blog yang lagi hiatus Eh kamu blogger? Alamat blogmu apa? Pertanyaan di atas agak ngejleb ketika ditanyakan pada waktu seperti sekarang ini, yang mana post terakhir saja tertanggal 19 Februari 2012. Itupun sekedar post pengumuman kalau saya ada artikel di tempat lain. Iya, sudah agak lama emang gak nulis di blog ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Bukan sekedar mengisi blog yang lagi hiatus</b></span></p>
<blockquote><p>Eh kamu blogger? Alamat blogmu apa?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan di atas agak ngejleb ketika ditanyakan pada waktu seperti sekarang ini, yang mana <a href="http://blog.haqqi.net/2012/02/tulisan-saya-di-tempat-lain/" target="_blank">post terakhir</a> saja tertanggal 19 Februari 2012. Itupun sekedar post pengumuman kalau saya ada artikel di tempat lain. Iya, sudah agak lama emang gak nulis di blog ini karena berbagai alasan. Padahal, dulu saya pernah komitmen untuk minimal nulis 10 post setiap bulannya.</p>
<p>Sempat ditanyain sama temen di twitter, yang request post tentang manajemen waktu. Hah? Gimana mau ngasih wejangan tentang manajemen waktu, kalau saya sendiri belum bisa mengatur waktu dan meluangkannya untuk sekedar memenuhi target 10 post perbulan saya? Tapi saya pikir-pikir kembali, mungkin masalah utamanya bukan pada pengaturan waktunya, tapi pada kemauan untuk meluangkan pikiran untuk menjelajahi imajinasi-imajinasi sebagai bahan membuat post.<br />
<span id="more-727"></span><br />
Okeh, kembali ke topik post kali ini. Hari Sabtu kemarin bukanlah sebuah hari yang biasa, setidaknya buat saya. Meski saya selalu berusaha menganggap setiap hari merupakan hari yang istimewa, tapi Sabtu kemarin lebih istimewa lagi. Sebuah hari yang mampu membulatkan hati saya untuk mengambil sebuah keputusan. Meski saya menunda untuk mengutarakan keputusan itu, saya anggap hari Sabtu kemarin lah titik perubahannya.</p>
<p>Alhamdulillah, keputusan saya mendapat tanggapan yang baik, yang akan bisa mewarnai jalan kehidupan saya berikutnya. Setelah ini mungkin pola hidup saya akan sedikit berubah dari yang biasanya. Semoga saya bisa segera beradaptasi secepatnya. Hehe&#8230;</p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/03/20120319-bismillah.jpg" alt="" title="Bismillah" width="403" height="235" class="aligncenter size-full wp-image-729" /></p>
<p>Baiklah, mari kita awali kembali lembar-lembar yang baru saja dibuka cover-nya ini dengan bismillah. Dan juga, semoga saya bisa tetap bangun pagi dengan semangat seperti ini dan meluangkan sedikit waktu saya di pagi hari yang selalu indah ini untuk menulis sebuah post untuk blog ini. Amiiin.</p>
<blockquote><p>Eh baidewei tapi situ kok tanya apakah saya seorang blogger? Gak tau ya siapa ketua bloggerngalam? *manjangin hidung* <img src='http://blog.haqqi.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/03/diawali-dengan-bismillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tulisan Saya di Tempat Lain</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/02/tulisan-saya-di-tempat-lain/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/02/tulisan-saya-di-tempat-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Feb 2012 03:11:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Announcement]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Organization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=724</guid>
		<description><![CDATA[Lagi-lagi lama gak update, tapi bukan berarti berhenti menulis. Bulan Februari 2012 ini ternyata saya hanya bisa menelurkan 4 blog post, termasuk ini. Tapi bukan berarti saya berhenti menulis loh. Saya masih kok, menulis kode program untuk proyek *eh. Di BisaKomputer.com juga saya masih kontribusi sedikit-sedikit, meski pakai artikel lama saya. Hehe&#8230; Eh tapi, di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><strong>Lagi-lagi lama gak update, tapi bukan berarti berhenti menulis.</strong></span></p>
