Instalasi LibreOffice di Ubuntu 10.04

Satu lagi perangkat lunak Free dan Opened Source Code

Ada yang masih belum tahu kalau Sun Microsystem diakuisisi oleh Oracle? Kebangeten deuch (alay dikit). Hehe… Entah gimana ceritanya, yang saya tahu komunitas open source yang ngerjain OpenOffice terpecah dan membuat program lain sendiri, namanya LibreOffice. Ya karena basisnya OpenOffice, jadi mirip-mirip lah. Kelebihannya, dia nggak cuma bisa buka file docx, tapi juga nyimpen. Selain itu, pastinya multi-platform donk. Ada Solaris, Jendela, Linux, dengan versi-versinya.

Seperti yang saya bilang, LibreOffice ini ada di bawah DocumentFoundation. Sebuah organisasi pondasi dokumen (nguarang). Ada 2 website, saya jadi bingung. Yang http://libreoffice.org sama http://www.documentfoundation.org/download/. Entahlah mana yang bener, tapi saya lebih prefer lihat desinnya document foundation. Hehe.
Continue reading

Tweak dengan Ubuntu Tweak

Kalau di Jendela ada TuneUp Utilities, di Penguin juga ada kok

Pakai Linux emang gak ada matinya, banyak software gratisan yang secara fungsionalitas sudah cukup mendukung working environment. Setting tampilan dan sistem secara global juga harus diatur sedemikian rupa, biar nggak bikin pingin banting laptop. Salah satu cara paling gampang ya pakai software tweaker yang sudah ada.

Dengan Ubuntu Tweak, banyak setting yang bisa dilakukan secara GUI, dan lumayan terintegrasi jadi satu. Efeknya, gak perlu buka-buka banyak jendela setting ataupun sampai buka Terminal. Jeleknya, ya jadi manja. Hehe.
Continue reading

Auto-Mount NTFS di Ubuntu

Salah satu tool tambahan untuk yang pakai dual booting

Kalau pakai dual booting, tentunya data paling banyak disimpan di Jendela. Soalnya Jendela dan Penguin sama-sama bisa baca NTFS (file system untuk partisi Windows), tapi Jendela gak bisa baca semua format ext (file system untuk partisi Linux). Karena kebutuhan shared data yang biasanya muncul waktu startup linux, otomatis drive NTFS perlu auto-mount. Maksudnya, kan kalau biasanya, drive NTFS diklik dulu baru bisa kebaca sebagai mounted device. Nah, ini dari awal booting harus sudah mounted biar gak ngerusak program-proram yang diperlukan.

Ada tool bernama “NTFS Configuration Tool”, yang bisa bikin setting untuk itu. Otomatis harus download dulu lah. Mikir-mikir juga ya pakai linux kalau fakirbenwit. Hehe.
Continue reading

Share Data Antara XAMPP Ubuntu dengan Windows

Salah satu masalah penting programmer

Jadi programmer itu merepotkan, memang. Jaman sekarang, yang namanya bisa multi-platform itu sesuatu yang hampir wajib. Nggak akan bisa hidup kalo makanan sehari-hari cuma Jendela aja, kecuali kalo emang mau kerja yang berurusan penuh sama produk dari pembuatnya itu. Tapi kalo secara umum, tetep aja harus bisa makai berbagai OS. Saya baru belajar linux, dan pingin beralih ke linux. Pilihan saya jatuh ke Ubuntu, karena selain memang banyak yang pakai, katanya sih juga gampang penggunaannya.

