Mangkang Camp – Day 3

Pertama kalinya ngajar anak SD

Hari ketiga, akan saya coba tulis dalam English, supaya nantinya bisa dibaca sama temen-temen work camp lainnya.

Okay, yesterday we have prepared for today’s activity. We will go to visit SD Mangkang Wetan school, and then playing with local scout (pramuka), and other exciting activities. I have been chosen as the team leader for teaching class 4 with other friends.

Haqqi (me), Laili, Kimura, Yutaro, Celine, and Vuokko was in my team. Of course we are from Indonesia would take care a lot, because the students could not understand english. We started at 8 o’clock. We entered the classroom, and the children were so crowded.
Continue reading

Mangkang Camp – Day 2

Mulai merasakan hidup nyaman di desa

Hari kedua, terbangun di pagi hari dengan keluhan dari peserta jepang dan Finlandia yang digigit nyamuk semalaman. Haha. Kita sarapan bareng, dengan roti tawar dan beragam selai yang sudah dibeli kemarin. Sedikit cerita-cerita dan masih canggung dalam obrolan sih.

Saya dapat jatah sebagai Cooking team bersama 5 orang lainnya. Paginya, jadwal kita adalah jalan-jalan ke pasar tradisional. Peserta masih berjumlah 12 orang total. Karena satu orang dari Jepang belum datang. Kita naik dokar, 2 orang tinggal, 1 orang mengurus ijin untuk school visit besok, 7 orang naik dokar, dan 2 orang naik ojek. Kita jalan-jalan untuk nyari bahan masakan buat beberapa hari ke depan.
Continue reading

Mangkang Camp – Day 1

Sebuah event yang berbeda dari keseharian seorang programmer

Event ini sudah direncanakan sejak bulan september lalu (seingat saya). Sebuah kegiatan yang sama sekali berbeda dengan rutinitas keseharian saya. Berkat informasi dari si Umi, saya menganggarkan uang beasiswa tahunan yang saya dapat untuk mendanai kegiatan ini. Sebuah work camp, atau bahasa indonesianya kemah untuk pengabdian masyarakat, yang diselenggarakan oleh organisasi bernama Indonesia International Work Camp.

Saya kebetulan dapat jatah camp Mangkang Camp ke-13, yang diselenggarakan mulai 16 Februari sampai 1 Maret tahun 2011 ini. Salah satu motivasi saya adalah untuk bertemu dengan berbagai orang dari seluruh dunia yang punya visi sosial juga. Selain itu, sebenarnya sih saya merencanakan untuk apply atau pindah ke camp waktu liburan kuliah, tapi karena nggak bisa diganti, ya udah terpaksa ijin kuliah selama 2 minggu dulu. Motivasi saya yang lain adalah untuk menikmati kehidupan alam yang berbeda dari keseharian saya selama ini.
Continue reading

Ciri Orang Sukses: Bisa Meramal Masa Depan

Saya pasti jadi orang sukses…

Bola Kristal Peramal Masa Depan

Meramal masa depan? Sampai saat ini saya belum menemukan guru ramal, karena emang nggak nyari. Tapi, masa depan apa emang bisa diramal? Kalau ada yang bisa bikin ramalan yang 100% tepat, hidup gak akan seru lagi donk. Lagian, yang namanya ramalan bisa jadi sebuah paradox yang bias.

Misal, saya sudah bisa meramal, anggap saja 100% tepat. Jika ramalan saya menggambarkan 1 jam lagi: ketika saya jalan, saya kepleset kulit pisang, apa yang bisa saya lakukan? Kalau dari satu sisi, saya tahu itu akan terjadi, maka saya bakal berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya. Loh, kalau saya berhasil menghindari, berarti ramalan saya malah gak tepat donk? Kan tadi katanya 100% bakal jatuh kesandung batu. Itu baru kesandung batu. Kalau ramalan saya lebih buruk?
Continue reading

Program 5 Tahun Pensiun

Sebuah rencana jangka menengah yang semoga lancar

Kata pensiun saat ini masih dianggap memiliki konotasi yang kurang baik. Biasanya pensiun dihubungkan dengan hari tua, umur kepala 5 ke atas, produktifitas menurun, dan tinggal berharap pada tunjangan hari tua yang jumlahnya nggak seberapa. Ya kan? Memang itu sudah jadi mindset kebanyakan orang. Tapi bagi saya beda.

Saya punya program, yang memang sih belum detail, tapi judulnya adalah “Program 5 Tahun Pensiun”. What? 5 tahun lagi pensiun? Gak salah? Umur masih kepala 2 gitu.
Continue reading

Mengapa Entrepreneur, Bukan Freelancer?

Lagi getol-getolnya merintis usaha

Freelancer, sebenarnya juga termasuk sebagai Entrepreneur. Tapi di sini saya coba jelaskan dengan sudut pandang yang berbeda. Entrepreneur yang saya maksud di sini adalah pengusaha. Sebagai orang berbasic IT, maka di sini yang saya bahas adalah tentang Freelancer dan Entrepreneur di bidang IT. Tapi sekali lagi, tulisan di sini adalah murni dari pendapat pribadi saya, bisa salah, bisa benar. Tapi semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan diskusi.

Menjadi Freelancer IT, gak susah. Sekarang ini ada banyak website yang menawarkan jasa penghubung antara orang yang butuh pekerja dan orang yang butuh duit (baca: Freelancer). Contohnya banyak, ada Freelancer.com, 99Designs.com, RentaCoder.com, dan odesk.com. Dengan sedikit keahlian, kerja keras, dan sering-sering online, sudah bisa mendulang dollar dari situ. Sebagai contoh, si David baru saja dapat beberapa ratus dollar, cuma dengan desain background twitter. Menggiurkan? Memang. Saya juga kepingin. Tapi saya nggak memilih jalur itu.

Mengapa?
Continue reading

Mbolang – Backpacker

Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan

Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup menenangkan hati saya. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri dan nikmati.

Beberapa waktu yang lalu, tercetus keinginan kuat untuk bertualang. Yah, niat ini nggak muncul begitu saja sih, tentunya dengan trigger-trigger tertentu. Salah satu mimpi saya memang adalah keliling dunia. Tapi itu masih lama, setidaknya dalam waktu 3-5 tahun baru bisa terwujud. Tapi hasrat untuk bertualang kan nggak harus hanya keliling dunia yang membutuhkan banyak uang. Dengan sebuah tas punggung saja, saya pikir bisa bertualang juga, setidaknya untuk keliling Indonesia.

Awalnya dulu pingin keliling Indonesia dengan hanya modal sepeda motor saja. Tapi apa daya, karena alasan keamanan dan ketersediaan sepeda motor untuk keluarga, saya harus mengurungkan niat tersebut. Alternatif lain adalah dengan murni backpacker-an dan naik angkutan umum. Wah, tapi dipikir-pikir itu bakal mengeluarkan cost yang besar nih.
Continue reading

Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi, Susah?

Salah satu mimpi saya

Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.

Bidang lain yang cukup “berladang” saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke getafreelancer.com. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.

Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?
Continue reading