Salah Satu Cara Menjadi Bijak

Menjadi bijak itu emang gak semua orang bisa ngelakuin

Ya, sama. Saya juga masih belajar jadi bijak. Post ini terinspirasi dari sebuah kasus yang terjadi di kampus saya. Entah kenapa, jadi miris ngelihatnya. Saya sendiri tahu seberapa parahnya konflik ini baru hari ini. Telat banget yah? Maklum, udah angkatan tua, jadi jarang berkeliaran lagi di kampus. Hehe.

Menurut saya,

Salah satu langkah menjadi bijak adalah melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda

Itu yang saya coba lakukan setiap kali saya menilai sesuatu. Alhasil, saya jadi bisa lebih menghargai apa yang orang lain lakukan, dan tentu saja apa yang saya sendiri lakukan. Sebelum saya menilai orang lain, saya selalu memposisikan diri jadi orang yang saya nilai, bagaimana cara dia menilai saya. Saya juga memposisikan diri jadi orang lainnya, mencoba mengerti apa kepentingan dan maksud dari perkataan serta perlakuannya. Memang nggak gampang sih.

Sehari Bersama TPC

Sebuah relaksasi sebelum garis mati

Seluruh rombongan

Akhirnya sempet juga nulis post ini. Tanggal 10-12 Desember 2010, TuguPahlawan.com menggelar perayaan ulang tahunnya. Komunitas-komunitas tetangga diundang buat ngerayain bersama, termasuk komunitas tempat saya bernaung, BloggerNgalam.com. Undangan sudah datang sekitar 2 minggu sebelum hari H. Eh tapi eh tapi, ternyata ada resepsi nikahan sepupu tanggal 12-nya. Gak mungkin donk gak datang resepsi sepupu sendiri, dan pastinya harus bantu-bantu juga. Mikir-mikir, awalnya sih rencana skip, padahal pingin banget ikut. Tapi setelah saya kontak ke CP-nya, ternyata bisa gak full kok ikutan acaranya. Jadi saya fix ikutan dari Jumat malem-nya sampai sabtu malem.

Okeh, diputuskan yang berangkat ada 7 orang dari BloggerNgalam. Saya, Sandynata, Fajar Embun, BotKawos, Kyai Slamet, FajarMcXoem, dan Nana. 5 orang berangkat duluan jumat malam, sementara FajarMcXoem sama Kyai Slamet nyusul sabtu pagi. Tapi ada beberapa dilema.

Angin

Apakah kau marah malam ini?
Apakah kau murka pada kami?
Yang merusak bumi tempatmu..
Yang mengotori langit dengan asap..

Hentakanmu mengayunkan pohon-pohon besar..
Terpaanmu menggugurkan daun-daunnya..
Dengan suara menakutkan..
Dengan suara kemarahan..

Aku terdiam berlindung..
Aku bertanya dalam hati..
Apakah aku juga bersalah padamu?
Maafkan aku..


HQ-20101214
Mendengarkan hembusan angin malam ini

Semut

Aku bukanlah ahli semut..
Aku tak mengerti bagaimana hukum dunia semut..
Aku bahkan tak tahu jenis semut apa di depanku ini..

Yang aku tahu..
Mereka berwarna sama.. hitam..
Berbentuk sama.. mungil..
Tapi sangat kuat..

Satu hal yang aku kagum..
Mereka selalu berjalan bersama-sama..
Terlihat damai dan saling membantu..
Selalu menyapa saat bertemu kawan..
Indahnya..

Tidak bisakah manusia seperti mereka?


HQ-20101214
Dari gerombolan semut yang ada di dinding kamar

Filosofi Mata dan Spion

Sejenak aku merenung..
Ada pertanyaan kecil di otak..
Mengapa mata kita hanya menghadap depan?
Dan mengapa spion diciptakan?

Aku mulai memutar otak..
Karena aku yakin semua tercipta dengan tujuan..
Dan aku mencoba berbagi hikmah apa yang kudapatkan..

Mata diciptakan di depan, karena kita harus melangkah maju..
Ya, maju ke depan..
Tapi mengapa ada spion?
Dan mengapa berukuran kecil?

Spion hanya digunakan sesaat untuk melihat ke belakang..
Itu berarti kita perlu melihat masa lalu, tapi cukup hanya sejenak..
Bayangkan jika kita terus-terusan hanya memandang spion..
Mimpi indah di depan mata tak akan terwujud..
Hanya bayangan semu masa lalu yang akan kita ratapi..
Dan mungkin kita akan menabrak mara bahaya di depan, karena tak melihatnya..
Bukankah kita berjalan ke depan?

Itulah kawan..
Banyak hal luar biasa di depan sana..
Janganlah terlalu meratapi masa lalumu..
Janganlah berbalik, cukup lihat dengan spion..
Namun jangan terlalu sering pula memandangnya..
Fokuslah dengan apa yang akan kau hadapi..
Bukan terpaku pada penyesalan abadi..
Wujudkan mimpimu hai kawan..
Jadikan itu kebanggaanmu..
Untuk menghapus rasa penyesalanmu..


HQ-20101207
Bukan puisi, hanya motivasi. Untuk kita semua, dan khususnya bagiku.

Ciri-Ciri Entrepreneur

Copas lagi, tapi semoga memberi inspirasi

Selangkah lebih maju

Saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur!

Menjadi seorang entrepreneur memang tidak mudah, besarnya resiko usaha menjadi salah satu penghalang terbesar bagi masyarakat untuk memulai usaha. Bahkan karena takut menghadapi resiko, banyak masyarakat yang berhenti ditengah jalan dan yang lebih parah lagi banyak diantara mereka yang mundur sebelum mereka mencoba. Mereka lebih memilih zona aman tanpa memikirkan besarnya resiko kerugian. Tak heran jika masyarakat kita lebih berminat menjadi pegawai negeri sipil atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan dibandingkan menjadi seorang entrepreneur. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua orang memiliki jiwa entrepreneur.