Mini-PC 5 Jutaan Pakai ASRock DeskMini x300

Sudah banyak konten, baik blog maupun YouTube, yang cerita tentang ASRock DeskMini x300 ini. Soal fitur dan spesifikasinya, tentu juga sudah jelas di website-nya. Terus, mau cerita apa lagi?

Sebentar. Postingan ini murni sharing pribadi. Bukan paid post. Jadi isinya lebih ke pengalaman personal saya sendiri.


Jadi ceritanya, di rumah orang tua saya itu ada sebuah PC / komputer. PC ini, dibeli tahun 2012an, adalah bekas dari salah satu startup saya yang sudah tutup. Jaman dulu, PC ini amat sangat mumpuni untuk coding Android. Kalau gak salah, pakai intel i5 generasi 2. RAM-nya 8GB. Jaman dulu belum ada SSD, jadi masih pakai HDD.

Setelah startup itu tutup, hanya satu PC ini saja yang saya bawa ke rumah. Untuk dipakai orang rumah. Ya Bapak, Ibu, dan Adik yang masih sekolah.

Karena waktu dibawa itu sudah jamannya SSD, maka saya pasang SSD dan VGA standar. Sudah cukup cepat dan ringan untuk dipakai sehari-hari. Bahkan sempat saya install Dota2 dan jalan di kualitas sedang dengan aman sentosa.

Alih-alih spec-nya yang sudah obsolete untuk kemajuan teknologi yang cepat ini, PC ini masih terus dipakai di rumah. Ditempatkan di kamar kosong, yang kadang dimanfaatkan sebagai kamar tamu. Kalau sepupu kecil-kecil datang, tentu juga main pakai PC ini.


Singkat cerita. Yang paling banyak pakai PC ini, Bapak saya, meninggal dunia. ~Mohon doanya

Beberapa waktu setelahnya, saya tawarkan PC ini ke saudara. Dengan asumsi, PC ini akan sangat jarang sekali terpakai.

Tidak ada jawaban “ya” secara pasti. Dan sudah berjalan lebih dari 2 bulan, tidak diambil. Ya dianggap oleh orang rumah, tidak berminat.

Waktu Ibu beres-beres rumah, diputuskanlah PC ini pindah ke kamarnya. Biar bisa dipakai tiap hari buat YouTube-an, nonton drama, atau sekedar main game “Pikachu”. Beberapa bulan sudah, PC ini berpindah tempat.

Game “Pikachu” cocokkan gambar. Bukan Pokemon RPG. Haha.

Tapi mungkin, PC ini memang waktunya jadi rezeki orang lain.

Ndilalah, menjelang liburan lebaran kemarin, yang pernah ditawarin tiba-tiba datang ke rumah, bilang mau ambil PC. Langsung saja, pikiran melayang ke mana-mana memikirkan skenarionya:

  1. Ibu sudah terbiasa pakai PC. Kalau gak ada gantinya, bisa bikin sepi nih. Lagian data-datanya nanti masa cuma dibackup ke harddisk doank.
  2. Gak mungkin mengubah penawaran ke saudara dengan bilang “ternyata masih dipakai”. Apalagi sepupu ini masih usia sekolah. Butuh komputer juga pastinya.
  3. Beli PC lagi, tetap habis-habisin tempat. Build murah nanggung, build mahal dipakai cuma sekedarnya.
  4. Beli laptop lagi, akan cepat ketinggalan teknologi (gak bisa diupgrade). Dan Ibu juga jarang mobile.

Sempat mau kasihkan PC bekas kantor seumuran yang lainnya. Tapi ternyata sudah gak bisa nyala.

Akhirnya daripada lama, saya putuskan untuk yang penting kosongkan (backup) data, terus kirim deh ke saudara. Urusan gimana ntar komputer Ibu, pikir belakangan.


Mini-PC to the Rescue

2 hari lebih, bikin simulasi rakit PC di web enterkomputer.com, salah satu toko online perangkat komputer yang dari dulu sudah saya percaya. Ada fiturnya di sana. Gak susah buat saya yang waktu SMA dulu sudah pengalaman jualan PC rakitan.

Beli, nggak. Beli, nggak. Rakit, nggak. Rakit, nggak. Bingung.

Akhirnya dengan mempertimbangkan bahwa faktor “ukuran” lebih dominan, maka terlintas untuk beli Mini-PC. Yang mana terlintas di pikiran, adalah Intel NUC. Sempat cari-cari referensi spesifikasi dan harga juga. Lumayan, untuk PC standar pakai sehari-hari, harga-nya 5 jutaan. Cuma sekitar 1 jutaan lebih mahal daripada build PC biasa dengan specs serupa.

Tapi, kok rasanya kurang sreg ya.

Salah satu tipe Intel NUC.

