Terima Kasih Mozilla dan Nokia

Pengaturan ulang prioritas.

Sudah cukup lama saya mempertimbangkan hal ini, yang berkaitan dengan tidak menyempatkan diri karena prioritas. Saya pikir, daripada semua gak berjalan dengan baik, berarti harus ada yang diprioritaskan. Bukan berarti yang saya prioritaskan di bagian bawah adalah aktivitas yang gak saya suka, wong saya suka semuanya.

Pengaturan prioritas itu sebenarnya murni hak saya, dengan berbagai pertimbangan yang tidak bisa saya katakan. Yang pasti, sebisa mungkin semua saya atur agar sama-sama mendapatkan manfaat dari keputusan saya ini. Seharusnya saya juga gak perlu untuk nulis di blogpost ini, tapi agar ada sebuah bukti nyata pengakuan tertulis dari saya, ya lebih baik saya tulis saja. Hitung-hitung nambah postingan di sini. Hehe…

Antara Tidak Sempat dan Tidak Menyempatkan Diri

Sedikit renungan yang penting tapi gak penting-penting amat.

Sudah tanggal 17 bulan ini, tapi saya baru menghasilkan 1 blog post saja. Bulan kemarin saja, juga cuma bisa menelurkan 7 post saja. Apakah saya sudah bosan ngeblog? Ataukah saya terlalu sibuk hal lainnya? Atau malah saya lupa password? Bukan, bukan semuanya. Saya hanya sekedar tidak menyempatkan diri untuk menulis.

Berbagai aktivitas sehari-hari, deadline yang mengerikan, wajah klien yang penuh senyum dibalik bosnya yang bertampang sangar, kegiatan komunitas, berhubungan sosial, dan lain-lainnya, tentu gak bisa dikerjakan bareng dalam satu waktu. Saya ini manusia biasa yang hanya punya waktu sehari = 24 jam, dengan jatah waktu tidur normal 6-8 jam sehari. Tentu tidak semua bisa saya penuhi secara maksimal, meskipun saya inginkan.

FAQ Blogger Ngalam

Sekedar tulisan iseng sang ketua teraklamasi

Sudah beberapa kali ini sebagai orang yang megang status moderator di milis Blogger Ngalam, nerima email japri atau bahkan lewat facebook message tentang pertanyaan seputar komunitas laknat ini. Ya, laknat. Saking laknatnya, saya sampai bikin posting ini. Haha…

Sang singa, dari Malang Raya

Ada yang minta unsub karena kaget tiba-tiba banyak email yang pendek-pendek, ada yang bilang susah untuk masuk milis, ada yang kasih saran ini lah, itu lah, dan sebagainya. Percaya gak, beberapa pertanyaan dan pernyataan justru bikin saya tergelitik. Mungkin juga ini bisa saya jadikan bahan postingan yang menarik.

Disclaimer: Semua tulisan yang ada di sini adalah jawaban saya pribadi, bukan jawaban yang sudah dirancang bersama dengan dewan milis. Jadi, bisa dianggap mewakili jawaban komunitas, atau malah sekedar jawaban iseng saya. Hehe…

Antara Tahun Naga Air dan Kafi Kurnia

Sekedar pembangkit semangat di kala down

Foto bersama Kafi Kurnia dan pengurus AMA Malang

Ya, saya sedang sedikit down di tengah tekanan sebagai calon pengusaha baru ini. Begitu banyak ternyata hal-hal yang harus dipelajari dan dikuasai, dari sisi teknis hingga non-teknis. Kadang penat, jenuh, semangat, over semangat, ataupun bosan sama sekali. Pingin rasanya bebas, sebebas dulu waktu belum benar-benar berkomitmen terjun di sini.

Tapi untunglah, nggak salah saya ikutan Asosiasi Manajemen Indonesia, disingkat AMA, yang khususnya untuk cabang Malang ini. Kebetulan saya juga jadi pengurus di bidang IT-nya, dan sekarang sedang me-remake website-nya lagi bersama tim Mimi Creative yang sekarang. Berkat seminar bulanan yang diadakan asosiasi ini, setiap bulan pula mental dan emosi saya di-charge kembali ke penuh lagi.

Entrepreneur: Tim yang Solid Merupakan Kunci Keberlanjutan

Kenapa bukan kunci keberhasilan?

Menyusun satu demi satu kepingan bersama-sama

Menjalankan suatu usaha sendirian, tentu ada sisi positif dan negatifnya. Di sisi keuntungan, tentu saja pengusaha single fighter akan mendapatkan penghasilan yang sepenuhnya untuk diri sendiri. Seluruh jerih payah yang dikeluarkan semuanya akan kembali ke diri sendiri juga. Keputusan tertinggi perusahaan mutlak ada di tangannya. Bebas, sebebas-bebasnya.

Tetapi, bagaimana dengan hubungan sosial, kebersamaan, serta berbagi beban? Bila terjadi suatu masalah ataupun kerugian, tentu saja pengusaha single fighter harus menanggung beban itu sendirian. Pekerjaan yang bersifat rahasia khusus perusahaan pun, harus dikerjakan sendiri. Seandainya dapat keuntungan pun, perasaan bahagia tertinggi hanya dimiliki sendiri (atau dengan keluarganya).

Entrepreneur: Lulus Kuliah Langsung Buka Usaha? Bersiaplah Merasa Iri dengan yang Kerja

Nggak ada yang salah dengan jadi entreprenur maupun pegawai

Ada beberapa teman yang tanya ke saya, “Kok berani sih langsung terjun buka usaha?” Saya bingung gimana jawabnya. Kalau diingat-ingat lagi, saya sendiri cukup lupa kenapa saya kok nekat buka usaha langsung tanpa kerja dulu. Entah dulu karena gak mau terikat waktu kerja, entah karena pingin sukses lebih cepat, atau karena sekedar coba-coba. Yang pasti, sekarang saya sudah terjun di bidang ini.

Jejaring yang banyak, semakin banyak godaan

Bisa dibilang, saya ini sama sekali nggak punya pengalaman kerja di perusahaan orang lain. Sekedar PKL sih pernah, tapi kan hanya merasakan sedikit saja pengalaman jadi pegawai. Nulis di PC Media dan PC Mild pun, meski kerja di perusahaan orang lain, tekanan yang ada itu cuma deadline saja. Nggak ada tekanan lain yang berarti. Bukan hanya nggak ada tekanan, tapi juga nggak ada pengalaman tentang dunia wirausaha!