• Home
  • /
  • Author: Haqqi

Merenung Ketika Hilang Arah

Dulu saya sempat menentukan goal hidup saya setahun ke depan. Sebagian besar tercapai, sebagian lagi tertunda, dan sebagian lagi batal karena ganti arah. Saya menentukan goal itu juga karena sering mengikuti seminar-seminar motivasi yang mana selalu menganjurkan untuk menentukan goal. Gak ada salahnya emang, toh saya jadi punya target sendiri yang harus saya berikan komitmen dengan sungguh.

Setelah “tahun berlaku goal” tersebut habis, entah kenapa saya jadi agak takut untuk menentukan goal saya ke depan. Saya agak blank dengan jalan yang harus saya tempuh. Terutama karena masa-masa lulus kuliah, yang mana harus saya tentukan secepatnya. Di mata orang lain saya mungkin terlihat sudah cemerlang dan bisa apa saja, tapi saya menyadari bahwa saya tidak setinggi bayangan orang lain.

Berjejaring

Sekedar refleksi singkat (daripada bulan ini nggak ada tulisan)

Menjalani bisnis dari nol, ternyata gampang-gampang susah ya. Berbekal pengalaman seadanya, belum pernah kerja kantoran dalam waktu lama, apalagi nggak pintar-pintar amat. Tapi, tetap harus dijalani dengan sangat fokus dan cerdas. Kalo nggak gitu, buat apa pengorbanan selama satu tahun terakhir ini. Hehe…

Usut punya usut, salah satu kunci untuk kesuksesan adalah berjejaring, atau istilah yang lebih islami adalah silaturahim. Simple memang, dan jangan kaget kalau hasilnya nggak langsung kelihatan di depan mata. Justru kunci yang satu ini akan memiliki dampak panjang ke depannya. Ya, karena kita tidak ada yang tahu apa yang ditakdirkan oleh Yang di Atas.

Pengalaman Mengurus Paspor Baru di Kantor Imigrasi Malang

Karena tanpa calo pun, bisa kok.

Beberapa waktu yang lalu, setelah sempat tertunda sekian lama, akhirnya saya mengurus paspor juga. Memang belum pasti akan berangkat keluar negeri sih, tapi ini untuk jaga-jaga aja biar ntar kalo udah waktunya keluar negeri, gak pake kelabakan ngurusnya. Toh paspor juga berlaku selama 5 tahun, cukup panjang juga untuk sekedar berangan-angan keluar negeri. Dan, beginilah prosesinya.

Setelah mencari informasi via web, saya cukup tahu apa yang harus saya persiapkan. Hari pertama saya ke Kantor Imigrasi Malang, saya hanya membaca persyaratan dan mengamati bagaimana alurnya. Kantor buka mulai jam 7:30 kok, cukup pagi untuk sebuah kantor pemerintahan. Setelah itu, saya pulang untuk mempersiapkan segalanya.

3 Tipe Pemimpin dan Korelasinya Terhadap Tim

Karena saya hanya manusia biasa yang sedang belajar…

Nggak pernah kebayang gimana kondisinya kok sekarang saya ini bisa jadi seperti sekarang ini. Saya harus memimpin perusahaan yang sedang saya kembangkan ini, saya harus memimpin komunitas lokal di kota saya, saya akan jadi pemimpin keluarga nanti, dan masih banyak lagi yang harus saya pimpin. Pertanyaannya, harus seperti apakah saya berperan sebagai pemimpin tersebut?

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Kalimat di atas, di tambah dengan obrolan singkat bersama teman-teman beberapa waktu lalu, menginspirasi saya untuk menulis post ini. Post ini bisa menjadi bahan pelajaran dan refleksi pribadi saya, yang juga saya harap bisa memberi pencerahan kepada yang lainnya. Bukan tentang pemimpin yang bisa melakukan ketiga hal tersebut, tapi lebih ke tipe pemimpin berdasarkan posisinya.

Focus!

Bukan karena hyperactive, tapi memang kurang bisa mengatur diri…

Eh, ada kegiatan A. Ikutan yuk?
Eh, ada komunitas baru. Join yuk?
Eh, itu ada kompetisi. Berminat?

Dimulai sekitar 3 sampai 5 tahun yang lalu, kalimat-kalimat di atas membawa saya ke sebuah dunia yang berbeda dari dunia saya sebelumnya. Dari saya yang penuh waktu luang, hingga bisa nge-game sampai pagi, baca komik sepuasnya, dan sebagainya, menjadi manusia penuh kegiatan dan komunitas. Oke, memang saya bisa berkembang dan mengubah saya menjadi lebih baik. Saya pun merasa nyaman, karena saya bisa bereksplorasi sepuas saya.

Tulisan Saya di DailyStasion.com, Tentang Freelancer Menjadi Startup

Setelah sekian lama tak ada post…

Wow, baru sadar kalau bulan ini jari-jari tangan saya belum produktif nulis di blog ini. Yang saya lakukan hanyalah day-to-day activities yang harus dikerjakan karena urgent, bukan suatu aktifitas penting yang menuju Goal saya. Memang beberapa bulan ini saya kurang konsisten ngeblog, karena berbagai hal. Tapi, saya tetap mengaku sebagai blogger abal-abal.

Karena sempat menyatakan bergabung (entah sebagai apa) di sebuah citizen media bernama DailyStasion.com yang dirintis oleh teman-teman komunitas Stasion, saya diminta untuk menulis sebuah artikel. Kali ini saya diminta untuk menulis tentang bagaimana perjalanan dari Freelancer menjadi sebuah Startup. Nggak tahu kenapa kok saya yang diminta menulis, padahal saya sendiri belum jelas Startup-nya apa. Hehe…