<p><div id="attachment_705" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/01/20120116-writing-150x150.jpg" alt="" title="Menulis" width="150" height="150" class="size-thumbnail wp-image-705" /><p class="wp-caption-text">Menulis itu menyenangkan, setidaknya bagi saya</p></div>Bulan Februari 2012 ini ternyata saya hanya bisa menelurkan 4 blog post, termasuk ini. Tapi bukan berarti saya berhenti menulis loh. Saya masih kok, menulis kode program untuk proyek *eh. Di BisaKomputer.com juga saya masih kontribusi sedikit-sedikit, meski pakai artikel lama saya. Hehe&#8230;</p>
<p>Eh tapi, di post ini gak usah neko-neko deh. Saya cuma mau share kalau saya baru nulis sebuah review seminar <a href="http://ama-malang.com/" target="_blank">AMA Malang</a> yang kemarin dibawakan oleh Andrie Wongso. Saya menulisnya langsung di TKP dengan gadget saya yang sangat membantu. Dan mulai sekarang, tentu saya hanya akan post review seminar dengan bahasa netral untuk website AMA MAlang itu. Kalau mau baca, silahkan klik <a href="http://ama-malang.com/andrie-wongso-mengulas-8-kunci-sukses-bruce-lee/" target="_blank">link ini</a>.<br />
<span id="more-724"></span><br />
Oke oke, saya jujur deh kalo akhir-akhir ini gak bisa terlalu banyak nulis di blog ini, bahkan juga sekedar mampir ke milis. Saya sedang kelabakan karena banyak kerjaan yang gak bisa ditinggal. Efek berusaha untuk sukses, ya jelas harus bersakit-sakit dahulu lah. Semoga saya bisa segera sukses dan bisa aktif ngeblog dan berkomunitas lagi. Amiiiin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/02/tulisan-saya-di-tempat-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih Mozilla dan Nokia</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/02/terima-kasih-mozilla-dan-nokia/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/02/terima-kasih-mozilla-dan-nokia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Feb 2012 02:55:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Announcement]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=723</guid>
		<description><![CDATA[Pengaturan ulang prioritas. Sudah cukup lama saya mempertimbangkan hal ini, yang berkaitan dengan tidak menyempatkan diri karena prioritas. Saya pikir, daripada semua gak berjalan dengan baik, berarti harus ada yang diprioritaskan. Bukan berarti yang saya prioritaskan di bagian bawah adalah aktivitas yang gak saya suka, wong saya suka semuanya. Pengaturan prioritas itu sebenarnya murni hak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Pengaturan ulang prioritas.</b></span></p>
<p>Sudah cukup lama saya mempertimbangkan hal ini, yang berkaitan dengan <a href="http://blog.haqqi.net/2012/02/antara-tidak-sempat-dan-tidak-menyempatkan-diri/" title="Antara Tidak Sempat dan Tidak Menyempatkan Diri" target="_blank">tidak menyempatkan diri</a> karena <a href="http://blog.haqqi.net/2011/05/ketika-semua-berjalan-bersamaan/" title="Ketika Semua Berjalan Bersamaan" target="_blank">prioritas</a>. Saya pikir, daripada semua gak berjalan dengan baik, berarti harus ada yang diprioritaskan. Bukan berarti yang saya prioritaskan di bagian bawah adalah aktivitas yang gak saya suka, wong saya suka semuanya.</p>
<p>Pengaturan prioritas itu sebenarnya murni hak saya, dengan berbagai pertimbangan yang tidak bisa saya katakan. Yang pasti, sebisa mungkin semua saya atur agar sama-sama mendapatkan manfaat dari keputusan saya ini. Seharusnya saya juga gak perlu untuk nulis di blogpost ini, tapi agar ada sebuah bukti nyata pengakuan tertulis dari saya, ya lebih baik saya tulis saja. Hitung-hitung nambah postingan di sini. Hehe&#8230;<br />
<span id="more-723"></span><br />
Ya, saya tergabung di berbagai organisasi, baik lokal maupun scope yang lebih besar. Selain itu saya juga sudah punya kewajiban sebagai pencari uang, tidak lagi pengangguran seperti pada saat saya sedang aktif-aktifnya berkomunitas. Berbagai kepentingan dari berbagai sisi menarik-ulur saya seperti <del>kondom</del> karet gelang. Akhirnya, setelah mempertimbangkan berbagai hal, untuk langkah awal ini saya mundur dari 2 aktivitas terlebih dahulu.</p>
