Saya Masih Hijau

Dengar kata “hijau”, jadi ingat warna favorit seseorang yang pernah berarti bagi saya. Tapi bukan itu inti post kali ini. Post ini terinspirasi dari obrolan singkat saya dengan seorang politikus lokal, tentang bagaimana pemikirannya. Dari cerita singkat itu, saya seketika menyadari lagi betapa hijaunya saya.

Ya, saya yang hijau. Saya yang akhir-akhir ini sedikit sombong karena mengingat tagline “si cerdas yang pemalas”, yang dulu pernah saya pakai. Saya yang sejenak merasa sudah tidak perlu lagi serius belajar untuk mengembangkan diri. Sebuah sifat yang seharusnya tidak saya pelihara untuk mencapai tujuan hidup saya. Alhamdulillah saya tercerahkan lagi.

BisaKomputer.com di Final Ideosource Incubation Audition

Pulangnya sih, naik merpati.. πŸ˜€

Masih tentang BisaKomputer.com, sebuah wadah bagi penulis, khususnya saya, untuk menuangkan karya-karyanya seputar komputer yang luar biasa. Beberapa minggu yang lalu, Tim BisaKomputer (BK) mendapat info sebuah event audisi untuk inkubasi startup dari Venture Capital bernama Ideosource. Audisi ini diadakan di 5 kota di Indonesia, salah satunya adalah Malang. Singkat cerita, BK iseng-iseng submit profil startup ini untuk tahap penyisihan, via email.

Ternyata, startup BK lolos menuju tahap lanjutan, yaitu pitching/presentasi di depan tim Ideosource. Lokasi presentasi waktu itu ada di Coffee Van Java, daerah tugu Malang. Awalnya sih, BK dinilai kurang pas untuk mendapatkan inkubasi dari Ideosource, kendati startup BK dinilai sudah sangat bagus di awal. Tapi ternyata, saya dihubungi secara langsung untuk diundang ikutan final di Jakarta. Setelah diskusi dengan tim BK, akhirnya saya dan Ihsan sepakat berangkat, meski dengan biaya sendiri.

Kerja: Perusahaan Raksasa, atau Perusahaan Kecil yang Mengapresiasi Anda?

Sudah lebih dari setahun saya mencoba menjalankan usaha saya. Berawal dari idealisme pribadi untuk pensiun dini, saya start Mimi Creative dengan total sebagai tim ber-4. Sekitar setahun berlalu, saya mendapatkan rezeki untuk mengembangkan sayap di ranah aplikasi mobile, dengan nama Tomatech Mobile. Dari kedua perusahaan tersebut, saya banyak belajar bagaimana memulai sebuah usaha.

Kali ini saya ingin berpikir sedikit mengenai pilihan hidup dalam hal pekerjaan utama. Dulu saya sempat galau juga dalam memilih pekerjaan saya, sebelum akhirnya saya ikut Asosiasi Manajemen Indonesia cabang Malang, dan teracuni untuk langsung terjun di dunia wirausaha dengan modal tanpa pengalaman. Jadi, meskipun saya ingin membahas bagaimana dampak memilih antara perusahaan raksasa atau perusahaan kecil, bisa jadi saya hanya menjelaskannya secara subyektif, karena saya gak tahu rasanya bekerja di perusahaan raksasa.

Youth Talk – Undangan dari AIESEC Malang

AIESEC, sudah lama saya pingin ikutan, sejak dulu waktu masih kuliah. Tapi apa daya, berkat kesibukan, akhirnya saya gak pernah ikutan organisasi tersebut. Padahal, organisasi itu untuk para mahasiswa, dan sekarang saya sudah cukup umur (baca: udzur). Nah, kebetulan sabtu kemarin Blogger Ngalam dapat undangan untuk hadri di acara AIESEC Malang, yang berjudul Youth Talk. Karena saya tertarik, dan biasanya gak ada anak Globber yang available kalo gak hari minggu, ya dengan senang hati saya datang.

Ternyata acara ini dilakukan rutin 3 bulan sekali, dengan topik yang berbeda. Acara kali ini, kebetulan topiknya adalah AIDS/HIV. Sebenarnya, ini topik yang lumayan membosankan bagi saya, soalnya dari jaman SMP dulu sudah sering ikut penyuluhannya. Tapi yang menarik di sini adalah, ternyata nara sumbernya bukan yang benar-benar ahli luar biasa gitu, tapi sesama Youth, yang memiliki kompetensi untuk sharing di acara tersebut.

Merenung Ketika Hilang Arah

Dulu saya sempat menentukan goal hidup saya setahun ke depan. Sebagian besar tercapai, sebagian lagi tertunda, dan sebagian lagi batal karena ganti arah. Saya menentukan goal itu juga karena sering mengikuti seminar-seminar motivasi yang mana selalu menganjurkan untuk menentukan goal. Gak ada salahnya emang, toh saya jadi punya target sendiri yang harus saya berikan komitmen dengan sungguh.

Setelah “tahun berlaku goal” tersebut habis, entah kenapa saya jadi agak takut untuk menentukan goal saya ke depan. Saya agak blank dengan jalan yang harus saya tempuh. Terutama karena masa-masa lulus kuliah, yang mana harus saya tentukan secepatnya. Di mata orang lain saya mungkin terlihat sudah cemerlang dan bisa apa saja, tapi saya menyadari bahwa saya tidak setinggi bayangan orang lain.

Berjejaring

Sekedar refleksi singkat (daripada bulan ini nggak ada tulisan)

Menjalani bisnis dari nol, ternyata gampang-gampang susah ya. Berbekal pengalaman seadanya, belum pernah kerja kantoran dalam waktu lama, apalagi nggak pintar-pintar amat. Tapi, tetap harus dijalani dengan sangat fokus dan cerdas. Kalo nggak gitu, buat apa pengorbanan selama satu tahun terakhir ini. Hehe…

Usut punya usut, salah satu kunci untuk kesuksesan adalah berjejaring, atau istilah yang lebih islami adalah silaturahim. Simple memang, dan jangan kaget kalau hasilnya nggak langsung kelihatan di depan mata. Justru kunci yang satu ini akan memiliki dampak panjang ke depannya. Ya, karena kita tidak ada yang tahu apa yang ditakdirkan oleh Yang di Atas.