Sedikit refleksi sederhana untuk masa depan

Tabung kesenangan hari ini, untuk kesenangan yang lebih besar nanti
Pernah nggak, denger dari orang-orang di sekitar Anda, pertanyaan seperti ini:
— Buat apa sih repot-repot gitu, hidup kan masih panjang?
— Daripada di depan komputer terus, kenapa nggak habisin waktu main-main sama teman aja tuh?
— Waaah, sibuk terus ya, kapan senang-senangnya tuh?
— Semangat banget kamu, tapi emang gak ada yang lebih asyik dikerjain?
Dan masih banyak lagi kata-kata serta pertanyaan yang sejenis dengan yang ada di atas. Kalau pernah, berarti menurut saya, Anda adalah orang yang beruntung. Mengapa? Karena nasib Anda setidaknya akan lebih baik daripada yang bertanya itu. Percayalah.
Saya sendiri juga beberapa kali menerima pertanyaan seperti itu. Justru saya pribadi merasa heran, kok bisa sih mereka bertanya seperti itu? Emang mereka nggak mau masa depan yang lebih baik dari yang lain?



Akhir semester 6 menuju semester 7, seperti mahasiswa pada umumnya, ada sebuah mata kuliah wajib dengan nama PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang harus diselesaikan. Kebetulan karena salah satu teman saya sudah mendapat link masuk ke salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Semen Gresik, maka saya ikutan deh. Saya, Bayu, Donny, dan Fahmy dijadwalkan selama sebulan kerja praktek di perusahaan tersebut.