Suatu Pagi Menjelang Siang di Perempatan

Gak biasanya saya pagi-pagi sudah keliling. Hari ini khusus untuk ngurus rekening bank, beli AC, dan beli lemari. Dengan lokasi yang berbeda, jadinya bener-bener muterin Malang.

Sampai di perempatan kawi-bareng, saya terhenti oleh lampu lalu lintas yang sedang merah. Di 3 mobil depan, ada 2 orang loper koran dan 1 orang pengemis. Sang pengemis, seperti biasa, menggedor-gedor jendela setiap mobil yang dilewatinya. Yang menarik perhatian saya justru salah satu dari loper koran tersebut.
Continue reading

Lahir Menangis Mendapat Senyuman, Mati Tersenyum Mendapat Tangisan

Beberapa hari yang lalu, ada acara halal-bihalal di RT saya, di Sengkaling, yang diadakan rutin setahun sekali. Biasanya sih saya males datang acara kayak gini, karena isinya cuma bapak-ibu warga doank, jarang yang seumuran. Tapi karena diminta sama ortu, akhirnya saya ikut juga. Ya tahun ini tetep donk, gak ada yang seumuran.

Seperti biasa, di halal-bihalal gini akan ada tausiah singkat. Saya lupa dari mana ustadz-nya, yang pasti dia temen bapak saya. Tausiahnya cukup singkat, tapi ada suatu hal menarik yang perlu dicamkan.

Continue reading

Vakum Menulis Itu…

Melihat post terakhir, jadi miris juga sebagai blogger nih. Ngakunya penulis, tapi gak ada postingan baru beberapa bulan. Gak cuma ngeblognya yang mandeg, tapi juga nulis di majalah ataupun di BisaKomputer, masih belum sempat juga. Hehe..

Saya sempat kontemplasi di sela-sela waktu mudik kemarin, karya apa yang sudah saya bikin dalam tahun 2014 ini. Kok sepertinya sedikit banget ya? Apa karena sekarang karya saya sudah diwakilkan oleh temen-temen tim kantor? Soalnya dipikir juga saya lebih banyak mengatur orang daripada eksekusi karya.

Continue reading

Ruang Salah

Beberapa hari yang lalu, saya ngobrol cukup panjang dengan Bayu Sava, anak pertama dari (almarhum) Pak Johan Sava, pemilik Togamas. Siapa yang tidak kenal Togamas, toko buku yang sekarang sudah punya 24 cabang di seluruh Indonesia. Kami ngobrol cukup banyak hal, karena sudah sekitar setahun lebih tidak ketemu. Pertama kali ketemu dulu waktu dia pingin bikin website baru untuk usaha server game-nya, iGame Community.

Salah satu bahasan yang cukup menarik adalah tentang “ruang salah”. Susah mendefinisikannya secara tertulis, tapi akan saya coba.

Continue reading

Jadi Pemimpin Itu Berat

Baru baca posting si Umi tentang Bu Risma, langsung saya buka YouTube. Saya cari video Mata Najwa yang buka-bukaan dengan Bu Risma, walikota Surabaya. Meski jam sudah menunjukkan jam 1 pagi, waktunya istirahat, saya bela-belain untuk nonton. Err, mending nonton acara seperti ini daripada YKS yang tidak mendidik sama sekali.

Overall, perjuangan beliau sungguh luar biasa. Seorang perempuan yang menyadari bahwa di pundaknya ada beban satu kompi rakyat Surabaya. Beban orang-orang kecil yang untuk menyokong dirinya sendiri saja masih kesusahan. Dia sadar dengan benar, bahwa jabatan hanyalah titipan.

Continue reading

Tertawakan yang Patut Ditertawakan

Ceritanya barusan gak sengaja baca quote di sebuah akun twit yang isinya kata-kata bijak. Kayak gini nih quote-nya.

You can tell how smart people are by what they laugh at.

Tina Fey

Jadi teringat betapa aneh rasanya waktu saya tertawa terhadap suatu hal yang mana orang-orang di sekitar saya gak tertawa. Bukan salah mereka sih, tapi memang wajar kalau mereka gak tau apa yang saya tertawakan.

Continue reading

Ya, Saya Introvert

Berdasarkan tes kepribadian yang saya ambil di website MyPersonality.info, tertulis dengan sangat jelas bahwa saya adalah seorang INTJ. Hasil tes terakhir, saya 58% lebih ke arah introvert (42% extrovert). Ini masih lebih kecil daripada dulu waktu saya awal kuliah, seingat saya sekitar 70-80% level introvertnya.

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah gambar menarik di sebuah grup Facebook untuk orang INTJ (yang menurut riset termasuk golongan orang terlangka di bumi). Gambar itu adalah gambar yang Anda lihat di bawah ini.

intj

Dari gambar tersebut, sebagian besar memang sesuai dengan kepribadian saya. Dan mungkin, cocok untuk sebagian besar manusia introvert. Di post ini saya mau coba cerita sedikit tentang gambar tersebut.

Continue reading

Fashion-less

Punya kemeja cuma beberapa helai. Kalau foto acara resmi, pasti kesannya bajunya “itu-itu aja”.

Punya batik cuma beberapa helai. Sama. Kalau foto acara resmi, pasti kesannya cuma punya batik “itu-itu aja”.

Punya kaos unik / kualitas distro cuma beberapa helai. Sama juga. Kalau ada acara have fun yang perlu tampil sedikit keren, kaosnya pasti “itu-itu aja”.

Punya jaket favorit cuma 1 atau 2 dalam suatu periode waktu. Ini apalagi. Kalau foto waktu jaketan, kesannya cuma punya jaket “itu-itu aja”.

Punya sepatu / sandal, cuma 1 dalam satu waktu. Pilih yang praktis, bisa (dianggap) jadi sepatu tapi gak ribet pakainya. Ya, kalau foto full body pasti kesannya sepatu “itu-itu aja”.

Ya, beginilah saya. Bukan pemerhati fashion, termasuk fashion diri sendiri. Apalagi pekerjaan tidak menuntut untuk ketemu orang luar setiap hari. Di kantor cuma pakai kaos biasa, gak perlu dandan, dan gak pakai sepatu.

Continue reading

Dia Enak Duduk-Duduk, Sementara Saya yang Kerja Keras

Apakah Anda adalah seorang karyawan, yang pernah berpikir demikian ke pimpinan / owner perusahaan tempat Anda bekerja? Apakah Anda sedemikian merasa bisa mengalahkan owner Anda tersebut hingga Anda sangat terobsesi mengincar posisi yang sama atau lebih dari dia?

Setidaknya, ada 2 kemungkinan kondisi yang terjadi:

  1. Owner perusahaan Anda memang “cuma” duduk-duduk dan asal perintah.
  2. Anda tidak tahu bahwa di belakang, owner perusahaan Anda bekerja jauh lebih keras dari Anda (bahkan sudah sejak jauh sebelum Anda bergabung di perusahaan tersebut).

Saya gak tertarik untuk membicarakan kemungkinan yang pertama. Toh saya gak ada cita-cita jadi seperti yang pertama. Saya justru ingin memberikan pengertian kepada siapapun yang berpikir seperti judul post ini, namun sebenarnya Anda sedang ada pada kemungkinan kondisi yang kedua.

Tulisan ini bukan ditulis untuk bermaksud menyombongkan diri, namun hanya mencoba memberikan sudut pandang lain terhadap trend entrepreneurship berdasarkan sedikit pengalaman saya berwirausaha.

Continue reading