<p>Yang pertama, saya mengundurkan diri dari program Mozilla Representative (Malang). Dengan aktivitas lain yang lebih urgent dan posisi saya lebih vital di sana, saya memutuskan hal ini. Saya sangat berharap nantinya akan ada yang bisa menggantikan saya dengan kinerja yang jauh lebih baik. Yang kedua, saya mengundurkan diri dari program NICE Ambassador. Saya kurang bisa fokus di program ini, dan saya rasa rekan Eko (a.k.a smuet) bisa menghandle lebih baik dan lebih total. Daripada saya cuma sekedar pegang title doank tapi gak ikutan kontribusi apa-apa, mending saya mengundurkan diri deh.</p>
<p>Sementara itu saja yang saya putuskan sekarang ini. Bisa jadi karena berbagai pertimbangan lainnya, saya juga mundur dari beberapa aktivitas lainnya, tergantung situasi dan kondisi. Tapi saya tetap berusaha untuk bisa membagi waktu saya sebaik-baiknya kepada berbagai aktivitas yang membutuhkan saya. Semoga saya dan semuanya bisa menjadi lebih baik setiap harinya. Yuuuuk&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/02/terima-kasih-mozilla-dan-nokia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Tidak Sempat dan Tidak Menyempatkan Diri</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/02/antara-tidak-sempat-dan-tidak-menyempatkan-diri/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/02/antara-tidak-sempat-dan-tidak-menyempatkan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 03:49:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Organization]]></category>
		<category><![CDATA[Reflection]]></category>
		<category><![CDATA[Self-Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=719</guid>
		<description><![CDATA[Sedikit renungan yang penting tapi gak penting-penting amat. Sudah tanggal 17 bulan ini, tapi saya baru menghasilkan 1 blog post saja. Bulan kemarin saja, juga cuma bisa menelurkan 7 post saja. Apakah saya sudah bosan ngeblog? Ataukah saya terlalu sibuk hal lainnya? Atau malah saya lupa password? Bukan, bukan semuanya. Saya hanya sekedar tidak menyempatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Sedikit renungan yang penting tapi gak penting-penting amat.</b></span></p>
<p><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/02/20120217-clock.jpg" alt="" title="20120217-clock" width="160" height="160" class="alignleft size-full wp-image-720" />Sudah tanggal 17 bulan ini, tapi saya baru menghasilkan 1 blog post saja. Bulan kemarin saja, juga cuma bisa menelurkan 7 post saja. Apakah saya sudah bosan ngeblog? Ataukah saya terlalu sibuk hal lainnya? Atau malah saya lupa password? Bukan, bukan semuanya. Saya hanya sekedar tidak menyempatkan diri untuk menulis.</p>
<p>Berbagai aktivitas sehari-hari, deadline yang mengerikan, wajah klien yang penuh senyum dibalik bosnya yang bertampang sangar, kegiatan komunitas, berhubungan sosial, dan lain-lainnya, tentu gak bisa dikerjakan bareng dalam satu waktu. Saya ini manusia biasa yang hanya punya waktu sehari = 24 jam, dengan jatah waktu tidur normal 6-8 jam sehari. Tentu tidak semua bisa saya penuhi secara maksimal, meskipun saya inginkan.<br />
<span id="more-719"></span><br />
Dibalik kesibukan itu, dari dalam pikiran saya, saya lebih cenderung berkata &#8220;tidak menyempatkan diri&#8221; alih-alih &#8220;tidak sempat&#8221;. Kenapa? Karena pada dasarnya semua itu bisa disempat-sempatkan. Yang membuatnya menjadi tidak sempat hanyalah karena memang tidak disempatkan. Setuju ga?</p>
<p>Suppose, Anda punya seorang saudara yang berbeda kota cukup jauh, anggaplah berjarak 300km. Belum tentu setahun sekali Anda mengunjunginya, dengan alasan tidak sempat (yang sebenarnya lebih tepat &#8220;tidak menyempatkan diri&#8221;). Padahal, kalau ada sesuatu hal yang khusus, seperti ada undangan pernikahan atau kerabat yang meninggal, tentu akan &#8220;menyempatkan diri&#8221; untuk pergi, pada kadar kesibukan tertentu (yang pada hari biasa mungkin Anda akan berkata tidak sempat).</p>
