Perjuangan belum berakhir bung..

Menjelang saat-saat terakhir
Barusan pulang konsultasi akhir skripsi saya di MOG, ditemani hujan yang ternyata bisa bikin basah (nyesel gak bawa jas hujan). Meskipun terpaan tweet “DO” dari Maulidi terus menerpa, ternyata masih lebih kuat tekanan tidak langsung dari dosen pembimbing saya yang sangat perhatian. Gimana mau nggak nyicil kerjaan kalau setiap seminggu sekali harus lapor progress, dan kalau nggak nongol di kantornya pasti di-sms, YM, bahkan telepon.
Kalau diruntut dari awal persetujuan proposal atau pengetikan kode program pertama, itu saya lakukan sejak bulan Desember 2010. Lama banget ya? Sangat. Tapi sebenarnya waktu sebanyak itu juga sangat nggak efektif sekali, karena bukan untuk skripsi saja. Saya masih mengambil beberapa mata kuliah yang memang sengaja saya ambil telat. Saya masih harus menulis artikel demi sesuap nasi dan se-truck berlian. Saya juga terlibat di berbagai kegiatan lainnya.