Tujuan utama saya pakai Ubuntu itu salah satunya untuk coding. Karena saya pakainya bahasa open source seperti Java dan PHP, jadinya pasti banyak tool untuk programming di OS Linux. Yang saya bahas di sini adalah masalah coding web, yaitu pake PHP. Untuk coding PHP, baik di Windows atau di Ubuntu, tool yang saya butuhkan adalah XAMPP (bundle PHP dan MySQL) serta NetBeans IDE saja. Untuk browser dan sebagainya, jelas butuh juga lah.
Continue reading

Memindahkan Data Htdocs dan MySQL pada XAMPP Windows

Sekedar trik yang sebenarnya bisa dipelajari sendiri

XAMPP adalah salah satu tool atau software yang sangat membantu sekali saat ingin membuat website secara lokal. Dalam XAMPP, sudah terdapat PHP Server, MySQL Server, beserta tool lainnya seperti PhpMyAdmin dan FileZilla. Ditambah lagi, XAMPP dapat didownload dan digunakan secara gratis. XAMPP untuk Windows secara default akan terinstall di folder C:\xampp. Yup, itu adalah drive C yang sangat krusial. Sebenarnya Anda bisa saja menginstallnya di drive lain. Tapi saya, kalau memang program ya saya install di C.

Masalah muncul pada saat saya install ulang. Waktu itu saya mau jual laptop, otomatis seluruh file dalam harddisk mau saya pindah dulu. Drive D, E, F, dan G sudah selesai saya backup. Nah, saya lupa kalau seluruh file web yang saya develop juga ada di folder instalasi xampp. Karena sudah terbiasa nggak naruh data apapun di C, ya nggak terasa. Akibatnya, saya kehilangan seluruh data web saya dan baru ingat waktu mau install XAMPP di laptop yang baru. Oh tidak.
Continue reading

Install XAMPP for Linux di Ubuntu 10.04

Karena localhost adalah server paling cepat sedunia

Sebagai developer web, saya pasti butuh server lokal untuk development. Salah satu server yang dibutuhkan untuk PHP develpment adalah Apache, beserta pasangannya, MySQL. Nah, untuk memudahkan saya lebih suka pakai bundling langsung XAMPP for Linux, atau dulu biasa disebut LAMPP. Yang sering saya lupa adalah cara instalasinya, jadinya saya tulis di sini biar kalau lupa cukup kunjungi blog sendiri. Hehe.

Berikut cara instalasi yang saya lakukan sesuai petunjuk di website resminya.
Continue reading

Reopen Tab pada Gedit di Linux

Sedikit share lagi

Kalau di Jendela, saya suka pakai Notepad++ buat editing dokumen text biasa. Salah satu keunggulannya yang saya suka adalah Npp menyimpan tab-tab yang saya buka sebelum menutup program, sehingga ketika saya buka kembali, otomatis file-file yang masih terbuka di tab tersebut akan langsung terbuka. Nah, kalau di Linux kan enak pakai Gedit, selain enak dilihat, juga sederhana.

Tapi di Gedit default-nya akan menutup file di tab yang terbuka ketika menutup program. Alhasil, waktu buka Gedit lagi, jadi harus nyari file lagi. Buat saya, itu merepotkan. Apalagi waktu harus membuka banyak file sekaligus yang sedang aktif saya edit-edit. Googling dikit, ternyata ada plugin untuk membuat tab file lama otomatis terbuka kembali.

Beberapa fitur yang tersedia dalam plugin ini:

  • Remembers and reopens the documents
  • Remembers an active tab
  • Asks for saving the tabs (configurable)
  • Multilanguage support

Continue reading

Install JDK Bin pada Ubuntu 10.04

Karena sering lupa, jadi sekedar pengingat saja

Karena kebutuhan, saya install dual boot lagi pakai Ubuntu 10.04, Lucid Lynx. Kenapa gak langsung 10.10? Nah itu dia, padahal sudah download versi CD maupun DVD-nya, tapi entah kenapa di laptop saya (ASUS F83SE), gak mau booting. Bahkan waktu saya coba via USB pun tetep gak mau boot. Cuma layar hitam dengan garis putih kelap-kelip di pojok kanan atas.

Saya perlu Ubuntu ini buat development environment saya sebagai programmer yang mau belajar Ruby on Rails. Salah satu tools yang saya butuhkan adalah NetBeans. NetBeans butuh JRE untuk jalan, sekalian saya juga butuh JDK buat kalau-kalau ada perlu bikin program Java. Jadi, mau nggak mau saya harus install JDK.
Continue reading