Reportase Oblong Merah Muda – Part 1

Sebuah gelaran besar Blogger Ngalam untuk Indonesia.

Sudah sejak beberapa bulan yang lalu, #wacana ini dibahas dalam milis, kopdar, dan rapat serius Blogger Ngalam, sebuah komunitas Blogger di kota saya. Sebuah rencana gelaran acara terbesar komunitas ini, sejak berdiri tanggal 29 Desember 2007. Sebagai ketua teraklamasi yang masih anak bawang, ini merupakan suatu tanggung jawab yang agak merepotkan, mengingat selama ini komunitas Blogger Ngalam dikenal sebagai komunitas serba #wacana.

Karena kebersamaan itu indah

Akhirnya saya minta tolong ke McXoem untuk jadi ketua pelaksananya. Dengan sedikit bargaining, dan juga tantangan yang ada dari komunitas lain, McXoem setuju. Jadilah, waktunya untuk mewujudkan #wacana jadi realita. Rapat demi rapat, baik yang fokus maupun penuh OOT, kita jalani. Waktu itu, Blogger Ngalam belum punya basecamp, which is akhirnya lebih sering rapat di cafe atau tempat umum lainnya.
Continue reading

VDMS Alumni Regional Meeting di Surabaya

Salah satu sponsor saya hingga menjadi seperti sekarang

Ini sebenarnya bukan lanjutan dari cerita saya tentang dunia perkuliahan, tapi hal yang saya ceritakan di sini berkaitan dengan salah satu hal yang mendukung saya di dunia perkuliahan. Ya, beasiswa!

VDMS adalah sebuah yayasan beasiswa, dan saya adalah salah satu alumni penerimanya. Program yang disediakan pun tidak hanya sekedar biaya pendidikan saja, tapi juga ada pelatihan bagi yang berprestasi. Saya pernah mengikuti salah satu pelatihannya, dengan nama Leadership Conference yang bertempat di Makassar. Sebuah pelatihan yang cukup membekas di ingatan saya, karena sebelumnya saya jarang mengikuti kegiatan semacam itu.

Cerita singkatnya, ada seorang pengusaha bernama Van Deventer yang duitnya dipinjam oleh seseorang untuk menjalankan sebuah perusahaan minyak di Indonesia. Setelah sekian lama, orang tersebut meninggal. Salah satu wasiatnya, biarkan dana tersebut tetap tersimpan sebagai saham, yang mana keuntungannya akan digunakan untuk membantu pendidikan pelajar di Indonesia. Dan kemarin saya baru tahu, kalau ternyata perusahaan tersebut ternyata sekarang bernama Shell.
Continue reading

Perbedaan Manager dengan Leader

Sebuah rangkuman audio CD Leadership Revolution yang pertama

Be manager, or leader? Should be both of them.

Saya masih dalam pencarian jati diri tentang “belief” yang harus saya miliki. Setelah seminar kemarin, semangat saya untuk berkembang meningkat lagi. Salah satunya pagi ini langsung lanjut dengerin audio CD bonus seminar Tung Desem Waringin lagi. Meski saya kurang terlalu suka dengan “marketing berlebihan” di seminarnya, toh isi audio CD-nya setidaknya bermanfaat.

CD audio Leadership Revolution ini, seri pertama judulnya “Perbedaan Manager dengan Leader”. Saya juga kultwit sepanjang saya mendengarkan CD ini. Bukan berarti saya memberikan motivasi karena saya yang terbaik, saya juga manusia yang membutuhkan motivasi. Tapi saya belajar bahwa dengan memotivasi orang lain, maka diri sendiri akan termotivasi juga. Lebih enak termotivasi rame-rame kan? Hehe…
Continue reading

Jadi Ketua (Teraklamasi) BloggerNgalam

Telat banget postingnya, maklum akibat skripsi…

Baru aja dapat amanah jadi pengurus AMA Indonesia cabang Malang, eh lha-da-lah, kok dapat amanah lagi. Tunggu, ini amanah apa bukan se? Perasaan saya sih bukan amanah, tapi jadi tempat sampah :-P. Gara-gara ketua sebelumnya mengundurkan diri yang alasan jelasnya sendiri saya belum tahu, terus gak ada lagi yang mau mencalonkan, jadinya sayalah yang teraklamasi menjadi ketua. Begini ceritanya.

