Indahnya Gili Labak dan Meriahnya Sambutan Desa Sema’an – Hari 1 & 2

gili-labak

Dulu(uuuu banget) saya sempat anti sama yang namanya madura, kecuali sate madura. Kesannya, madura itu penuh dengan kekerasan (carok) dan tempatnya yang panas kering kerontang, gak ada bagus-bagusnya. Tapi semua berubah, sejak negara koalisi merah muda Indonesia kedatangan yang namanya Internet. Banyak sekali referensi wisata yang muncul di berbagai situs.

Tak disangka, ternyata saya juga bakal ikut andil dalam mempromosikan salah satu bagian dari propinsi Jawa Timur tercinta ini. Weekend beberapa minggu lalu, saya dapat undangan dari Wahyu Alam, temen blogger dari Plat M (Komunitas Blogger Madura), untuk mengunjungi salah satu spot wisata di Madura. Dan ini undangan terbatas!

Continue reading

Relawan Itu Keren – @bloggerngalam Beraksi untuk #PrayForKelud

Nametag Bloggerngalam

Tanggal 13 Februari 2014 lalu, Gunung Kelud meletus pada jam 22:50. Waktu itu, saya baru sampai rumah sekitar jam 10 malam, setelah nongkrong bareng temen-temen. Langsung saja saya pantau timeline, ada beberapa tweet tentang Kelud.

Salah satu tweet teman mengatakan bahwa ada banyak kilat menyambar di atas letusan. Langsung saya naik ke atas genteng rumah. Meski mendung, dari rumah terlihat cukup banyak kilatan cahaya yang dalam bahasa ilmiahnya disebut sebagai Dirty Thunderstorm.

Continue reading

Ternyata Bisa Juga Menang Lomba Tweet

2014-02-10-20.09

“Cetung!” Dapat notifikasi FB untuk sebuah acara yang akan diadakan di Surabaya. Acaranya adalah sosialisasi pembukaan Indigo Incubator 2014. Awalnya saya agak berat untuk berangkat, karena kerjaan kantor masih banyak. Tapi karena disediakan transport dan saya pikir bisa sambil nambah network, saya iyakan untuk berangkat. Saya masukkan dalam agenda, 10 Februari 2014.

Continue reading

Sharing di Radio PuspitaFM

Siaran Radio

Pagi ini saya sharing lagi tentang Business Model Canvas, sebuah tool yang sangat bermanfaat untuk memodelkan bisnis Anda. Kali ini saya sharing dalam sebuah talkshow session dengan nama “Simple Business”, di radio lokal PuspitaFM Malang.

Berawal dari obrolan sederhana dengan Mas Audi, salah satu anggota AMA Malang, saya diminta untuk mengisi sesi ini. Yang mana, ternyata acara kerjasama AMA Malang dengan pihak radio. Saya iyain aja, toh juga gak ada agenda urgent hari Selasa ini.

Continue reading

Ya, Saya Introvert

Berdasarkan tes kepribadian yang saya ambil di website MyPersonality.info, tertulis dengan sangat jelas bahwa saya adalah seorang INTJ. Hasil tes terakhir, saya 58% lebih ke arah introvert (42% extrovert). Ini masih lebih kecil daripada dulu waktu saya awal kuliah, seingat saya sekitar 70-80% level introvertnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah gambar menarik di sebuah grup Facebook untuk orang INTJ (yang menurut riset termasuk golongan orang terlangka di bumi). Gambar itu adalah gambar yang Anda lihat di bawah ini.

intj

Dari gambar tersebut, sebagian besar memang sesuai dengan kepribadian saya. Dan mungkin, cocok untuk sebagian besar manusia introvert. Di post ini saya mau coba cerita sedikit tentang gambar tersebut.

Continue reading

Fashion-less

Punya kemeja cuma beberapa helai. Kalau foto acara resmi, pasti kesannya bajunya “itu-itu aja”.

Punya batik cuma beberapa helai. Sama. Kalau foto acara resmi, pasti kesannya cuma punya batik “itu-itu aja”.

Punya kaos unik / kualitas distro cuma beberapa helai. Sama juga. Kalau ada acara have fun yang perlu tampil sedikit keren, kaosnya pasti “itu-itu aja”.

Punya jaket favorit cuma 1 atau 2 dalam suatu periode waktu. Ini apalagi. Kalau foto waktu jaketan, kesannya cuma punya jaket “itu-itu aja”.

Punya sepatu / sandal, cuma 1 dalam satu waktu. Pilih yang praktis, bisa (dianggap) jadi sepatu tapi gak ribet pakainya. Ya, kalau foto full body pasti kesannya sepatu “itu-itu aja”.

Ya, beginilah saya. Bukan pemerhati fashion, termasuk fashion diri sendiri. Apalagi pekerjaan tidak menuntut untuk ketemu orang luar setiap hari. Di kantor cuma pakai kaos biasa, gak perlu dandan, dan gak pakai sepatu.

Continue reading

Tidak Semerta-Merta Memaafkan, untuk Membimbing

Pernah ngalamin nggak, ketika sudah berusaha melakukan segala usaha untuk mencapai sesuatu, kemudian ada yang bikin emosi atau apalah hingga muncul rasa jengkel yang sedemikian dalam? Pernah juga nggak, sudah sedemikian jengkelnya, tapi hanya mendapatkan sekedar kata “maaf” dari orang itu?

Saya, cukup sering. Dan itu dari banyak orang, gak cuma satu.

Apa yang saya lakukan setelahnya? Memaafkannya?

Continue reading