<p>Contoh lain, Anda tergabung dalam sekian banyak organisasi dan kepentingan. Semua menuntut Anda untuk mengeluarkan kemampuan terbaik Anda, sementara waktu dan tenaga Anda sangatlah terbatas dibandingkan semua tuntutan tersebut. Pasti dari situ Anda akan memutuskan mana yang lebih prioritas. Nah, sebenarnya <a href="http://blog.haqqi.net/2010/02/mengatur-prioritas-itu-penting/" target="_blank">prioritas</a> itulah yang menentukan sikap Anda untuk &#8220;tidak menyempatkan diri&#8221; memenuhi tuntutan dengan prioritas yang lebih rendah.</p>
<p>Jadi, sebaiknya kurangi penggunaan kata-kata &#8220;tidak sempat&#8221;, setidaknya di dalam pikiran Anda sendiri. Saya pun belajar untuk demikian, perlahan-lahan menggantinya dengan kata &#8220;tidak menyempatkan diri&#8221;. Dibandingkan dengan mengatakan bahwa &#8220;tidak sempat&#8221;, seolah-olah kita menjudge bahwa waktu yang diberikan pada kita itu tidak cukup. Lebih baik berkata &#8220;tidak menyempatkan diri&#8221;, karena memang semua itu tergantung prioritas kita masing-masing.</p>
<p>Sementara ini, saya memang tidak menyempatkan diri untuk banyak berkeliaran di linimas(s)a dalam bentuk apa pun, karena saat ini saya sedang punya prioritas lain. Lihat saja twitter saya yang jauh berkurang aktivitasnya, FB yang jarang dicek, milis yang jarang saya balas, dan sebagainya. Semoga dengan ini saya bisa belajar untuk lebih bisa ber-multitasking lebih baik.</p>
<p>Nah, bagaimana pendapat Anda semua tentang &#8220;tidak sempat&#8221; dan &#8220;tidak menyempatkan diri&#8221; ini?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/02/antara-tidak-sempat-dan-tidak-menyempatkan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>FAQ Blogger Ngalam</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/02/faq-blogger-ngalam/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/02/faq-blogger-ngalam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 05:58:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Community]]></category>
		<category><![CDATA[Organization]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=717</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar tulisan iseng sang ketua teraklamasi Sudah beberapa kali ini sebagai orang yang megang status moderator di milis Blogger Ngalam, nerima email japri atau bahkan lewat facebook message tentang pertanyaan seputar komunitas laknat ini. Ya, laknat. Saking laknatnya, saya sampai bikin posting ini. Haha&#8230; Ada yang minta unsub karena kaget tiba-tiba banyak email yang pendek-pendek, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Sekedar tulisan iseng sang ketua teraklamasi</b></span></p>
<p>Sudah beberapa kali ini sebagai orang yang megang status moderator di milis Blogger Ngalam, nerima email japri atau bahkan lewat facebook message tentang pertanyaan seputar komunitas laknat ini. Ya, laknat. Saking laknatnya, saya sampai bikin posting ini. Haha&#8230;</p>
<div id="attachment_666" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2011/12/20111229-logo.jpg" alt="" title="Logo Blogger Ngalam" width="240" height="248" class="size-full wp-image-666" /><p class="wp-caption-text">Sang singa, dari Malang Raya</p></div>
<p>Ada yang minta unsub karena kaget tiba-tiba banyak email yang pendek-pendek, ada yang bilang susah untuk masuk milis, ada yang kasih saran ini lah, itu lah, dan sebagainya. Percaya gak, beberapa pertanyaan dan pernyataan justru bikin saya tergelitik. Mungkin juga ini bisa saya jadikan bahan postingan yang menarik.</p>
<p><span class="note"><strong>Disclaimer</strong>: Semua tulisan yang ada di sini adalah jawaban saya pribadi, bukan jawaban yang sudah dirancang bersama dengan dewan milis. Jadi, bisa dianggap mewakili jawaban komunitas, atau malah sekedar jawaban iseng saya. Hehe&#8230;<span><br />
<span id="more-717"></span></p>
<blockquote><p>Komunitas apa sih Blogger Ngalam itu?</p></blockquote>