Pas itu saya memang lagi ribet sama skripsi saya, jadi jarang buka milis yang gak ada hubungannya sama kepentingan skripsi saya. Eh ternyata, di milis BloggerNgalam lagi ada thread yang membahas pengunduran diri ketua lama karena suatu alasan, dan dibukalah pencalonan ketua baru. Setelah thread menjadi cukup panjang, saya baru buka dan baru sadar kalau saya ada di daftar calon ketuanya. What?
Continue reading

Ketika Semua Berjalan Bersamaan

Hampir ngerasa nggak punya waktu luang..

Dulu, setidaknya waktu SMP dan SMA (yang saya ingat), keseharian saya setelah pulang sekolah atau waktu liburan, selalu diisi dengan main-main dan hiburan untuk diri sendiri. Mulai dari balapan ke Game Center langganan biar dapat komputer, nongkrong lama-lama di perpus langganan sambil nunggu buku inceran dikembalikan, seharian namatin game di rumah dan gak belajar. Kebanyakan semua isinya kesenangan untuk diri sendiri.

Sejak masuk kampus saya di Universitas Ma Chung, saya niat untuk berubah dan aktif di berbagai organisasi. Diawali dengan jadi anggota BEMU yang ternyata cukup menyita waktu luang namun penuh pengalaman, hingga saat ini terlibat di berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Otomatis, waktu saya juga harus saya bagi untuk organisasi yang saya ikuti.
Continue reading

Pemimpin, Dengarkanlah Saran Bawahanmu

Sebuah refleksi lagi, tentang kepemimpinan..

Kepemimpinan adalah sebuah seni

Belajar bersosialisasi dan berorganisasi memang nggak ada selesainya, dan selalu saja ada pelajaran di baliknya. Dalam sebuah organisasi, tentunya ada banyak orang dengan background yang berbeda. Alangkah baiknya bila pemimpin organisasi tersebut menempatkan setiap anggotanya di bidang yang sesuai, dengan demikian organisasi akan berjalan dengan baik.

Tapi tidak hanya itu, masih ada masalah lain. Seorang pemimpin, tentu saja bukan superman yang tau segala hal. Bisa jadi hal A lebih dikuasai oleh anggota Z, sedangkan pemimpinnya kurang mengetahui isi hal A tersebut. Itulah sebenarnya manfaat pembagian posisi dan tugas, sehingga masalah A tersebut dapat diselesaikan dengan baik oleh anggota Z, bukan oleh pemimpinnya.
Continue reading

Jadi Pengurus AMA Indonesia Cabang Malang

Network itu memang penting

Semalam saya menghadiri salah satu acara yang mungkin jadi titik tolak saya juga untuk menjalani masa depan. Seperti yang saya tulis di halaman Tentang Saya, saya ini tergabung dalam keanggotaan AMA Indonesia cabang Malang. Sudah sejak bulan Agustus atau September lalu saya masuk dalam organisasi ini.

Ceritanya? Saya terpilih jadi satu dari sepuluh mahasiswa yang masuk program kerjasama antara AMA Indonesia cabang Malang dengan Universitas Ma Chung, kampus saya tercinta. Bukan gratis, saya tetap harus bayar sendiri. Tapi saya memanfaatkan dana awards yang saya dapat di Dies Natalis sebelumnya, karena prestasi saya. Lumayan, bisa ikut organisasi keren ini tanpa keluar uang dari kantong sendiri.
Continue reading