Akhir Tahun yang Padat

Perjalanan menjadi pengusaha sukses

Siapa bilang jadi pengusaha itu mudah? Siapa bilang jadi pengusaha itu tinggal ongkang-ongkang nunggu duit? Itu bisa terjadi sih, kalau usahanya sudah stabil. Dan alhamdulillah, saya belum mengalaminya. Saya justru sedang dalam masa terberat menjadi pengusaha, yaitu tahap memulainya.

Semenjak lulus dari kampus saya bulan Juli 2011 lalu, dengan terpaksa saya kehilangan seluruh tim inti Mimi Creative yang saya rintis karena suatu alasan pribadi. Akhirnya saya harus berjuang sendiri untuk mencari rekan-rekan seperjuangan yang sama-sama ingin berkembang pesat, menuju kesuksesan bersama sebagai sebuah tim. Saya ingin berlari, melesat, mencapai goal-goal saya.
Continue reading

Ma Chung Story – Part 5 – Beranjak Keluar dari “Tempurung”

Mengenal besarnya dunia luar

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

Pertama kali ke naik pesawat terbang, ke Makassar…

Sebelum acara Dies Natalis kedua, sebuah prosesi di mana saya mendapatkan penghargaan tertinggi tahunan, saya mendapatkan sebuah kesempatan langka. Yayasan pemberi beasiswa saya, Van Deventer, akan mengadakan semacam pelatihan leadership untuk wilayah Indonesia bagian timur. Kampus saya mendapat jatah 2 orang dari 10 penerima beasiswa, melalui seleksi karya tulis. Alhamdulillah, saya lolos dan ternyata jatah untuk kampus saya nambah 1.

Perpisahan hari terakhir LC 5 Puntondo

Saya, Wendy, dan Pungky berangkat ke PPLH Puntondo di Makassar, untuk bertemu dengan teman-teman lainnya yang semuanya luar biasa. Ini pertama kalinya saya naik pesawat komersial, dan pertama kalinya ke luar pulau selain bali dan madura. Pelatihan berlangsung sekitar 10 hari, di sebuah pusat pendidikan lingkungan hidup, di pinggir pantai. Kawasannya cukup tertinggal, namun indah dan membuat nyaman.
Continue reading

Ma Chung Story – Part 4 – Puncak Prestasi di Dalam “Tempurung”

Besar di kandang, untuk bekal menantang alam…

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Part 1 | Part 2 | Part 3

Prolog

Memasuki tahun kedua kuliah, bukanlah hal yang mudah. Saya masih mencari jati diri di lingkungan yang serba beragam itu. Masih dalam efek “pencarian sahabat sejati yang hilang”, saya berganti-ganti teman dekat. Dari yang seetnis, seagama, hingga yang beda etnis maupun beda agama. Bukannya SARA, tapi waktu itu saya memang sedang mencari tempat yang nyaman saya tinggali. Entah kenapa, nggak ada tempat yang benar-benar nyaman. Seperti kehilangan.

Saya nggak ambil pusing, yang penting hidup saya jalan dan jadi yang terbaik. Urusan akademis saya tetap saya jalankan dengan antusias. Urusan organisasi pun nggak ketinggalan. Bisa dibilang, saya over active di masa itu. Bukan demi apa-apa. Saya hanya senang. Itu saja.
Continue reading

Reportase Halal Bihalal Bersama BloggerNgalam

Sebuah acara pengakraban diri Blogger Ngalam

Sudah tradisi, setiap tahunnya salah satu komunitas saya ini mengadakan halal bihalal. Seingat saya, sejak pendirian Blogger Ngalam sendiri yang secara semi-resmi adalah 29 Desember 2007 lalu, ini ketiga kalinya saya mengikuti halal bihalal. Pertama kali ikutan waktu 2009 lalu, di Rumah Makan Kanton sebelum pindah ke oro-oro dowo. Kedua kali ikutan waktu 2010 di Rumah Makan Kanton yang sudah pindah oro-oro dowo. Yang ketiga ini, nggak pindah juga, tetap di Rumah Makan Kanton yang di oro-oro dowo.

Secara jumlah peserta sih, tahun ini lebih sepi daripada tahun-tahun sebelumnya. Mungkin salah satunya gara-gara pemerintah yang agak galau waktu menentukan tanggal lebaran kemarin itu, jadinya banyak jadwal kegiatan pribadi yang bentrok. Keluarga saya juga jadi salah satu korbannya kok. Beberapa acara jadi bentrok, dan malah ada yang dirombak total dari rencana awal. Yah, seperti peribahasa, rakyat berusaha, pemerintah yang menentukan. Haha…
Continue reading

Reuni Merah Putih – Alumni MIN Malang 1 Lulusan 2001

10 tahun nggak ketemu?

Sepertinya sekali lagi saya harus terima kasih kepada Mark Zuckerberg, berkat Facebook yang bisa mempertemukan para teman lama. Entah kenapa, lulusan SD saya waktu itu nggak ada buku kenangan. Jadi bener-bener susah tuh kalau mau mengontak teman-teman jaman seragam merah putih itu. Saya sendiri, alih-alih jadi seorang networker seperti sekarang, dulu saya adalah pemalu yang lebih suka berteman dengan orang itu-itu aja. Dan karena dulu kelas dibuat ranking pararel, saya yang hampir selalu masuk kelas unggulan, ya temannya itu-itu aja.

