Melihat ke Atas

Sekedar renungan singkat di siang bolong

Lilin pun akan menyilaukan ketika hati diselimuti kegelapan

Gengsi, sombong, congkak, berbangga diri… Apa sih salahnya dilakukan oleh seorang manusia? Kalau emang punya kemampuan dan kehebatan, ya silahkan. Tapi, apa yakin udah jadi yang paling hebat? Paling pintar? Paling kaya? Paling cerdas?

Akhir-akhir ini saya hampir terjerumus ke ruang hitam itu. Ya gak parah-parah amat sih, paling-paling cuma muncul rasa bangga diri yang sedikit berlebihan. Saya merasa sedikit sombong dengan kemampuan saya, terutama ilmu-ilmu saya. Padahal saya sudah bertekad untuk jadi sebijak mungkin. Salah satu unsur bijak kan tidak sombong. Untunglah, Alhamdulillah barusan diingatkan secara gak langsung sama Allah YME.

Gimana biar gak sombong atau berbangga terlalu lebih? Simpel, lihat aja ke atas, setinggi-tingginya. Maksudnya?

Warna Alam

Jika merah sekedar merah..
Mungkin api takkan sepanas itu..
Jika biru sekedar biru..
Mungkin air takkan sesegar itu..
Jika hijau sekedar hijau..
Mungkin dedaunan takkan sehidup itu..
Jika jingga sekedar jingga..
Mungkin senja takkan seindah itu..
Tapi bagiku, semua warna ada padamu..
Hai peri pelangi, temanilah malamku..


HQ-20110202
Sajak untuk pelangi

12