Seperti air, semua mengalir..
Bagai hembus angin, memberi sejuknya..
Merdunya nyanyian jangkrik, damaikan hati..
Tarian bintang-bintang, bagaikan mimpi..
Perlahan, semua mengisi hatiku..
Seketika, menenangkan dengan damai..
Petikan gitarku menambah cerianya hari..
Yang berangsur memberi pagi..
Suaraku, tak sebagus penyanyi profesional..
Tapi laguku, mampu meluapkan perasaanku..
Tanganku, tak semahir seniman ulung..
Tapi lukisanku, mampu wujudkan mimpiku..
Satu demi satu kujalani..
Dengan senyum, tawa, sedih, juga tangis..
Itulah warna hidupku..
Yang kini tak lagi hanya hitam dan putih..
—
HQ-20101201
Hidup, yang tak lagi semembosankan dulu
Kata pensiun saat ini masih dianggap memiliki konotasi yang kurang baik. Biasanya pensiun dihubungkan dengan hari tua, umur kepala 5 ke atas, produktifitas menurun, dan tinggal berharap pada tunjangan hari tua yang jumlahnya nggak seberapa. Ya kan? Memang itu sudah jadi mindset kebanyakan orang. Tapi bagi saya beda.
Freelancer, sebenarnya juga termasuk sebagai Entrepreneur. Tapi di sini saya coba jelaskan dengan sudut pandang yang berbeda. Entrepreneur yang saya maksud di sini adalah pengusaha. Sebagai orang berbasic IT, maka di sini yang saya bahas adalah tentang Freelancer dan Entrepreneur di bidang IT. Tapi sekali lagi, tulisan di sini adalah murni dari pendapat pribadi saya, bisa salah, bisa benar. Tapi semoga bisa menjadi inspirasi dan bahan diskusi.
Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah YME karena atas segala rahmat limpahannya, akhirnya blog baru ini jadi juga. Tepat post ini saya publish, itu berarti secara resmi rumah saya sudah berpindah ke sini. Rumah saya yang beralamat di http://fauzilhaqqi.net sebelumnya tetap aktif sampai jangka waktu sewa domain habis. Rumah lama nggak akan diupdate atau diubah-ubah lagi.