<p>Baiklah. Dari kata &#8220;Blogger&#8221;, jelas anggotanya adalah para blogger. Ya meski ada yang blognya belum jalan, atau yang tersuspend, mereka tetep blogger *halah*. Kata &#8220;Ngalam&#8221;, buat orang Malang sih jelas tahu. Tapi buat yang dari luar kota, itu adalah bahasa walikan khas Malang. Jadi, Blogger Ngalam adalah komunitas para blogger se-Malang Raya. Ingat, Malang Raya loh ya. Info lengkapnya ada di <a href="http://www.bloggerngalam.com/profil/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Sekedar menambahkan, Blogger Ngalam adalah komunitas non-profit murni! Gak ada unsur politik, ekonomi, maupun urusan bullshit lainnya. Kita murni orang-orang yang senang berkumpul tanpa beban. Kita sering diundang oleh suatu brand, tanpa menetapkan tarif. Kalau dibayar ya alhamdulillah, gak dibayar ya tetep seneng sudah kumpul-kumpul. Kita juga hobi bersosial loh. Dan kita pastinya INDEPENDENT!</p>
<blockquote><p>Gimana ini, kok banyak email masuk dari Blogger Ngalam? Pendek-pendek dan gak jelas lagi&#8230;</p></blockquote>
<p>Hahaha, ya namanya aja milis, mbak. Itu media komunikasi. Tempat ngobrol. Belum tahu cara pakainya? Belum tahu trik untuk filtering email dari milis? Coba baca salah satu <a href="http://blog.haqqi.net/2011/10/cara-menggunakan-mailing-list-google-groups/" target="_blank">post saya</a> sebelumnya di blog ini. Selama ini, member bloggerngalam memang lebih nyaman di milis, bisa dibuka di mana aja dan pakai device apa aja. Saran saya, pakai GMail alih-alih Yahoo Mail untuk bermilis, karena support threaded mail.</p>
<blockquote><p>Kenapa kok gak bikin Facebook Group aja? Kan lebih enak, tinggal posting dan komentar di sana.</p></blockquote>
<p>Sebelumnya saya tanya balik deh. Yang mana yang lebih primary, email atau Facebook? Menurut pandangan saya, email jauh lebih primary. Coba pikir, gimana mau punya Facebook kalau gak punya email? Hehe&#8230; Buka email jauh lebih ringan daripada buka Facebook. Mau pakai Laptop, iPad, BB, Android, iPhone, atau HP Java jadul pun bisa. Selain itu, dibandingkan Facebook, pengarsipan milis lebih oke. Seluruh pesan tersimpan di provider milis.</p>
<p>Lagian, berapa lama sih Facebook mau terus hidup? Apa mau komunikasi bloggerngalam ter-reset lagi setelah ada jejaring sosial yang lebih populer? Beberapa member bloggerngalam yang saya kenal malah justru jarang buka facebook sekarang ini. Termasuk saya sih. Hehe&#8230;</p>
<blockquote><p>Kenapa susah banget ya masuk milis Blogger Ngalam?</p></blockquote>
<p>Pertanyaan ini sempat keluar dari beberapa orang yang ter-reject pesannya. Sekedar informasi tentang peraturan bloggerngalam nih. Setiap anggota yang baru teraprove di milis, nggak akan bisa post pesan sebelum mengirim email yang namanya &#8220;Form Perkenalan&#8221;. Sebagai moderator yang baik, setiap mereject email yang masuk, saya pasti kasih pesan tentang kesalahannya dan apa yang harus dilakukan.</p>
<p>Misalnya nih, ada orang kirim form perkenalan tapi formatnya salah. Ada yang subjectnya gak diganti, jadi tetep &#8220;Perkenalan _nama_anda_&#8221;. Apa gak ngakak lihat subjek perkenalan gitu? Daripada nanti dibully di milis, mending ya diperbaiki toh. Ada yang sekedar subjeknya &#8220;Perkenalan&#8221; saja. Nah, coba bayangkan kalau 10 orang yang ngirim email perkenalan dengan subjek itu. Apa gak bingung bacanya?</p>
<p>Jadi pada dasarnya, masuk milis bloggerngalam itu gak susah kok. Daftar aja via web di alamat <a href="http://groups.google.com/group/blogger-ngalam/" target="_blank">http://groups.google.com/group/blogger-ngalam/</a>, terus setelah diaprove, kirim form perkenalan sesuai format yang diberikan, setelah itu bebas deh bermilis. Kenapa harus pakai form perkenalan baru bisa post? Ini untuk menghindari orang yang sekedar masuk milis cuma mau promosi blognya doank. Ada tuh yang kirim puluhan pesan, cuma isinya &#8220;kunjungi blog saya di blablabla ya&#8221;, atau &#8220;ini nih info tentang saya di blablabla&#8221;. Annoying ga?</p>
