• Home
  • /
  • Tag Archives:  Friend

Ketika Semua Berjalan Bersamaan

Hampir ngerasa nggak punya waktu luang..

Dulu, setidaknya waktu SMP dan SMA (yang saya ingat), keseharian saya setelah pulang sekolah atau waktu liburan, selalu diisi dengan main-main dan hiburan untuk diri sendiri. Mulai dari balapan ke Game Center langganan biar dapat komputer, nongkrong lama-lama di perpus langganan sambil nunggu buku inceran dikembalikan, seharian namatin game di rumah dan gak belajar. Kebanyakan semua isinya kesenangan untuk diri sendiri.

Sejak masuk kampus saya di Universitas Ma Chung, saya niat untuk berubah dan aktif di berbagai organisasi. Diawali dengan jadi anggota BEMU yang ternyata cukup menyita waktu luang namun penuh pengalaman, hingga saat ini terlibat di berbagai organisasi baik intra maupun ekstra kampus. Otomatis, waktu saya juga harus saya bagi untuk organisasi yang saya ikuti.

Berkomunikasi yang Baik dan Menyenangkan Itu Susah

Sebuah pelajaran lagi hari ini..

Saya ini tipe kepribadian INTJ, yang saya tahu berdasarkan tes yang saya ambil sekitar 2 tahun yang lalu. Yang pasti, kemampuan interpersonal saya itu paling rendah sesuai tes kepribadian tersebut. Saya akui, memang kemampuan saya kurang dalam hal komunikasi.

Bukan karena saya ini diciptakan sebagai tipe pemikir, bukan karena saya terlahir dengan kemampuan kuat di logika, bukan juga karena takdir, tetapi mungkin karena belum terlatih saja. Sebab, sejak dulu saya lebih suka sendiri dan kurang suka berada di keramaian. Keseharian saya pun lebih banyak saya gunakan untuk berinteraksi dengan berbagai barang digital, yang menyebabkan saya jadi cukup geek juga.

Jejak Online Sang Sahabat

Saya tahu, suatu saat akan menghilang juga..

Baru baca milis BloggerNgalam, langsung saya cek benar apa nggak berita tentang tutupnya Friendster tanggal 31 Mei 2011 ini. Setelah membaca beberapa sumber, saya masih nggak tahu benar tidaknya berita tersebut. Yang pasti, sepertinya seluruh foto, komen, group, dan berbagai fitur Friendster akan dihapus untuk perombakan besar-besaran.

Saya pribadi sih, nggak masalah dengan penghapusan itu. Toh sekarang sudah jarang sekali, atau bahkan nggak pernah, buka akun Friendster itu lagi. Tapi tiba-tiba saya teringat dengan seorang sahabat lama yang nggak sempat menikmati era Facebook.

Pengalaman Seleksi PPAN 2011

Sebuah post yang panjang, sengaja saya jadikan satu biar enak dibaca. Enak apa muneg ya?

Disclaimer: Nama yang disebut di post ini hanyalah fiksi semata. Kesamaan nama dan sifat serta apa yang terjadi di post ini tidak ada hubungannya dengan kejadian nyata.

Baru menginjak lab pribadi sambil ngantuk-ngantuk, langsung nulis ini deh biar gak lupa. Semoga ini bisa jadi lembaran kenangan dan refleksi bagi saya dan siapapun di masa datang.

Sekitar 1 bulan yang lalu, saya nemu info menarik di website Kemenpora. Isinya tentang dibukanya pendaftaran program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2011. Tapi gak bisa mendaftar secara langsung, melainkan dari tiap propinsi. Oh, otomatis ada seleksi yang diadakan di propinsi. Dan dari kabar-kabar yang saya dengar sih, ini diutamakan yang bisa seni dan budaya lokal daerahnya. Langsung saya mikir ulang deh.

Sekitar 2 minggu yang lalu, saya dapat info di Facebook maupun di email kampus. Isinya tentang dibukanya pendaftaran calon peserta seleksi PPAN 2011 yang diadakan oleh PCMI Jawa Timur. PCMI sendiri adalah organisasi yang berisi seluruh alumni PPAN tahun sebelumnya. Saya mikir lagi, saya kan nggak bisa budaya. Di bidang seni, saya cuma main gitar dan nyanyi. Itu pun di band aliran Jepang yang alirannya sendiri bukan aliran band terkenal Jepang.

Mangkang Camp – Day 7, 8, 9, 10

Other story about my first work camp

Tuesday, 22nd February, the seventh day in Mangkang. We woke up very early, because we had to go to Kudus City, where the Djarum company is. We were picked by 2 cars from the company. It takes about 2-3 hours from our camp to Djarum Company. We were greeted by the Manager of Public Relational department and 2 Beswan student. Because it was already time to lunch, the Manager treated us to eat soto kudus, one of the delicious dish in Kudus. The difference is soto kudus use buffalo’s meat, not cow’s. It was because of Sunan Kudus really respect about local people who were Hindu.

After that, we went to IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), where the waste from factory would be processed. Then, we went to PPT (Pusat Pembibitan Tanaman), where they are seeding tree or vegetables. We went back to IPAL to meet Beswan with the local children too. Beswan are the students who received scholarship from Djarum company. They are obligated to teach the local children in IPAL. There, I thought I met my soul mate, but because we really had a short time, I could not managed to acquaint with her. But it’s okay, because I still try to reach her with someone’s help. Hehe..

Mangkang Camp – Day 4, 5, 6

Actually, I don’t really remember what I did..

Yeah, it’s been so long since my Mangkang Work Camp. But because I have promised that I would write all my activities (as long as I remember) in this blog, I will do it. Fortunately I wrote my Facebook status during the camp, so I can read it again and then write it in this post.

The fourth day, it was Saturday. In the morning, we visited another school near the camp site, MI Al-Hidayah. MI stands for Madrasah Ibtidaiyah, one kind of Islamic school in elementary grade. Three class grouped in one, so crowded when we were teaching. But my friends said that I could manage the situation. Yeah, actually it was really fun. We taught garbage collection education, separating organic and inorganic garbage.

23456