Fashion-less

Punya kemeja cuma beberapa helai. Kalau foto acara resmi, pasti kesannya bajunya “itu-itu aja”.

Punya batik cuma beberapa helai. Sama. Kalau foto acara resmi, pasti kesannya cuma punya batik “itu-itu aja”.

Punya kaos unik / kualitas distro cuma beberapa helai. Sama juga. Kalau ada acara have fun yang perlu tampil sedikit keren, kaosnya pasti “itu-itu aja”.

Punya jaket favorit cuma 1 atau 2 dalam suatu periode waktu. Ini apalagi. Kalau foto waktu jaketan, kesannya cuma punya jaket “itu-itu aja”.

Punya sepatu / sandal, cuma 1 dalam satu waktu. Pilih yang praktis, bisa (dianggap) jadi sepatu tapi gak ribet pakainya. Ya, kalau foto full body pasti kesannya sepatu “itu-itu aja”.

Ya, beginilah saya. Bukan pemerhati fashion, termasuk fashion diri sendiri. Apalagi pekerjaan tidak menuntut untuk ketemu orang luar setiap hari. Di kantor cuma pakai kaos biasa, gak perlu dandan, dan gak pakai sepatu.

Sharing Tentang Online Journalism Bersama @AkberMLG

Anak socmed mana sih yang gak tau Akademi Berbagi? Sebenarnya ini cerita lama sih, tapi layak untuk ditulis sebagai kenangan di blog sederhana saya ini.

Ceritanya, saya dihubungi oleh relawan @AkberMLG beberapa minggu sebelum hari H, menanyakan apakah saya bersedia mengisi kelas, dan kira-kira akan mengisi tentang apa. Setelah berdiskusi dengan Diestra, salah satu relawan AkberMLG yang bersedia mampir ke kantor, diputuskanlah materinya tentang Online Journalism.

Agak susah nyari tanggalnya emang, pas lagi sering-seringnya PP Malang-Jakarta ngurusin kerjaan kantor. Akhirnya, saya aturlah tanggalnya jadi 8 Desember 2013, setelah mundur sekitar 2 minggu dari rencana awal.

Cetak Foto Instagram dengan Mudah di Pictalogi.com

Apakah Anda pengguna Instagram? Pingin cetak foto-foto Instagram Anda? Ada beberapa caranya.

Yang paling hemat, buka halaman Instagram Anda, terus klik kanan fotonya, Save As di komputer Anda satu-persatu. Setelah itu, copy ke flashdisk, lalu bawa ke percetakan foto di tempat terdekat Anda. Berapa biaya yang Anda keluarkan? Biaya cetak foto dan transportasi ke percetakannya, serta nunggu cetakan selesai atau kembali saat pengambilan hasil cetakan.

Bagaimana dengan effort-nya? Mau cetak 32 foto harus klik kanan satu-persatu, itu melelahkan. Hasil cetaknya pun, paling bagus ya di kertas foto 3R atau 4R. Mau dibikin album, harus repot-repot main Photoshop untuk efisiensi kertas cetak, setelah itu jilid manual.

Lama? Repot? Melelahkan? YA.

Nah, itu tadi cara paling hemat. Bagaimana dengan cara paling mudah?

Dia Enak Duduk-Duduk, Sementara Saya yang Kerja Keras

Apakah Anda adalah seorang karyawan, yang pernah berpikir demikian ke pimpinan / owner perusahaan tempat Anda bekerja? Apakah Anda sedemikian merasa bisa mengalahkan owner Anda tersebut hingga Anda sangat terobsesi mengincar posisi yang sama atau lebih dari dia?

Setidaknya, ada 2 kemungkinan kondisi yang terjadi:

  1. Owner perusahaan Anda memang “cuma” duduk-duduk dan asal perintah.
  2. Anda tidak tahu bahwa di belakang, owner perusahaan Anda bekerja jauh lebih keras dari Anda (bahkan sudah sejak jauh sebelum Anda bergabung di perusahaan tersebut).

Saya gak tertarik untuk membicarakan kemungkinan yang pertama. Toh saya gak ada cita-cita jadi seperti yang pertama. Saya justru ingin memberikan pengertian kepada siapapun yang berpikir seperti judul post ini, namun sebenarnya Anda sedang ada pada kemungkinan kondisi yang kedua.

Tulisan ini bukan ditulis untuk bermaksud menyombongkan diri, namun hanya mencoba memberikan sudut pandang lain terhadap trend entrepreneurship berdasarkan sedikit pengalaman saya berwirausaha.

#PiknikUltah Blogger Ngalam 6th Anniversary!

Selesai sudah gelaran pagi ini, sebuah acara dadakan usulan dari Sandy sang pendiri Blogger Ngalam untuk mengadakan syukuran kecil-kecilan di hari ulang tahun komunitas Blogger Ngalam yang ke-6. Sebenarnya karena rencana piknik Pasukan UNO tanggal 25 pagi kemarin batal, akhirnya tercetus ide ini H-3 menjelang acara ultah. Sengaja gak pingin bikin event yang besar-besaran, kita cuma pingin syukuran sambil mengakrabkan teman-teman yang masih sering kumpul.

Kamu Itu Cuma Karyawan

“Kamu itu cuma karyawan!”, teriak salah seorang penumpang yang duduk di kursi paling depan. Ceritanya saya lagi di pesawat Citilink perjalanan pulang dari tugas kerja di Jakarta (sekitar sebulan lalu). Bapak-bapak yang berdandan layaknya orang berwibawa itu marah karena pramugari citilink meminta si bapak untuk memasukkan tasnya ke dalam bagasi, alih-alih di taruh di bawah kursi. Memang tasnya cukup besar sih, tapi si bapak beralasan bahwa bagasi kabinnya penuh (bagasi kabin di 4 baris bagian depan memang tidak bisa dipakai).