<p>Tambahan, setiap anggota yang daftar di milis bloggerngalam, selalu saya ubah delivery-nya menjadi &#8220;single email&#8221;. Kenapa? Karena kalau pakai digest/ringkasan, bakal mengganggu thread. Apalagi kalau pakai yang &#8220;no email&#8221;. Ini niat bermilis gak sih? Beralasan nanti banyak email? Loh, belum tahu cara <a href="http://blog.haqqi.net/2011/10/cara-menggunakan-mailing-list-google-groups/" title="Antara Tahun Naga Air dan Kafi Kurnia" target="_blank">filtering</a> ya? Ya paling gak kan pakai email lain juga bisa. Yang gak terima, ya silahkan unsub.</p>
<blockquote><p>Apa sih kegiatannya Blogger Ngalam? Berapa banyak anggotanya?</p></blockquote>
<p>Jujur, Blogger Ngalam ini adalah salah satu komunitas saya yang paling abstrak. Benar-benar gak terjadwal kegiatannya. Satu yang pasti gak bisa ditinggalkan, jelas NGEBLOG! Sisanya, kita gak pernah rencanakan dengan terjadwal sebenar-benarnya. Yang paling sering jelas kopdar. Tapi itu pun gak terjadwal. Kalau ada yang tanya &#8220;kapan dan di mana biasa ngumpul-ngumpul&#8221;, selalu saya jawab &#8220;gak pasti, pantau aja milis&#8221;.</p>
<p>Sempat tercetus bahwa komunitas ini adalah komunitas wacana, karena hampir semua yang diwacanakan di milis, berakhir dengan sekedar wacana saja. Tapi nggak juga loh, nyatanya sempat terlaksana juga <a href="http://blog.haqqi.net/2012/01/reportase-oblong-merah-muda-part-1/" title="Reportase Oblong Merah Muda – Part 1" target="_blank">#oblong</a>merah<a href="http://blog.haqqi.net/2012/01/reportase-oblong-merah-muda-part-2/" title="Reportase Oblong Merah Muda – Part 2" target="_blank">muda</a> yang kontroversial itu. <img src='http://blog.haqqi.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jumlah anggota milis, pada saat post ini saya tulis, tercatat ada 410 anggota. Ya jelas, gak semuanya aktif. Tapi terbukti loh, anggota bloggerngalam itu sangat bervariasi. Sumpah! Dari jenis pekerjaan, rentang umur, asal daerah, hingga domisili sekarang ini. Daftar pengurusnya, bisa dilihat di <a href="http://www.bloggerngalam.com/pengurus/" target="_blank">sini</a>. Cara daftar, bisa baca di <a href="http://www.bloggerngalam.com/gabung-ker" target="_blank">sini</a>.</p>
<blockquote><p>Apa sih keuntungannya ikutan bloggerngalam? Ngapain juga berkomunitas?</p></blockquote>
<p>Jangan ditanyakan ke saya deh pertanyaan semacam ini. Coba aja lihat profil anggota-anggota Blogger Ngalam. Kalau Anda anggap mereka adalah orang-orang yang beruntung karena masuk komunitas ini, ya silahkan ikuti jejak mereka. Kalau Anda anggap mereka terkena musibah, ya jangan ikutan. Yang pasti, nggak sedikit teman-teman bloggerngalam yang dapat pekerjaan atau jadi terkenal karena ikutan komunitas ini. Percayalah!</p>
<blockquote><p>Apa benar ada bullying yang sampai bikin unsub?</p></blockquote>
<p>Ada. Banget! Setiap anggota baru yang ngirim form perkenalan, pasti awalnya ditanggapi dengan salam kenal biasa. Baru kalau ada yang annoying, misalkan pakai signature aneh-aneh, pakai singkatan aneh-aneh, bahasa alay, pakai audio player yang default nyala di blognya, dan sebagainya, baru deh dia di-bully. Yang gak kuat dengan kritik, pasti langsung unsub. Padahal, kritik-kritik yang dikeluarkan oleh teman-teman, selalu kritik yang membangun loh, meski dengan gaya bahasa yang menjatuhkan. :p</p>
<p>Triknya, ikutilah aturan milis dan juga norma yang berlaku. Kenalan, tapi jangan sok kenal. Ada banyak aturan tak tertulis yang ada di milis, yang kadang bisa &#8220;menyentil&#8221; jiwa iseng teman-teman untuk mem-bully. Baca alur komunikasi di milis. Jangan mudah protes ini-itu, selama anggota lama belum protes. Seluruh etika online biasanya berlaku di milis ini.</p>
<blockquote><p>Apa maksud pertanyaan &#8220;Apa yang Anda lakukan di tahun 1998&#8243;?</p></blockquote>
<p>Jangan tanya saya. Itu aturan yang ditulis pengurus sebelumnya. Silahkan diikuti saja dan dijawab pertanyaannya. Intinya, itu pertanyaan sakral!</p>
<blockquote><p>Siapa sih ketua Blogger Ngalam?</p></blockquote>
