Pengalaman Mengurus Paspor Baru di Kantor Imigrasi Malang

Karena tanpa calo pun, bisa kok.

Beberapa waktu yang lalu, setelah sempat tertunda sekian lama, akhirnya saya mengurus paspor juga. Memang belum pasti akan berangkat keluar negeri sih, tapi ini untuk jaga-jaga aja biar ntar kalo udah waktunya keluar negeri, gak pake kelabakan ngurusnya. Toh paspor juga berlaku selama 5 tahun, cukup panjang juga untuk sekedar berangan-angan keluar negeri. Dan, beginilah prosesinya.

Setelah mencari informasi via web, saya cukup tahu apa yang harus saya persiapkan. Hari pertama saya ke Kantor Imigrasi Malang, saya hanya membaca persyaratan dan mengamati bagaimana alurnya. Kantor buka mulai jam 7:30 kok, cukup pagi untuk sebuah kantor pemerintahan. Setelah itu, saya pulang untuk mempersiapkan segalanya.

3 Tipe Pemimpin dan Korelasinya Terhadap Tim

Karena saya hanya manusia biasa yang sedang belajar…

Nggak pernah kebayang gimana kondisinya kok sekarang saya ini bisa jadi seperti sekarang ini. Saya harus memimpin perusahaan yang sedang saya kembangkan ini, saya harus memimpin komunitas lokal di kota saya, saya akan jadi pemimpin keluarga nanti, dan masih banyak lagi yang harus saya pimpin. Pertanyaannya, harus seperti apakah saya berperan sebagai pemimpin tersebut?

Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

Kalimat di atas, di tambah dengan obrolan singkat bersama teman-teman beberapa waktu lalu, menginspirasi saya untuk menulis post ini. Post ini bisa menjadi bahan pelajaran dan refleksi pribadi saya, yang juga saya harap bisa memberi pencerahan kepada yang lainnya. Bukan tentang pemimpin yang bisa melakukan ketiga hal tersebut, tapi lebih ke tipe pemimpin berdasarkan posisinya.

Focus!

Bukan karena hyperactive, tapi memang kurang bisa mengatur diri…

Eh, ada kegiatan A. Ikutan yuk?
Eh, ada komunitas baru. Join yuk?
Eh, itu ada kompetisi. Berminat?

Dimulai sekitar 3 sampai 5 tahun yang lalu, kalimat-kalimat di atas membawa saya ke sebuah dunia yang berbeda dari dunia saya sebelumnya. Dari saya yang penuh waktu luang, hingga bisa nge-game sampai pagi, baca komik sepuasnya, dan sebagainya, menjadi manusia penuh kegiatan dan komunitas. Oke, memang saya bisa berkembang dan mengubah saya menjadi lebih baik. Saya pun merasa nyaman, karena saya bisa bereksplorasi sepuas saya.

Tulisan Saya di DailyStasion.com, Tentang Freelancer Menjadi Startup

Setelah sekian lama tak ada post…

Wow, baru sadar kalau bulan ini jari-jari tangan saya belum produktif nulis di blog ini. Yang saya lakukan hanyalah day-to-day activities yang harus dikerjakan karena urgent, bukan suatu aktifitas penting yang menuju Goal saya. Memang beberapa bulan ini saya kurang konsisten ngeblog, karena berbagai hal. Tapi, saya tetap mengaku sebagai blogger abal-abal.

Karena sempat menyatakan bergabung (entah sebagai apa) di sebuah citizen media bernama DailyStasion.com yang dirintis oleh teman-teman komunitas Stasion, saya diminta untuk menulis sebuah artikel. Kali ini saya diminta untuk menulis tentang bagaimana perjalanan dari Freelancer menjadi sebuah Startup. Nggak tahu kenapa kok saya yang diminta menulis, padahal saya sendiri belum jelas Startup-nya apa. Hehe…

Miliki Sendiri, atau Berpartner?

Sebuah pilihan, bukan suatu hal yang harus dipersulit.

Sudah beberapa bulan ini saya menjalankan usaha kecil-kecilan di bawah nama Mimi Creative bersama tim yang saya bentuk. Dengan berbekal skill yang membuat kami cukup percaya diri, kami merancang timeline kecil-kecilan selama beberapa bulan ke depan. Dengan memanfaatkan sebuah ruang kecil di rumah saudara saya, kita melangkah dan berhasil bertahan setidaknya selama 3-4 bulanan, dengan nyaman.

Ya, nyaman. Karena kita hidup di situasi yang kita inginkan. Berkreasi sembari mendapatkan pemasukan yang lebih dari cukup, mengembangkan secara perlahan-lahan, serta bersenang-senang bersama. Di benak kita, ini adalah roadmap yang sudah cukup stabil untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan. Sedikit demi sedikit, kita mengumpulkan bekal.

Menghargai, Menikmati, dan Mensyukuri Masa Kini

Untukmu yang saat ini masih ragu

Post ini awalnya mau saya beri judul “Menghapus Masa Lalu”. Gambarnya pun awalnya akan saya tampilkan sebuah spion, yang menggambarkan pandangan ke belakang (masa lalu). Tapi setelah menulis beberapa ratus kata, akhirnya saya putuskan untuk menggantinya dengan kata-kata yang positif, dan gambar yang menenangkan hati.

Tidak ada manusia yang nggak punya masa lalu, kecuali orang-orang yang punya penyakit keterbatasan ingatan yang akan melupakan apa yang telah dilakukannya sesaat dia selesai melakukannya. Masa lalu, akan selalu ada. Sekuat apa pun kita berusaha melupakannya, akan tetap ada. Dan semakin kita berusaha untuk mengabaikannya, dia akan semakin ada.