Ketika Semua Berjalan Bersamaan

Hampir ngerasa nggak punya waktu luang..

Dulu, setidaknya waktu SMP dan SMA (yang saya ingat), keseharian saya setelah pulang sekolah atau waktu liburan, selalu diisi dengan main-main dan hiburan untuk diri sendiri. Mulai dari balapan ke Game Center langganan biar dapat komputer, nongkrong lama-lama di perpus langganan sambil nunggu buku inceran dikembalikan, seharian namatin game di rumah dan gak belajar. Kebanyakan semua isinya kesenangan untuk diri sendiri.

Sejak masuk kampus saya di Universitas Ma Chung, saya niat untuk berubah dan aktif di berbagai organisasi. Diawali dengan jadi anggota BEMU yang ternyata cukup menyita waktu luang namun penuh pengalaman, hingga saat ini terlibat di berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Otomatis, waktu saya juga harus saya bagi untuk organisasi yang saya ikuti.

Berkomunikasi yang Baik dan Menyenangkan Itu Susah

Sebuah pelajaran lagi hari ini..

Saya ini tipe kepribadian INTJ, yang saya tahu berdasarkan tes yang saya ambil sekitar 2 tahun yang lalu. Yang pasti, kemampuan interpersonal saya itu paling rendah sesuai tes kepribadian tersebut. Saya akui, memang kemampuan saya kurang dalam hal komunikasi.

Bukan karena saya ini diciptakan sebagai tipe pemikir, bukan karena saya terlahir dengan kemampuan kuat di logika, bukan juga karena takdir, tetapi mungkin karena belum terlatih saja. Sebab, sejak dulu saya lebih suka sendiri dan kurang suka berada di keramaian. Keseharian saya pun lebih banyak saya gunakan untuk berinteraksi dengan berbagai barang digital, yang menyebabkan saya jadi cukup geek juga.

Pemimpin, Dengarkanlah Saran Bawahanmu

Sebuah refleksi lagi, tentang kepemimpinan..

Kepemimpinan adalah sebuah seni

Belajar bersosialisasi dan berorganisasi memang nggak ada selesainya, dan selalu saja ada pelajaran di baliknya. Dalam sebuah organisasi, tentunya ada banyak orang dengan background yang berbeda. Alangkah baiknya bila pemimpin organisasi tersebut menempatkan setiap anggotanya di bidang yang sesuai, dengan demikian organisasi akan berjalan dengan baik.

Tapi tidak hanya itu, masih ada masalah lain. Seorang pemimpin, tentu saja bukan superman yang tau segala hal. Bisa jadi hal A lebih dikuasai oleh anggota Z, sedangkan pemimpinnya kurang mengetahui isi hal A tersebut. Itulah sebenarnya manfaat pembagian posisi dan tugas, sehingga masalah A tersebut dapat diselesaikan dengan baik oleh anggota Z, bukan oleh pemimpinnya.

Saya Marah

Meski tetap tersenyum, tapi..

Meski jarang menunjukkannya secara langsung di depan orang yang bikin saya emosi, tapi saya juga bisa marah loh sebenarnya. Saya cuma manusia biasa yang meski marah tetap mencoba untuk bersabar dan mengerti mengapa orang lain itu bertindak suatu hal yang membuat saya marah. Modelling, tetap menjadi salah satu cara saya untuk terus mencoba menjadi bijak.

Di luar itu semua, sekarang saya coba introspeksi diri dan membuat daftar apa saja hal yang biasanya membuat saya marah, setidaknya marah dalam hati.

Tentang Skripsi Itu..

Perjuangan belum berakhir bung..

Menjelang saat-saat terakhir

Barusan pulang konsultasi akhir skripsi saya di MOG, ditemani hujan yang ternyata bisa bikin basah (nyesel gak bawa jas hujan). Meskipun terpaan tweet “DO” dari Maulidi terus menerpa, ternyata masih lebih kuat tekanan tidak langsung dari dosen pembimbing saya yang sangat perhatian. Gimana mau nggak nyicil kerjaan kalau setiap seminggu sekali harus lapor progress, dan kalau nggak nongol di kantornya pasti di-sms, YM, bahkan telepon.

Kalau diruntut dari awal persetujuan proposal atau pengetikan kode program pertama, itu saya lakukan sejak bulan Desember 2010. Lama banget ya? Sangat. Tapi sebenarnya waktu sebanyak itu juga sangat nggak efektif sekali, karena bukan untuk skripsi saja. Saya masih mengambil beberapa mata kuliah yang memang sengaja saya ambil telat. Saya masih harus menulis artikel demi sesuap nasi dan se-truck berlian. Saya juga terlibat di berbagai kegiatan lainnya.

Mencoba Semuanya, Buat Apa?

Saya adalah geek yang bukan sekedar geek..

Berada di depan laptop seharian kadang bisa jadi rutinitas saya. Ngapain? Kalau untuk akhir-akhir ini sih, memang harus garap skripsi, di mana topik skripsi saya adalah membuat program jejaring alumni kampus saya yang notabene baru ada alumni mulai tahun ini. Jadi mau nggak mau ya bisa seharian di depan laptop.

Tapi di luar masalah skripsi, memang hidup saya penuh dengan teknologi. Ya, saya ini geek. Dalam Wikipedia, istilah Geek punya banyak arti dalam rentang “a computer expert or enthusiast” sampai batas “a carnival performer who performs sensationally morbid or disgusting acts”. Di titik mana ke-geek-an saya ini?