<p>Bukan, bukan saya! Serius, bukan saya! Saya kan bukan orang yang terkenal&#8230;</p>
<p style="font-size: 12px;">Hening&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Nah, itulah beberapa FAQ (Frequently Asked Questions) yang cukup sering saya dapatkan seputar komunitas Blogger Ngalam ini. Mungkin masih ada banyak lagi pertanyaan yang belum terjawab. Bagi teman-teman yang ingin menambahkan, bisa di komen di bawah ini. Viva la vida!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/02/faq-blogger-ngalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Tahun Naga Air dan Kafi Kurnia</title>
		<link>http://blog.haqqi.net/2012/01/antara-tahun-naga-air-dan-kafi-kurnia/</link>
		<comments>http://blog.haqqi.net/2012/01/antara-tahun-naga-air-dan-kafi-kurnia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 17:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Haqqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life Journey]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Management]]></category>
		<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Self-Development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.haqqi.net/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Sekedar pembangkit semangat di kala down Ya, saya sedang sedikit down di tengah tekanan sebagai calon pengusaha baru ini. Begitu banyak ternyata hal-hal yang harus dipelajari dan dikuasai, dari sisi teknis hingga non-teknis. Kadang penat, jenuh, semangat, over semangat, ataupun bosan sama sekali. Pingin rasanya bebas, sebebas dulu waktu belum benar-benar berkomitmen terjun di sini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="highlight-blue"><b>Sekedar pembangkit semangat di kala down</b></span></p>
<div id="attachment_715" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/01/photo_3.jpg" alt="" title="Foto bersama Kafi Kurnia" width="500" height="281" class="size-full wp-image-715" /><p class="wp-caption-text">Foto bersama Kafi Kurnia dan pengurus AMA Malang</p></div>
<p>Ya, saya sedang sedikit down di tengah tekanan sebagai calon pengusaha baru ini. Begitu banyak ternyata hal-hal yang harus dipelajari dan dikuasai, dari sisi teknis hingga non-teknis. Kadang penat, jenuh, semangat, over semangat, ataupun bosan sama sekali. Pingin rasanya bebas, sebebas dulu waktu belum benar-benar berkomitmen terjun di sini.</p>
<p>Tapi untunglah, nggak salah saya ikutan <a href="http://ama-malang.com/" target="_blank">Asosiasi Manajemen Indonesia</a>, disingkat AMA, yang khususnya untuk cabang Malang ini. Kebetulan saya juga jadi <a href="http://blog.haqqi.net/2011/04/jadi-pengurus-ama-indonesia-cabang-malang/" target="_blank">pengurus di bidang IT-nya</a>, dan sekarang sedang me-remake website-nya lagi bersama tim <a href="http://mimicreative.net/about/" target="_blank">Mimi Creative</a> yang sekarang. Berkat seminar bulanan yang diadakan asosiasi ini, setiap bulan pula mental dan emosi saya di-charge kembali ke penuh lagi.<br />
<span id="more-711"></span><br />
Ya, seperti yang sering dikatakan oleh motivator-motivator lainnya, kunci utama pengusaha itu adalah passion yang amat sangat dipengaruhi oleh emosi seorang pengusaha tersebut. Kalau lagi semangat, ya besar kemungkinan untuk naik. Tapi kalau lagi gak semangat, ya gak ada kemajuan. Emosi dan passion tersebut kadang justru muncul pada saat kepepet.</p>
<p>Barusan saya pulang dari seminar bulanan AMA Malang, dengan pembicara Kafi Kurnia. Topik yang dibahas di seminar kali ini, apa lagi kalau bukan tentang gimana menghadapi tahun naga air 2012. Dibuka oleh Pak Hariadi tentang gimana secara sederhananya gambaran fengshui di tahun ini, kemudian dilanjutkan cerita singkat Kafi Kurnia yang masih satu topik. Kafi Kurnia menjelaskannya dengan cukup rinci, tentang korelasinya dengan baby booming, consumer goods, dan sebagainya.</p>
