Offline Selama 2 Minggu

Saya nulis post ini sudah di dalam bus menuju Semarang. Saya akan mengikuti Indonesia International Work Camp di Pantai Mangkang. Karena saya gak bawa laptop dan kemungkinan di pedalaman gak ada sinyal, maka melalui post ini saya umumkan bahwa saya akan offline selama 2 minggu terhitung sejak post ini saya publish sampai pengumuman berikutnya.

Blog mungkin tidak saya update sementara, twitter, plurk, facebook, dan sebagainya bila memang tidak ada koneksi. Tapi semoga saja ind*sat tidak mengecewakan harapan saya.

Semoga saja apa yang akan saya lakukan ini bermanfaat baik buat saya maupun orang-orang di sekitar saya. Semoga juga bakau yang saya tanam nantinya bisa bermanfaat buat masyarakat pantai. Sekian. Terima Kasih.

TTD,
Gue.

Nikmatnya Susu

Ngga bermaksud nangkep keyword gak bener loh… Hehe…

Semua sudah tahu, kalau susu itu baik untuk kesehatan. Karena menyangkut masalah kesehatan, nggak heran kalau susu itu mahal. Dari susu bayi, sampe susu buat penderita osteophorosis, harganya selangit. Susu kotakan buat anak-anak, sampe susu untuk bikin perut kotak-kotak, juga gak bisa dibilang murah. Susu yang udah basi yang namanya berganti jadi yoghurt pun gak kalah mahal. Ckckck…

Saya suka minum susu, bukan cuma karena sehat, tapi karena emang enak. Dulu waktu SD, jajanan favorit saya waktu istirahat adalah susu KSB (Koperasi Susu Batu), yang waktu itu bisa dibilang murah (lupa harganya). Saya juga pembeli rutin susu real good waktu awal-awal keluar dulu, yang masih kemasan 200ml. Sekarang sih, dengan harga lebih mahal, kemasannya cuma 120ml. Jadi males belinya, nanggung di perut.

Ciri Orang Sukses: Bisa Meramal Masa Depan

Saya pasti jadi orang sukses…

Bola Kristal Peramal Masa Depan

Meramal masa depan? Sampai saat ini saya belum menemukan guru ramal, karena emang nggak nyari. Tapi, masa depan apa emang bisa diramal? Kalau ada yang bisa bikin ramalan yang 100% tepat, hidup gak akan seru lagi donk. Lagian, yang namanya ramalan bisa jadi sebuah paradox yang bias.

Misal, saya sudah bisa meramal, anggap saja 100% tepat. Jika ramalan saya menggambarkan 1 jam lagi: ketika saya jalan, saya kepleset kulit pisang, apa yang bisa saya lakukan? Kalau dari satu sisi, saya tahu itu akan terjadi, maka saya bakal berusaha sekuat tenaga untuk menghindarinya. Loh, kalau saya berhasil menghindari, berarti ramalan saya malah gak tepat donk? Kan tadi katanya 100% bakal jatuh kesandung batu. Itu baru kesandung batu. Kalau ramalan saya lebih buruk?

Melihat ke Atas

Sekedar renungan singkat di siang bolong

Lilin pun akan menyilaukan ketika hati diselimuti kegelapan

Gengsi, sombong, congkak, berbangga diri… Apa sih salahnya dilakukan oleh seorang manusia? Kalau emang punya kemampuan dan kehebatan, ya silahkan. Tapi, apa yakin udah jadi yang paling hebat? Paling pintar? Paling kaya? Paling cerdas?

Akhir-akhir ini saya hampir terjerumus ke ruang hitam itu. Ya gak parah-parah amat sih, paling-paling cuma muncul rasa bangga diri yang sedikit berlebihan. Saya merasa sedikit sombong dengan kemampuan saya, terutama ilmu-ilmu saya. Padahal saya sudah bertekad untuk jadi sebijak mungkin. Salah satu unsur bijak kan tidak sombong. Untunglah, Alhamdulillah barusan diingatkan secara gak langsung sama Allah YME.

Gimana biar gak sombong atau berbangga terlalu lebih? Simpel, lihat aja ke atas, setinggi-tingginya. Maksudnya?

Warna Alam

Jika merah sekedar merah..
Mungkin api takkan sepanas itu..
Jika biru sekedar biru..
Mungkin air takkan sesegar itu..
Jika hijau sekedar hijau..
Mungkin dedaunan takkan sehidup itu..
Jika jingga sekedar jingga..
Mungkin senja takkan seindah itu..
Tapi bagiku, semua warna ada padamu..
Hai peri pelangi, temanilah malamku..


HQ-20110202
Sajak untuk pelangi

Seminar AMA Malang – Ippho Santosa

Agenda malam Jumat

Skrinsut bersama temen dari Ma Chung (Ippho kedua dari kiri, sebelah saya)

Ah, ini sih bukan post tentang serem-serem gak jelas gitu. Sebagai anggota AMA Malang (website-nya udah gak pernah update), barusan saya ikutan seminar bulanan di Hotel Tugu. Kali ini pembicaranya adalah Ippho Santosa, yang disebut-sebut sebagai pakar otak kanan. Seperti biasanya, datang ke Hotel Tugu jam 6an, menikmati makan malam prasmanan sambil ngobrol-ngobrol, terus masuk ruang seminar. Yang beda dari biasanya, peserta kali ini banyak banget. Sampai-sampai ruang seminar yang biasanya pakai meja untuk setiap peserta, tadi malah cuma kursi aja, demi mencukupi jatah tempat duduk.

Ippho Santosa ini adalah pengarang salah satu buku best seller berjudul “7 Rahasia Rezeki”, yang juga jadi judul seminar malam ini. Saya belum pernah baca sih, tapi melihat dari seminarnya, sepertinya sangat menarik. Memang dalam seminar gak bisa benar-benar dipaparkan secara keseluruhan materi itu, tapi dari sedikit seminar itu aja saya bisa menangkap banyak sisi positifnya.