Perjalanan Sail Belitung – Part 5
Negeri laskar pelangi yang sungguh indah
Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4
Pulau terakhir yang ada dalam daftar perjalanan Sail Belitung tentu saja adalah Pulau Belitung, negerinya laskar pelangi. Di pulau inilah acara puncak rangkaian LNRPB Wakatobi-Belitung diadakan. Presiden dijadwalkan datang, yang ternyata gak jadi karena pergantian kabinet, digantikan dengan Wakil Presiden. Prinsip saya selama di sana sih, enjoy aja menikmati pemandangan yang indah.

Bersama teman-teman kemenpora
Kita sempat mampir ke lokasi syuting laskar pelangi dan sang pemimpi. Subhanallah, memang indah tempatnya. Pantai yang penuh dengan batu besar, namun juga pasir putih yang mana sangat amat halus sekali. Sungguh tempat sempurna untuk liburan. Sayangnya, masih belum terawat untuk turis. Dalam hati, saya berencana untuk mengajak keluarga saya berlibur ke sana lagi.
Read MorePerjalanan Sail Belitung – Part 4
Pengalaman pertama jadi pemateri pemuda se-Indonesia
Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2 | Part 3
Saya ingatkan lagi, di sana saya bukan peserta, tapi jadi pemateri. Jarang-jarang orang semuda saya bisa jadi pemateri, dan jujur saya nervous banget. Karena saya nervous, ditambah lagi suasana antar dua kubu panitia yang gak enak, plus dua kubu peserta juga yang rasanya gak enak (gara-gara tahu pas ngobrol bareng panitia sih), saya jadi tambah males keluar. Padahal, salah satu tujuan saya adalah nyari network se-Indonesia tuh. Apa boleh buat, mood mengalahkan saya.

Cover salah satu materi presentasi saya
Sebelumnya, setelah ngobrol dengan Pak Budi dari Kemenpora dan Pak Harun dari panitia AL-nya, saya dijadwalkan mengisi 3 materi. Jujur, waktu itu saya belum siap secara lengkap materinya. Saya berencana bikin pas di kapal. Eh tapi, karena nggak ada internet, materi yang saya buat adalah sebisa saya dengan sumber yang terbatas.
Read MorePerjalanan Sail Belitung – Part 3
Pertama kali (dan semoga terakhir kali) mandi khatulistiwa
Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2
Selepas balik ke Jakarta, Mas Agung Widodo sama sekali gak ngomong apa-apa ke saya. Sejak dari Dumai, waktu-waktu saya banyak dihabiskan di kamar panitia Kemenpora itu. Sambil ngehabisin buku bacaan yang saya bawa, menikmati popmie yang ada, mendinginkan kepala sambil cerita-cerita tentang bobroknya kepanitiaan TNI AL yang baru ini.

Selesai jamuan mandi khatulistiwa, pada denger khotbah dari Dewa
Suatu malam dalam perjalanan dari Dumai ke Bangka, Mas Agung (bukan yang widodo) dari Kemenpora nyeletuk ke saya, “Udah siap mandi sauna kan? Pake celana pendek aja tidurnya”. Nah, saya belum paham tuh tentang apa. Tapi saya ikuti aja lah. Biasanya tidur pake celana jeans biasa, malam itu saya pakai celana3/4 batik yang biasa-biasa aja. Dan, tidurlah saya.
Rrrroaaaarrrr!!! Duaaarrrrr!!! Hyyuuuuu!!!
Tiba-tiba, di tengah nyenyaknya tidur, speaker yang biasa buat pengumuman bersuara keras. Saya terbangun juga, tapi semuanya gelap. Gak ada lampu sama sekali!
Read MorePerjalanan Sail Belitung – Part 2
Naik kapal KRI Makassar 590
Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1
Setelah dari Pulau Panjang, kita sempat menikmati Kota Batam sebelum balik ke kapal lagi untuk berlayar. Waktu itu saya belum melihat sama sekali kapalnya. Di Batam, kita cuma jalan-jalan ke sebuah mall saja. Memang sepertinya berdasarkan rumor, barang elektronik di Batam harganya miring. Tapi belum tentu semuanya adalah barang resmi. Bisa jadi adalah black market. Dan yang bikin berbeda, colokan listriknya itu kaki tiga, bukan kaki dua seperti biasanya di Jawa.

Sempat main ke Kota Batam
Setelah puas jalan-jalan, kita balik ke bus untuk menuju dermaga. Wah, pertama kalinya saya melihat kapal yang akan saya naiki dari Batam menuju berbagai pulau sebelum kembali ke Jakarta ini. Kapalnya besar banget, khas kapal perang.
Read MorePerjalanan Sail Belitung – Part 1
Perjuangan menuju Pulau Panjang
Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini: Preface
Hari Kamis pagi, tanggal 30 September 2011 saya bersiap menuju Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta untuk terbang ke Batam. Saya dan Mas Agung yang berencana berangkat naik bus trans Yogyakarta, ganti halauan naik taksi, daripada terlambat. Di bandara, kita ketemuan sama Mas Boimin, sang ketua KPN ini. Yang sedikit kecewa adalah sepertinya pengaturan transportasi kami kurang jelas, sehingga kami cukup terkatung-katung.

Salah satu jembatan dari 6 jembatan
Karena bukan penerbangan langsung, saya otomatis harus transit Jakarta. Sumpah, lama banget transitnya, 4 jam lebih. Ditambah lagi pesawatnya delay 45 menit, tambah bikin bosen aja. Untung sudah beberapa bulan ini terbiasa bawa 1-2 buku di tas kecil untuk bacaan di saat-saat seperti ini. Hitung-hitung nambah wawasan sembari nunggu waktu berjalan. Yah, walau kadang-kadang masih teralihkan dengan internetan di HP sih. Hehehe…
Read More




Recent Comments