Merenung Ketika Hilang Arah

Dulu saya sempat menentukan goal hidup saya setahun ke depan. Sebagian besar tercapai, sebagian lagi tertunda, dan sebagian lagi batal karena ganti arah. Saya menentukan goal itu juga karena sering mengikuti seminar-seminar motivasi yang mana selalu menganjurkan untuk menentukan goal. Gak ada salahnya emang, toh saya jadi punya target sendiri yang harus saya berikan komitmen dengan sungguh.

Setelah “tahun berlaku goal” tersebut habis, entah kenapa saya jadi agak takut untuk menentukan goal saya ke depan. Saya agak blank dengan jalan yang harus saya tempuh. Terutama karena masa-masa lulus kuliah, yang mana harus saya tentukan secepatnya. Di mata orang lain saya mungkin terlihat sudah cemerlang dan bisa apa saja, tapi saya menyadari bahwa saya tidak setinggi bayangan orang lain.