Sekedar informasi, mini-PC gini biasanya ada 2 versi:

  • Barebone. Isinya cuma motherboard. Dan mungkin juga CPU / processor.
  • Kit. Dari sananya sudah lengkap siap pakai.
  • Paketan. Aslinya barebone, tapi sama seller-nya dikasih kelengkapannya langsung.

Kurang sreg-nya ya karena CPU-nya di Intel NUC ini gak bisa diupgrade. Kalau nanti seandainya Ibu saya bosen pakai PC, lalu saya pakai, jelas kurang nih kemampuan CPU Intel NUC yang akan saya belikan.

Dan juga, saya punya pengalaman kurang enak dengan integrated graphic card dari Intel ini. Pernah bikin integrated GPU begini kebakar sampai 3 kali. Haha.

Browsing-browsing lagi, ternyata menemukan hal baru yang sudah jauh sekali dibandingkan pengalaman sewaktu jadi perakit PC dulu.

~ya iyalah, udah lebih dari 10 tahun lalu


x300 to the Rescue

Ternyata, ada brand lain yang mengeluarkan mini-PC! Brand yang saya kenal awalnya hanya mengeluarkan motherboard.

ASRock.

Browsing-browsing, akhirnya pilihan jatuh ke Asrock DeskMini x300 ini. Kenapa? Pendapat pribadi nih.

  1. Barebone, tapi yang bikin beda dari NUC adalah, x300 ini tidak menyertakan CPU / processor. Lebih kosongan lagi.
  2. Processor yang disupport adalah AMD dengan socket AM4. Ini adalah socket (relatif) terbaru dari AMD, yang support sampai processor Ryzen 9. Gilak, ini bisa jadi PC gaming!
  3. Harga relatif murah, dan stoknya ada di toko dekat rumah. Tentu dengan harga terbaik pula, hasil compare di toko hijau.
  4. Ukuran, jelas mini. Cuma 15,5cm x 15,5cm x 8cm. Dari depan aja cuma seukuran HP 6 inch.

Yak, gak pakai lama, langsung berangkat ke toko. Totalan, bayar. Mumpung masih buka sebelum libur lebaran.

Harga x300: Rp2.310.000,-

Tampilan depan ASRock DeskMini x300.

Komponen yang Dipilih

Naaah, tiba saatnya konten agak geek nih. Gimana tips and tricks ngerakit mini PC ini yang bener. Karena gak asal pasang komponen, lalu bisa jalan.

Tapi karena ini hanya untuk aktivitas sehari-hari, maka komponen yang saya pilih ya termasuk low-end.

CPU / Processor

Saya pilih processor paling murah dari AMD yang masih beredar di market, yaitu Athlon 200GE. Ini setara dengan Intel i3 seri U untuk NUC. Sudah cukup untuk sehari-hari.

Ada batasan khusus memilih processor. Pilih yang socket AM4, TDP (konsumsi daya) tidak lebih dari 65watt, dan harus ada graphic card-nya. Maksimal, AMD seri 4 (Renoir).

Harga: Rp950.000,-

Processor AMD paling murah yang ada di pasaran pada saat build.

RAM / Memory

Saya pakai RAM merek Team Elite dengan kapasitas 8GB, berjalan pada frekuensi 2666MHz. Pilihan paling murah juga di kelasnya. Untungnya, kualitasnya sangat oke.

Ada 2 slot RAM di x300 ini. Bisa dual channel maupun single channel.

Untuk memilih RAM, pastikan:

  • Support frekuensi terhadap CPU-nya. AMD 4000 series di 3200MHz, dan AMD di 3000/2000 pakai maksimal 2933MHz.
  • Sebenarnya RAM 4GB sudah cukup untuk pekerjaan standar. Tapi saran saya, karena integrated GPU akan memakan sebagian RAM, maka lebih baik pakai yang di atas 4GB.
  • Untuk dual channel, pakai kapasitas dan frekuensi yang sama. Kalau bisa, merek juga sama.

Realitanya, dari RAM 8GB, yang bisa digunakan oleh OS hanya 6GB. Sisanya, “dipinjam” GPU untuk jalankan graphic.

Harga: Rp715.000,-

RAM 8GB paling murah dan compatible dengan chipset dan processornya.

SSD / Harddisk

Untuk media penyimpanan, tersedia 2 slot M.2 dan 2 slot SATA (ukuran 2,5) di ASRock x300 ini. Berarti bisa pasang sampai 4 harddisk. Sesuatu yang mustahil kalau pakai laptop.

Saya pilih langsung pakai Apacer AS340 kapasitas 480GB dengan koneksi SATA. Sekali lagi, pilih yang paling murah. Tapi juga tetap kualitas oke.

Kalau mau lebih murah, dengan kapasitas lebih besar, mungkin bisa pakai SSD 120GB untuk OS dan tambah 500GB HDD laptop 2,5. Yang penting Windows-nya dipasang di SSD biar booting cepet.

