Pertama kali (dan semoga terakhir kali) mandi khatulistiwa
Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini:
Preface | Part 1 | Part 2
Selepas balik ke Jakarta, Mas Agung Widodo sama sekali gak ngomong apa-apa ke saya. Sejak dari Dumai, waktu-waktu saya banyak dihabiskan di kamar panitia Kemenpora itu. Sambil ngehabisin buku bacaan yang saya bawa, menikmati popmie yang ada, mendinginkan kepala sambil cerita-cerita tentang bobroknya kepanitiaan TNI AL yang baru ini.

Selesai jamuan mandi khatulistiwa, pada denger khotbah dari Dewa
Suatu malam dalam perjalanan dari Dumai ke Bangka, Mas Agung (bukan yang widodo) dari Kemenpora nyeletuk ke saya, “Udah siap mandi sauna kan? Pake celana pendek aja tidurnya”. Nah, saya belum paham tuh tentang apa. Tapi saya ikuti aja lah. Biasanya tidur pake celana jeans biasa, malam itu saya pakai celana3/4 batik yang biasa-biasa aja. Dan, tidurlah saya.
Rrrroaaaarrrr!!! Duaaarrrrr!!! Hyyuuuuu!!!
Tiba-tiba, di tengah nyenyaknya tidur, speaker yang biasa buat pengumuman bersuara keras. Saya terbangun juga, tapi semuanya gelap. Gak ada lampu sama sekali!


Siapa bilang jadi