Berawal dari celetukan salah seorang teman untuk mengadakan buka bersama melalui wall di group Facebook, saya pun ikut nimbrung mendukung hal tersebut. Ya seperti bisa diperkirakan, acara seperti ini pasti tingkat koordinasinya berada pada level yang sangat rendah. Jarang ada teman yang mau take in charge, mengingat hubungan emosional antar teman SD itu masih belum terlalu kuat.
Continue reading

Terima Kasih #Oblong

Reportase sederhana dari seorang ketua teraklamasi

Dua kegiatan yang cukup besar sudah selesai dijalankan. Keduanya, dengan codename #oblong. Berawal dari tawaran kerjasama dari Tim Sharing Keliling untuk menggelar acara dadakan di Malang, ternyata ini menjadi sebuah langkah awal yang cukup baik. #oblong pertama digelar dengan mengikuti alur yang direncanakan oleh Tim Sharing Keliling dari salingsilang.com.

Eits, #oblong itu apa sih? #oblong = OBrolan BLOgger NGalam. Sebuah nama yang tercetus dari nama-nama serupa seperti #obeng (Obrolan BENGawan), milik komunitas blogger bengawan. Pemakaian nama #oblong itu pula yang mempermudah publisitas dan branding acara, terutama untuk hashtag Twitter.
Continue reading

Event Ramadhan Bersama BloggerNgalam

Bukan program kerja, tapi pekerjaan yang diprogram dadakan.. hehe..

Sebagai ketua teraklamasi periode ini, sudah tanggung jawab saya untuk terus menghidupkan komunitas non-profit ini. Salah satu caranya adalah dengan terus berkopdar dan membuat beberapa acara insidental. Kopdar-kopdar sederhana sudah dilaksanakan, yang belum adalah event insidental.

Nah, kebetulan kan ini sedang memasuki bulan Ramadhan. Secara dadakan pas beberapa hari sebelum Ramadhan, saya, Sandy, dan Yaniko berkopdar untuk bahas kira-kira bisa ngadain event apa nih. Setelah pembicaraan singkat yang cukup padat itu, diputuskanlah kita mengadakan lomba photoblog untuk Ramadhan ini. Untuk detailnya, bisa dilihat di sini.
Continue reading

Muhammad Fauzil Haqqi, S.Kom.

A New Beginning

7 Juli 2011. Di ulang tahun kampus saya yang ke-4 ini, secara resmi seuntai tali yang ada di topi wisuda saya, dipindah dari kiri ke kanan oleh Rektor. Yap, kata orang sih, kalau nggak wisuda ntar gelarnya kurang mabrur. Meski wisuda di kampus saya ini bisa dibilang tergolong cukup mahal, Alhamdulillah saya masih punya rejeki untuk bayar sebagian pakai uang saya sendiri.

Bersama keluarga, tapi kurang dua..

Alhamdulillah, 30 Juni 2011 kemarin secara resmi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ma Chung mengadakan yudisium untuk mahasiswanya. Saya termasuk dalam 63 mahasiswa yang teryudisium dengan predikat “dengan pujian”, anggap saja sama seperti Cum Laude di kampus lain lah. Dengan itu, secara resmi saya juga menyandang gelar S.Kom. di nama saya ini, yang awalnya panjang jadi tambah panjang.
Continue reading

Jadi Ketua (Teraklamasi) BloggerNgalam

Telat banget postingnya, maklum akibat skripsi…

Baru aja dapat amanah jadi pengurus AMA Indonesia cabang Malang, eh lha-da-lah, kok dapat amanah lagi. Tunggu, ini amanah apa bukan se? Perasaan saya sih bukan amanah, tapi jadi tempat sampah :-P. Gara-gara ketua sebelumnya mengundurkan diri yang alasan jelasnya sendiri saya belum tahu, terus gak ada lagi yang mau mencalonkan, jadinya sayalah yang teraklamasi menjadi ketua. Begini ceritanya.

Pas itu saya memang lagi ribet sama skripsi saya, jadi jarang buka milis yang gak ada hubungannya sama kepentingan skripsi saya. Eh ternyata, di milis BloggerNgalam lagi ada thread yang membahas pengunduran diri ketua lama karena suatu alasan, dan dibukalah pencalonan ketua baru. Setelah thread menjadi cukup panjang, saya baru buka dan baru sadar kalau saya ada di daftar calon ketuanya. What?
Continue reading

Ketika Semua Berjalan Bersamaan

Hampir ngerasa nggak punya waktu luang..

Dulu, setidaknya waktu SMP dan SMA (yang saya ingat), keseharian saya setelah pulang sekolah atau waktu liburan, selalu diisi dengan main-main dan hiburan untuk diri sendiri. Mulai dari balapan ke Game Center langganan biar dapat komputer, nongkrong lama-lama di perpus langganan sambil nunggu buku inceran dikembalikan, seharian namatin game di rumah dan gak belajar. Kebanyakan semua isinya kesenangan untuk diri sendiri.

Sejak masuk kampus saya di Universitas Ma Chung, saya niat untuk berubah dan aktif di berbagai organisasi. Diawali dengan jadi anggota BEMU yang ternyata cukup menyita waktu luang namun penuh pengalaman, hingga saat ini terlibat di berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Otomatis, waktu saya juga harus saya bagi untuk organisasi yang saya ikuti.
Continue reading