Menunda Kesenangan, Untuk Kesenangan yang Jauh Lebih Besar

Sedikit refleksi sederhana untuk masa depan

Tabung kesenangan hari ini, untuk kesenangan yang lebih besar nanti

Pernah nggak, denger dari orang-orang di sekitar Anda, pertanyaan seperti ini:

— Buat apa sih repot-repot gitu, hidup kan masih panjang?
— Daripada di depan komputer terus, kenapa nggak habisin waktu main-main sama teman aja tuh?
— Waaah, sibuk terus ya, kapan senang-senangnya tuh?
— Semangat banget kamu, tapi emang gak ada yang lebih asyik dikerjain?

Dan masih banyak lagi kata-kata serta pertanyaan yang sejenis dengan yang ada di atas. Kalau pernah, berarti menurut saya, Anda adalah orang yang beruntung. Mengapa? Karena nasib Anda setidaknya akan lebih baik daripada yang bertanya itu. Percayalah.

Saya sendiri juga beberapa kali menerima pertanyaan seperti itu. Justru saya pribadi merasa heran, kok bisa sih mereka bertanya seperti itu? Emang mereka nggak mau masa depan yang lebih baik dari yang lain?

Karena Komunitas Blogger Ngalam Juga, Saya Bisa Seperti Ini

Sebuah refleksi selamat ulang tahun yang keempat

Lomba Blog Wisata Sejarah  - 4th Bloggerngalam Blogger Ngalam, sebuah komunitas blogger di kota tempat tinggal saya. Komunitas yang tidak hanya berisi sekumpulan mahasiswa saja, ataupun pekerja kantoran saja, namun sangat beragam. Dari dosen, mahasiswa, penulis, programmer, editor, kepala jurusan, siswa SMA, penyiar radio, guru, dan sebagainya. Ya, banyak kepala dengan berbagai latar belakang.

Pertama kali saya ikutan ngumpul bersama komunitas ini adalah waktu kopdar idul fitri ke-2 (kalau tidak salah), di rumah makan kanton sebelum pindah ke oro-oro dowo. Di sana benar-benar kagok, pertama kalinya kenal dengan sesepuh-sesepuh Blogger Ngalam. Saya masih “no one” saat itu, bagaikan anaknya anak bawang. Namun dari sana juga semua cerita dimulai.

Roadshow BloggerNgalam Pertama: SMK PGRI Singosari

Bukan lagi wacana

Akhirnya, setelah terpending sekian lama karena kesibukan masing-masing anggota, terlaksana juga roadshow pertama dalam rangkaian ulang tahun Blogger Ngalam ini. Berkat guru kenalan @McXoem di SMK PGRI Singosari, jadinya bisa masuk lebih mudah. Padahal, kita sudah susah payah menyesuaikan dengan jadwal sekolah yang ternyata bentrok dengan ujian loh. Untungnya tetap bisa berjalan.

Peserta hadap belakang, karena slide di belakang

Saya dijadwalkan mengisi untuk topik perkenalan Blogger Ngalam dan juga Etika Blogging. Namun karena saya lagi banyak deadline malam itu, akhirnya gak sempat bikin slide khusus yang baru. Paginya pun, saya datang terlambat ke venue gara-gara masih ada urusan sama client. Ya mau gimana lagi.

Tak Tega Mengekang Mereka

Sedikit empati untuk hewan-hewan yang terkurung

Di Hari Ibu ini, justru bukan post tentang Ibu yang saya publish. Post ini, sebenarnya juga bukan dipublish karena Hari Ibu itu sendiri. Post ini, hanya sekedar uneg-uneg saya terkait saudara kita yang bernama binatang. Ide post ini, terlintas saat melihat sebuah burung yang ada dalam sebuah sangkar kecil, yang di jual di pinggir jalan.

Mereka harusnya bisa terbang tinggi ke angkasa

Sejujurnya, saya ingin sekali memelihara seekor binatang. Kelinci, kucing, hamster, atau yang lainnya. Pernah dulu pelihara seekor kura-kura kecil, nggak beberapa hari lamanya sudah mati. Sempat dibuatkan kandang kelinci berisi beberapa ekor, mati karena kehujanan. Sepertinya saya tidak jodoh untuk memelihara binatang. Hehe…

Saya Yakin, Meski Sedikit Takut

Keraguan itu pasti ada, saya nggak bohong

Logo pada saat beta version

Alhamdulillah, pabrik saya akhirnya melakukan soft launching untuk website company profile-nya. Dengan ini, meskipun belum resmi, status saya sedikit berubah dari pengangguran jadi karyawan sebuah perusahaan. Kerjaan kita pun gak pernah habis dengan sedemikian banyaknya tawaran ngerjain project yang datang. Benar-benar overload untuk saat ini. Bahkan kegiatan komunitas atau organisasi lain juga cukup terbengkalai.

Nggak mudah untuk mencapai ke sini. Sempat saya ragu sewaktu 2 rekan terbaik saya, Alexander dan David Rozando, memilih untuk bekerja lebih dahulu daripada meneruskan Mimi Creative ini. Benar-benar ragu. Apakah saya bisa melanjutkan ini ya? Dengan siapa saya akan melanjutkannya?

Ma Chung Story – Part 6 – Perjalanan Menapak Realita Hidup

Tahun ke-4, mengenal besarnya dunia luar…

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5

PKL yang menjemukan

Akhir semester 6 menuju semester 7, seperti mahasiswa pada umumnya, ada sebuah mata kuliah wajib dengan nama PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang harus diselesaikan. Kebetulan karena salah satu teman saya sudah mendapat link masuk ke salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Semen Gresik, maka saya ikutan deh. Saya, Bayu, Donny, dan Fahmy dijadwalkan selama sebulan kerja praktek di perusahaan tersebut.

Tidak banyak yang bisa diceritakan di PKL ini, karena memang overall kita di sana nganggur. Dulu saya pernah bikin postingan di blog saya sebelumnya, yang sekarang tentu saja sudah expired. Intinya, PKL kali ini tidak memberi banyak tambahan ilmu bagi saya. Dan justru karena itu, saya malah bingung mau bikin laporan seperti apa.

123