Yang Salah dengan Perayaan Tahun Baru

Selamat tahun baru 2011

Ups, tapi kalau dilihat dari judul post ini, sepertinya kok saya men-judge gitu aja ya. Nggak kok, saya kan sedang belajar bijak, jadi ini juga salah satu buah pemikiran nganggur saya. Apa salahnya di-share toh? Hehe…

Setiap ada suatu perayaan, saya pasti kepikiran. Sebenernya perayaan itu untuk apa sih? Hura-hura? Senang-senang? Kok dipikir cuma sesaat aja. Contohnya malam tahun baru ini. Kenapa kok mau repot-repot bikin acara, terus begadang sampe berganti hari. Padahal, setelah itu ya biasa aja.

Attracted by Pillow

When the moon closes her eyes..
When the stars sing their song..
I won’t attracted, because..
When my pillow calls me..
I am ready to dream about you in my sleep..

Good night, sleep well..
^_^


HQ-20101228
Di-publish karena ternyata benar-benar bermimpi

Air Sumber Emosi

Ternyata bukan cuma sumber kehidupan

Indahnya percikan air, tak seindah PDAM beberapa hari ini...

Semua pasti bilang kalau air itu sumber kehidupan. Semua makhluk hidup butuh air, bahkan sampai kalajengking yang hidup di padan pasir tandus sekalipun. Apalagi manusia. Tubuh manusia setidaknya terdiri atas 60% air. Dokter menyarankan untuk meminum air 8 gelas sehari. Saran ini dengan asumsi bahwa suhu lingkungan cukup dingin, berat Anda 150 pounds, dan beraktifitas setara olahraga selama 20 menit sehari [1].

Sumber air di bumi pun sebenarnya sangat banyak [2]. 70% permukaan bumi tertutup oleh air (mungkin sebaiknya kita menyebut planet ini “ocean”, bukan “earth”). Tetapi ada beberapa isu terkait hal tersebut. 97,5% air adalah air asin, dan hanya 2,5% merupakan air tawar yang bisa dikonsumsi. Hampir 70% dari air tawar tersebut ada dalam bentuk es di Antartika dan Greenland. Hanya kurang dari 1% air tawar (sekitar 0,007% dari seluruh air bumi) saja yang dapat diakses secara langsung oleh manusia. Air ini bisa ditemukan di danau, sungai, bawah tanah, yang selalu diperbaharui oleh hujan dan salju.

Salah Satu Cara Menjadi Bijak

Menjadi bijak itu emang gak semua orang bisa ngelakuin

Ya, sama. Saya juga masih belajar jadi bijak. Post ini terinspirasi dari sebuah kasus yang terjadi di kampus saya. Entah kenapa, jadi miris ngelihatnya. Saya sendiri tahu seberapa parahnya konflik ini baru hari ini. Telat banget yah? Maklum, udah angkatan tua, jadi jarang berkeliaran lagi di kampus. Hehe.

Menurut saya,

Salah satu langkah menjadi bijak adalah melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda

Itu yang saya coba lakukan setiap kali saya menilai sesuatu. Alhasil, saya jadi bisa lebih menghargai apa yang orang lain lakukan, dan tentu saja apa yang saya sendiri lakukan. Sebelum saya menilai orang lain, saya selalu memposisikan diri jadi orang yang saya nilai, bagaimana cara dia menilai saya. Saya juga memposisikan diri jadi orang lainnya, mencoba mengerti apa kepentingan dan maksud dari perkataan serta perlakuannya. Memang nggak gampang sih.

Sehari Bersama TPC

Sebuah relaksasi sebelum garis mati

Seluruh rombongan

Akhirnya sempet juga nulis post ini. Tanggal 10-12 Desember 2010, TuguPahlawan.com menggelar perayaan ulang tahunnya. Komunitas-komunitas tetangga diundang buat ngerayain bersama, termasuk komunitas tempat saya bernaung, BloggerNgalam.com. Undangan sudah datang sekitar 2 minggu sebelum hari H. Eh tapi eh tapi, ternyata ada resepsi nikahan sepupu tanggal 12-nya. Gak mungkin donk gak datang resepsi sepupu sendiri, dan pastinya harus bantu-bantu juga. Mikir-mikir, awalnya sih rencana skip, padahal pingin banget ikut. Tapi setelah saya kontak ke CP-nya, ternyata bisa gak full kok ikutan acaranya. Jadi saya fix ikutan dari Jumat malem-nya sampai sabtu malem.

Okeh, diputuskan yang berangkat ada 7 orang dari BloggerNgalam. Saya, Sandynata, Fajar Embun, BotKawos, Kyai Slamet, FajarMcXoem, dan Nana. 5 orang berangkat duluan jumat malam, sementara FajarMcXoem sama Kyai Slamet nyusul sabtu pagi. Tapi ada beberapa dilema.

Angin

Apakah kau marah malam ini?
Apakah kau murka pada kami?
Yang merusak bumi tempatmu..
Yang mengotori langit dengan asap..

Hentakanmu mengayunkan pohon-pohon besar..
Terpaanmu menggugurkan daun-daunnya..
Dengan suara menakutkan..
Dengan suara kemarahan..

Aku terdiam berlindung..
Aku bertanya dalam hati..
Apakah aku juga bersalah padamu?
Maafkan aku..


HQ-20101214
Mendengarkan hembusan angin malam ini