Makan Enak di Pusat Kuliner Top Khas Malang? Ya di Grand Food Court!

Laporan setelah undangan gladi bersih

Wik, judulnya panjang amat? Yup, demi membalas perlakuan baik dari pemilik Grand Food Court yang telah mengundang Komunitas Blogger Ngalam kemarin dalam acara gladi bersih sebelum pembukaan, saya mau memberikan review ini. Sebagai ketua Blogger Ngalam, saya pribadi sangat berterima kasih kepada Pak Hari Mulyo sebagai salah satu management yang menghubungi saya dan Pak Hartono sebagai GM-nya Grand Food Court ini.

Banner yang ada di depan Grand Food Court

Jam 5 tepat, saya sudah sampai di TKP Grand Food Court, di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sebelah gedung Telkom Blimbing, Malang. Sambil nunggu teman-teman yang lain, saya coba mengamati daftar tenant yang ada. Wik, semua isinya kuliner top khas Malang. Saya pernah dengar juga cerita dari pemiliknya, bahwa tenant-nya memang bukan yang sembarangan.

Perjalanan Sail Belitung – Part 5

Negeri laskar pelangi yang sungguh indah

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

Pulau terakhir yang ada dalam daftar perjalanan Sail Belitung tentu saja adalah Pulau Belitung, negerinya laskar pelangi. Di pulau inilah acara puncak rangkaian LNRPB Wakatobi-Belitung diadakan. Presiden dijadwalkan datang, yang ternyata gak jadi karena pergantian kabinet, digantikan dengan Wakil Presiden. Prinsip saya selama di sana sih, enjoy aja menikmati pemandangan yang indah.

Bersama teman-teman kemenpora

Kita sempat mampir ke lokasi syuting laskar pelangi dan sang pemimpi. Subhanallah, memang indah tempatnya. Pantai yang penuh dengan batu besar, namun juga pasir putih yang mana sangat amat halus sekali. Sungguh tempat sempurna untuk liburan. Sayangnya, masih belum terawat untuk turis. Dalam hati, saya berencana untuk mengajak keluarga saya berlibur ke sana lagi.

Perjalanan Sail Belitung – Part 4

Pengalaman pertama jadi pemateri pemuda se-Indonesia

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2 | Part 3

Saya ingatkan lagi, di sana saya bukan peserta, tapi jadi pemateri. Jarang-jarang orang semuda saya bisa jadi pemateri, dan jujur saya nervous banget. Karena saya nervous, ditambah lagi suasana antar dua kubu panitia yang gak enak, plus dua kubu peserta juga yang rasanya gak enak (gara-gara tahu pas ngobrol bareng panitia sih), saya jadi tambah males keluar. Padahal, salah satu tujuan saya adalah nyari network se-Indonesia tuh. Apa boleh buat, mood mengalahkan saya.

Cover salah satu materi presentasi saya

Sebelumnya, setelah ngobrol dengan Pak Budi dari Kemenpora dan Pak Harun dari panitia AL-nya, saya dijadwalkan mengisi 3 materi. Jujur, waktu itu saya belum siap secara lengkap materinya. Saya berencana bikin pas di kapal. Eh tapi, karena nggak ada internet, materi yang saya buat adalah sebisa saya dengan sumber yang terbatas.

Undangan Gladi Bersih dari Grand Food Court

Makan enak kuliner top khas Malang

Beberapa waktu lalu, saya mendapat email dari seseorang yang belum saya kenal. Setelah berkenalan, ternyata beliau adalah pemilik dari Grand Food Court, sebuah pujasera yang sedang dalam persiapan pembukaan. Beliau sangat antusias terhadap komunitas online, yang saat ini memang semakin mempengaruhi sisi marketing suatu produk.

Halaman depan Grand Food Court

Tentang Grand Food Court sendiri, ternyata pujasera ini fokus kepada kuliner top khas Malang. Diharapkan para penggemar kuliner yang ingin makan enak di Malang untuk bisa dengan nyaman mampir di pujasera ini, menikmati makanan khas Malang dengan berbagai pilihan. Saya sendiri excited dengan konsepnya, yang saya pikir bisa memudahkan saya kalau mengantar tamu luar kota yang ingin makanan atau kuliner top khas Malang. Detail kuliner yang ada di Grand Food Court bisa dilihat di websitenya http://www.grandfoodcourt.com atau Twitternya @grandfoodcourt.

Perjalanan Sail Belitung – Part 3

Pertama kali (dan semoga terakhir kali) mandi khatulistiwa

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2

Selepas balik ke Jakarta, Mas Agung Widodo sama sekali gak ngomong apa-apa ke saya. Sejak dari Dumai, waktu-waktu saya banyak dihabiskan di kamar panitia Kemenpora itu. Sambil ngehabisin buku bacaan yang saya bawa, menikmati popmie yang ada, mendinginkan kepala sambil cerita-cerita tentang bobroknya kepanitiaan TNI AL yang baru ini.

Selesai jamuan mandi khatulistiwa, pada denger khotbah dari Dewa

Suatu malam dalam perjalanan dari Dumai ke Bangka, Mas Agung (bukan yang widodo) dari Kemenpora nyeletuk ke saya, “Udah siap mandi sauna kan? Pake celana pendek aja tidurnya”. Nah, saya belum paham tuh tentang apa. Tapi saya ikuti aja lah. Biasanya tidur pake celana jeans biasa, malam itu saya pakai celana3/4 batik yang biasa-biasa aja. Dan, tidurlah saya.

Rrrroaaaarrrr!!! Duaaarrrrr!!! Hyyuuuuu!!!

Tiba-tiba, di tengah nyenyaknya tidur, speaker yang biasa buat pengumuman bersuara keras. Saya terbangun juga, tapi semuanya gelap. Gak ada lampu sama sekali!

Perjalanan Sail Belitung – Part 2

Naik kapal KRI Makassar 590

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1

Setelah dari Pulau Panjang, kita sempat menikmati Kota Batam sebelum balik ke kapal lagi untuk berlayar. Waktu itu saya belum melihat sama sekali kapalnya. Di Batam, kita cuma jalan-jalan ke sebuah mall saja. Memang sepertinya berdasarkan rumor, barang elektronik di Batam harganya miring. Tapi belum tentu semuanya adalah barang resmi. Bisa jadi adalah black market. Dan yang bikin berbeda, colokan listriknya itu kaki tiga, bukan kaki dua seperti biasanya di Jawa.

Sempat main ke Kota Batam

Setelah puas jalan-jalan, kita balik ke bus untuk menuju dermaga. Wah, pertama kalinya saya melihat kapal yang akan saya naiki dari Batam menuju berbagai pulau sebelum kembali ke Jakarta ini. Kapalnya besar banget, khas kapal perang.

12