• Home
  • /
  • Tag Archives:  Competition

Berenang Untuk Sehat

Basah-basah itu enak loh

Butterfly Stroke

Ada banyak jalan menuju Roma. Sama juga dengan kesehatan, pasti ada banyak jalan untuk mencapainya. Definisi kesehatan setiap orang pun beda-beda. Ada yang cukup gak sakit-sakitan aja, ada yang harus kekar dan bugar, dan sebagainya. Ada yang menghubungkan kesehatan dengan pola makan, ada yang dengan olahraga. Whatever, itu hak setiap orang untuk hidupnya sendiri. Saya pun juga gitu.

Saya ini orang IT, yang sebagian besar waktu saya habiskan di depan laptop dan menyelam di dunia maya. Otomatis by default bagian tubuh saya yang paling sehat dan kekar cuma 10 jari tangan dan (mungkin) otak saya. Wow, gak bayangin kalo otak punya otot. Haha. Sebenernya saya juga pingin olahraga sih, tapi karena cepet bosen waktu ngelakuin olahraga tertentu, dan males capek, biasanya rutinitas itu berhenti begitu aja.

Seleksi Mawapres 2010

Sebuah kewajiban yang mendadak datang pada saya

Ini mungkin sudah cerita basi, tapi karena baru sempat nulis post ini, jadinya ya baru bisa publish. Sebenarnya kemarin-kemarin saya lagi dirundung masalah sih, jadinya nggak mood nulis. Hehe. Sudahlah, yang penting sekarang sudah bisa nulis lagi.

Seleksi Mawapres 2010, atau singkatan dari Seleksi Mahasiswa Berprestasi 2010, adalah seleksi yang diadakan tahunan oleh pemerintah untuk mencari mahasiswa yang berprestasi tidak dari sisi akademik saja, tetapi juga sisi non-akademik. Ini definisi dari pedoman Mawapres resmi.

Mahasiswa Berprestasi adalah mahasiswa yang berhasil mencapai prestasi tinggi, baik akademik maupun non-akademik, mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, bersikap positif, serta berjiwa Pancasila.

Setiap Universitas berhak mengirimkan satu saja perwakilan mahasiswa untuk bersaing dengan mahasiswa lainnya. Untuk mencapai seleksi tingkat nasional, bagi mahasiswa dari perguruan tinggi negeri bisa dengan mudah lolos, karena begitu menjadi perwakilan Universitas-nya, langsung bisa mengikuti seleksi tingkat nasional. Tapi bagi mahasiswa dari perguruan tinggi swasta (baca: salah satunya adalah saya), harus melewati satu layer tambahan. Setelah seleksi di level Universitas, masih harus seleksi di level Kopertis (Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta), baru bisa masuk ke tahap nasional. Dan sayangnya, yang diambil dari tiap kopertis hanya 2 orang saja.

Ok, saya akan coba ceritakan dari sudut pandang dan pengalaman saya selama mengikuti seleksi ini (meski nggak sampe tahap nasional).

12