Filosofi Mata dan Spion

Sejenak aku merenung..
Ada pertanyaan kecil di otak..
Mengapa mata kita hanya menghadap depan?
Dan mengapa spion diciptakan?

Aku mulai memutar otak..
Karena aku yakin semua tercipta dengan tujuan..
Dan aku mencoba berbagi hikmah apa yang kudapatkan..

Mata diciptakan di depan, karena kita harus melangkah maju..
Ya, maju ke depan..
Tapi mengapa ada spion?
Dan mengapa berukuran kecil?

Spion hanya digunakan sesaat untuk melihat ke belakang..
Itu berarti kita perlu melihat masa lalu, tapi cukup hanya sejenak..
Bayangkan jika kita terus-terusan hanya memandang spion..
Mimpi indah di depan mata tak akan terwujud..
Hanya bayangan semu masa lalu yang akan kita ratapi..
Dan mungkin kita akan menabrak mara bahaya di depan, karena tak melihatnya..
Bukankah kita berjalan ke depan?

Itulah kawan..
Banyak hal luar biasa di depan sana..
Janganlah terlalu meratapi masa lalumu..
Janganlah berbalik, cukup lihat dengan spion..
Namun jangan terlalu sering pula memandangnya..
Fokuslah dengan apa yang akan kau hadapi..
Bukan terpaku pada penyesalan abadi..
Wujudkan mimpimu hai kawan..
Jadikan itu kebanggaanmu..
Untuk menghapus rasa penyesalanmu..


HQ-20101207
Bukan puisi, hanya motivasi. Untuk kita semua, dan khususnya bagiku.

Ciri-Ciri Entrepreneur

Copas lagi, tapi semoga memberi inspirasi

Selangkah lebih maju

Saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur!

Menjadi seorang entrepreneur memang tidak mudah, besarnya resiko usaha menjadi salah satu penghalang terbesar bagi masyarakat untuk memulai usaha. Bahkan karena takut menghadapi resiko, banyak masyarakat yang berhenti ditengah jalan dan yang lebih parah lagi banyak diantara mereka yang mundur sebelum mereka mencoba. Mereka lebih memilih zona aman tanpa memikirkan besarnya resiko kerugian. Tak heran jika masyarakat kita lebih berminat menjadi pegawai negeri sipil atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan dibandingkan menjadi seorang entrepreneur. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua orang memiliki jiwa entrepreneur.

Sahabat Pagi

Tetesan embun membasahi halaman..
Kicauan burung mendamaikan hati..
Sepoi angin menyegarkan badan..
Sinar mentari sadarkan dari mimpi..

Secangkir teh manis menemani..
Membangkitkan liarnya inspirasi..
Senandung pohon yang bernyanyi..
Menambah indahnya pagi ini..

Kuambil gitar kesayangan..
Kudendangkan lagu kebanggaan..
Suaraku terdengar oleh awan..
Yang tersenyum kepada alam..

Gemecik jernihnya sungai..
Hamparan karpet hijau rerumputan..
Kuningnya padi yang merunduk..

Terima kasih Ya Allah..
Telah kau berikan pagi ini..
Sekali lagi, untukku dan dunia..
Untuk wujudkan mimpi..
Yang semalam terbayang..


HQ-20101207
Pagi yang menakjubkan

Fajar

Satu hal yang kusuka dari malam..
Sunyinya tak pernah tergantikan..
Detak jarum jam terdengar teratur..
Beriringan dengan suara jantungku..

Aku tahu ini akan segera berakhir..
Lalu berganti dengan teriknya siang..
Bisingnya lalu lintas jalanan..
Memekakkan telingaku hai kawan..

Tapi sebelum itu terjadi..
Ada keindahan yang luar biasa..
Cahaya merah perlahan muncul..
Dari ufuk timur, dan semakin terang..

Kicauan burung yang terbangun..
Mengubah tenang menjadi damai..
Tetesan embun yang menyegarkan..
Tercium aroma kemurnian alam..

Aku berjalan perlahan..
Menikmati nyanyian sang alam..
Fajar..
Engkaulah pendamai malam dan siang..


HQ-20101206
Ketika menikmati penghujung malam

Harapan dalam Hujan

Rintikan air membasahi rerumputan..
Suara guntur memekakkan telinga..
Di bawah guyuran hujan aku memandang langit..
Penuh harap, penuh mimpi..

Dengan seluruh keyakinan, tanganku menengadah..
Kupanggil nama Allah dalam suara, sang pencipta alam..
Lantunan doa menyertai guratan hatiku..
Penuh khidmat, penuh ikhlas..

Seperti keyakinan bumi akan hangatnya matahari..
Yang akan datang kala mendung menghilang..
Seperti keyakinan laut akan sejuknya air..
Yang akan kembali bertualang dari hulu..

Perih ini, aku yakin akan terobati..
Sedih ini, aku yakin berubah jadi tawa..
Mimpi ini, aku yakin hanya tertunda..
Karena, aku percaya..


HQ-20101203
Hujan pun memberi inspirasi

Perpisahan

Karena setiap hidup, pasti ada mati..
Karena setiap mekar, pasti ada layu..
Karena setiap terang, pasti ada gelap..
Karena setiap pasang, pasti ada surut..
Karena setiap terjaga, pasti ada lelap..
Karena setiap subur, pasti ada gersang..

Ya, sama..
Karena setiap pertemuan, pasti ada perpisahan..
Tapi..
Aku yakin semua akan indah pada waktunya..


HQ-20101202
Mencari waktu yang tepat tuk berpisah

123