Relawan Itu Keren – @bloggerngalam Beraksi untuk #PrayForKelud

Nametag Bloggerngalam

Tanggal 13 Februari 2014 lalu, Gunung Kelud meletus pada jam 22:50. Waktu itu, saya baru sampai rumah sekitar jam 10 malam, setelah nongkrong bareng temen-temen. Langsung saja saya pantau timeline, ada beberapa tweet tentang Kelud.

Salah satu tweet teman mengatakan bahwa ada banyak kilat menyambar di atas letusan. Langsung saya naik ke atas genteng rumah. Meski mendung, dari rumah terlihat cukup banyak kilatan cahaya yang dalam bahasa ilmiahnya disebut sebagai Dirty Thunderstorm.

Continue reading

Mangkang Camp – Day 7, 8, 9, 10

Other story about my first work camp

Tuesday, 22nd February, the seventh day in Mangkang. We woke up very early, because we had to go to Kudus City, where the Djarum company is. We were picked by 2 cars from the company. It takes about 2-3 hours from our camp to Djarum Company. We were greeted by the Manager of Public Relational department and 2 Beswan student. Because it was already time to lunch, the Manager treated us to eat soto kudus, one of the delicious dish in Kudus. The difference is soto kudus use buffalo’s meat, not cow’s. It was because of Sunan Kudus really respect about local people who were Hindu.

After that, we went to IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), where the waste from factory would be processed. Then, we went to PPT (Pusat Pembibitan Tanaman), where they are seeding tree or vegetables. We went back to IPAL to meet Beswan with the local children too. Beswan are the students who received scholarship from Djarum company. They are obligated to teach the local children in IPAL. There, I thought I met my soul mate, but because we really had a short time, I could not managed to acquaint with her. But it’s okay, because I still try to reach her with someone’s help. Hehe..
Continue reading

Mangkang Camp – Day 4, 5, 6

Actually, I don’t really remember what I did..

Yeah, it’s been so long since my Mangkang Work Camp. But because I have promised that I would write all my activities (as long as I remember) in this blog, I will do it. Fortunately I wrote my Facebook status during the camp, so I can read it again and then write it in this post.

The fourth day, it was Saturday. In the morning, we visited another school near the camp site, MI Al-Hidayah. MI stands for Madrasah Ibtidaiyah, one kind of Islamic school in elementary grade. Three class grouped in one, so crowded when we were teaching. But my friends said that I could manage the situation. Yeah, actually it was really fun. We taught garbage collection education, separating organic and inorganic garbage.
Continue reading

Mangkang Camp – Day 3

Pertama kalinya ngajar anak SD

Hari ketiga, akan saya coba tulis dalam English, supaya nantinya bisa dibaca sama temen-temen work camp lainnya.

Okay, yesterday we have prepared for today’s activity. We will go to visit SD Mangkang Wetan school, and then playing with local scout (pramuka), and other exciting activities. I have been chosen as the team leader for teaching class 4 with other friends.

Haqqi (me), Laili, Kimura, Yutaro, Celine, and Vuokko was in my team. Of course we are from Indonesia would take care a lot, because the students could not understand english. We started at 8 o’clock. We entered the classroom, and the children were so crowded.
Continue reading

Mangkang Camp – Day 2

Mulai merasakan hidup nyaman di desa

Hari kedua, terbangun di pagi hari dengan keluhan dari peserta jepang dan Finlandia yang digigit nyamuk semalaman. Haha. Kita sarapan bareng, dengan roti tawar dan beragam selai yang sudah dibeli kemarin. Sedikit cerita-cerita dan masih canggung dalam obrolan sih.

Saya dapat jatah sebagai Cooking team bersama 5 orang lainnya. Paginya, jadwal kita adalah jalan-jalan ke pasar tradisional. Peserta masih berjumlah 12 orang total. Karena satu orang dari Jepang belum datang. Kita naik dokar, 2 orang tinggal, 1 orang mengurus ijin untuk school visit besok, 7 orang naik dokar, dan 2 orang naik ojek. Kita jalan-jalan untuk nyari bahan masakan buat beberapa hari ke depan.
Continue reading

Mangkang Camp – Day 1

Sebuah event yang berbeda dari keseharian seorang programmer

Event ini sudah direncanakan sejak bulan september lalu (seingat saya). Sebuah kegiatan yang sama sekali berbeda dengan rutinitas keseharian saya. Berkat informasi dari si Umi, saya menganggarkan uang beasiswa tahunan yang saya dapat untuk mendanai kegiatan ini. Sebuah work camp, atau bahasa indonesianya kemah untuk pengabdian masyarakat, yang diselenggarakan oleh organisasi bernama Indonesia International Work Camp.

Saya kebetulan dapat jatah camp Mangkang Camp ke-13, yang diselenggarakan mulai 16 Februari sampai 1 Maret tahun 2011 ini. Salah satu motivasi saya adalah untuk bertemu dengan berbagai orang dari seluruh dunia yang punya visi sosial juga. Selain itu, sebenarnya sih saya merencanakan untuk apply atau pindah ke camp waktu liburan kuliah, tapi karena nggak bisa diganti, ya udah terpaksa ijin kuliah selama 2 minggu dulu. Motivasi saya yang lain adalah untuk menikmati kehidupan alam yang berbeda dari keseharian saya selama ini.
Continue reading