Tidak ada batasan khusus untuk memilih media penyimpanan ini.

Harga: Rp825.000,-

SSD paling murah dengan kapasitas 480GB di kelasnya.

WiFi Card & Antena

Nah, komponen ini yang sedikit miskalkulasi dari perhitungan awal sebelum beli DeskMini. Didukung pula dengan idealisme gak-mau-pakai-WiFi-receiver-USB.

Sebetulnya tanpa komponen khusus ini, PC sudah bisa dipakai. Tinggal nambah WiFi USB yang murah-meriah. Tapi dasar sayanya, ngotot pakai WiFi card internal yang nempel di motherboard.

DeskMini x300 memang menyediakan satu slot WiFi card dengan port M.2 WiFi. Dari hasil searching di toko hijau, lah kok harga Intel AX200 dan juga pigtail+antena bisa sampai 500 ribuan. Mahal amat untuk 1 WiFi card.

Lalu saya sok-sokan cari alternatif seri sebelumnya. Ada alternatif second seri 9260ngw seharga 150 ribu, dan seri 9560ngw seharga 180rb. Spesifikasinya sama persis. Beda di 1 kolom, “Interface Type”. Yang mana akhirnya tahu bahwa ini krusial.

Second, atau baru? Second, atau baru? YA BARU LAH!! MASA SECOND?!?!?

Maka belilah di toko hijau, dari seller Jombang. Sudah tanya-tanya sih, katanya support x300.

Bentuk WiFi card dengan socket M2. Tapi ini yang tipenya tidak compatible.

Lalu beli juga secara terpisah, pigtail dan antenanya. Pigtail itu kabel yang tersambung antara WiFi card ke antena. Sedangkan antenanya bisa dipasang di lubang casing DeskMini. Total harganya 100 ribu.

Eng ing eeeeng.. Setelah datang, dipasang, ternyata gak kedetect! Kenapa coba?

Setelah browsing, baru tahu bahwa seri 9560 yang saya beli ini hanya support untuk chipset Intel. Gak bisa untuk chipset AMD yang ada di DeskMini. Hampir semua WiFi card dari Intel selalu terdiri atas 2 versi begini.

Retur? Karena saya kasihan sama seller, sekaligus ada rasa bersalah karena sebagai geek gak baca lebih detail, jadinya saya keep saja. Dijual sendiri nanti.

Sayangnya, karena 9260 second yang harga 150 ribu sudah sold out besoknya, maka harus beli seri baru AX200 deh. Untungnya nemu seller yang jauh lebih murah, yang jual kartu saja tanpa pigtail dan antena (karena sudah beli lebih dulu).

Harga: card Rp260.000,- + pigtail antena Rp100.000,- (gak hitung ongkir dan rugi salah pilih seri)

Antena dan pigtail pasang sendiri.

Pasang-Pasang

Gak butuh waktu lama buat masang DeskMini ini. Yang perlu jadi catatan adalah, kipas bawaan processor pasti gak akan terpakai. Karena dari DeskMini ini sudah menyediakan kipas processor dengan ukuran khusus. Akibat dari keterbatasan ruang casingnya.

Kipas bawaan dan tampilan dalam setelah dirakit.

Kabel SATA juga khusus dari ASRock. Jangan sampai hilang, karena gak mudah cari gantinya yang dijual bebas.

Maka, jadilah sebuah Mini PC merek ASRock DeskMini x300 dengan spesifikasi:

  • Mobo & Case — ASRock DeskMini x300: Rp2.310.000,-
  • CPU — AMD Athlon 200GE: Rp950.000,-
  • RAM — Team Elite SoDimm 8GB 2666MHz: Rp715.000,-
  • SSD — Apacer AS340 480GB SATA: Rp825.000,-
  • WiFi Card — Intel AX200: Rp260.000,-
  • Pigtail + antena — Beli di toko hijau: Rp100.000,-

Total untuk build Mini PC ini adalah Rp5.160.000,-

Ini lebih murah 500-800 ribuan daripada Intel NUC dengan RAM dan SSD yang sama. Bedanya di Intel NUC sudah ada integrated WiFi card dan juga slot SD Card. Dan ini GPU-nya adalah Radeon Vega. Jelas lebih oke daripada GPU Intel.

Harga di atas, di luar beli monitor dan mouse+keyboard. Karena monitor masih ada LG 22inch lama. Mouse & keyboard sih beli lagi merek ROBOT seri combo wireless KW4000. Dapat di harga 180 ribu. Lagi-lagi cari yang murah, tapi kualitas masih oke.


Sekian sharing dari saya untuk build PC untuk Ibu ini. Sekarang PC sudah terpasang dengan aman dan nyaman. Alhamdulillah.

Tes nyala hasil build sendiri. Bonus foto 2 anak kecil lucu nan gemash.

4 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.