Warna Hidup

Seperti air, semua mengalir..
Bagai hembus angin, memberi sejuknya..
Merdunya nyanyian jangkrik, damaikan hati..
Tarian bintang-bintang, bagaikan mimpi..

Perlahan, semua mengisi hatiku..
Seketika, menenangkan dengan damai..
Petikan gitarku menambah cerianya hari..
Yang berangsur memberi pagi..

Suaraku, tak sebagus penyanyi profesional..
Tapi laguku, mampu meluapkan perasaanku..
Tanganku, tak semahir seniman ulung..
Tapi lukisanku, mampu wujudkan mimpiku..

Satu demi satu kujalani..
Dengan senyum, tawa, sedih, juga tangis..
Itulah warna hidupku..
Yang kini tak lagi hanya hitam dan putih..


HQ-20101201
Hidup, yang tak lagi semembosankan dulu

Persimpangan

Hentakan kaki semakin pelan..
Perlahan-lahan mulai terasa lemas..
Ketika kurasakan ada titik cahaya..
Seketika itu pula awan menutupnya..

Sungguh dilema..
Haruskah aku tetap di sini?
Ataukah lebih baik ke tempat yang lain?
Hanya Tuhan yang tahu jawabannya..

Sudah tidak bisa berbalik lagi..
Persimpangan ini, harus segera aku lalui..
Aku harap di sana ada cahaya yang lebih terang..
Di sana, di jalan yang aku pilih..


HQ-20101201
Ketika tersandung untuk kesekian kalinya..

Program 5 Tahun Pensiun

Sebuah rencana jangka menengah yang semoga lancar

Kata pensiun saat ini masih dianggap memiliki konotasi yang kurang baik. Biasanya pensiun dihubungkan dengan hari tua, umur kepala 5 ke atas, produktifitas menurun, dan tinggal berharap pada tunjangan hari tua yang jumlahnya nggak seberapa. Ya kan? Memang itu sudah jadi mindset kebanyakan orang. Tapi bagi saya beda.

Saya punya program, yang memang sih belum detail, tapi judulnya adalah “Program 5 Tahun Pensiun”. What? 5 tahun lagi pensiun? Gak salah? Umur masih kepala 2 gitu.

123