<p>Di tengah seminar, Kafi Kurnia masuk ke topik utama, tentang bagaimana pergerakan bisnis-bisnis di tahun 2012 ini. Mulai dari cerita kenapa kok Nokia semakin merosot, keunggulan Apple, perjuangan Jaguar, hingga membahas tentang perbedaan perilaku konsumen di berbagai negara. Tidak lupa juga Kafi Kurnia membahas tentang ide-ide baru yang incredible dan &#8220;liar&#8221;, seperti &#8220;pop up resto&#8221; dan berbagai restoran salad yang bermunculan.</p>
<p>Dari situ saya cukup banyak dapat inspirasi. Ide-ide bermunculan lagi di kepala saya, seperti halnya beberapa bulan lalu, ketika semangat saya menggebu-gebu. Wawasan saya terbuka kembali, dan siap menjalani indahnya hari menjadi pengusaha.</p>
<div id="attachment_712" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/01/photo_1.jpg" alt="" title="Kafi Kurnia in Action" width="500" height="281" class="size-full wp-image-712" /><p class="wp-caption-text">Materi menarik dari Kafi Kurnia, mampu menahan peserta untuk tidak beranjak pulang</p></div>
<p>Kafi Kurnia juga mengatakan pentingnya untuk memiliki komunitas tempat Anda berjuang. Misalkan, Anda pengusaha mobil, ya berkumpullah dengan komunitas, baik sesama pengusaha maupun pengguna (konsumen). Itu adalah salah satu teknik marketing yang paling efektif.</p>
<p>Yang lebih keren lagi, pas seminar tadi Kafi Kurnia menjawab salah satu pertanyaan peserta tentang marketing, yang intinya adalah salah satu cara marketing saat ini adalah dengan mengundang para blogger. Kalau dulu ada peribahasa &#8220;mulutmu harimaumu&#8221;, bagi para blogger berubah jadi &#8220;qwerty-mu harimaumu&#8221;. Saya sedikit terperanjat waktu kata &#8220;blogger&#8221; disebut. Haha&#8230;</p>
<p>Nah, kebetulan juga moderator seminar tadi adalah Pak Hariadi, which is sudah kenal saya sebagai ketua <a href="http://bloggerngalam.com" target="_blank">Bloggerngalam</a>. Tiba-tiba nama saya disebut dan diminta untuk berdiri. Sama sekali nggak kepikiran tentang ini. Mau nggak mau, akhirnya berkat edifikasi Pak Hariadi tersebut, seisi ruangan jadi tahu siapa saya.</p>
<p>Selesai seminar, saya nggak langsung pulang. Mendadak pula, mungkin efek dari diperkenalkannya saya di seminar itu, saya disalami oleh GM-nya Hotel Ubud Malang dan Hotel Tugu Malang, yang ingin ngobrol lebih lanjut dengan saya. Ya siapa tahu <a href="http://bloggerngalam.com" target="_blank">Bloggerngalam</a> dapat jatah nginep di Hotel gratis gitu, atau untuk acara-acara nanti, bisa dapat sponsor nginepin pembicara secara gratis. Hehe..</p>
<div id="attachment_714" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://blog.haqqi.net/wp-content/uploads/2012/01/photo_2.jpg" alt="" title="Ngobrol bersama Kafi Kurnia" width="500" height="281" class="size-full wp-image-714" /><p class="wp-caption-text">Sempat ngobrol sedikit bersama Kafi Kurnia</p></div>
<p>Saya juga foto-foto dan sedikit ngobrol dengan Kafi Kurnia, tentang usahanya sekarang untuk &#8220;memelankan&#8221; Jogjakarta. Ada sedikit rahasia bagaimana rata-rata masa hidup orang Jogjakarta mencapai 75 tahun, yang berarti itu di atas rata-rata masa hidup orang Indonesia secara keseluruhan (68 tahun). Bisa disimpulkan, mereka telah melakukan suatu hal yang berbeda, yang mungkin salah satunya adalah &#8220;pelan&#8221; tersebut. Sebelum &#8220;pelan&#8221; dicuri Malaysia, jadinya yuk kita garap dulu.</p>
<p>Yang agak absurd, setelah seminar tadi saya beberapa kali ditanyain pin BB saya, termasuk oleh GM hotel itu. Aduh, jadi tambah kepikiran untuk beli BB beneran nih. Bukan karena latah tren, tapi karena mesti melayani para pengguna BB itu juga. Lha gimana lagi loh, meski ada aplikasi chat lain, BBM tetep jadi yang utama di BB.</p>
<p>Eniwei, seminar tadi memang bisa meningkatkan lagi semangat saya. Termasuk juga semangat ngeblog, setelah sempat agak ogah gara-gara berbagai &#8220;peristiwa&#8221; menjemukan akhir-akhir ini. Semoga semangat ini bertahan setidaknya lebih dari satu bulan, </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.haqqi.net/2012/01/antara-tahun-naga-air-dan-kafi-kurnia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

