Jadi Pengurus AMA Indonesia Cabang Malang

Network itu memang penting

Semalam saya menghadiri salah satu acara yang mungkin jadi titik tolak saya juga untuk menjalani masa depan. Seperti yang saya tulis di halaman Tentang Saya, saya ini tergabung dalam keanggotaan AMA Indonesia cabang Malang. Sudah sejak bulan Agustus atau September lalu saya masuk dalam organisasi ini.

Ceritanya? Saya terpilih jadi satu dari sepuluh mahasiswa yang masuk program kerjasama antara AMA Indonesia cabang Malang dengan Universitas Ma Chung, kampus saya tercinta. Bukan gratis, saya tetap harus bayar sendiri. Tapi saya memanfaatkan dana awards yang saya dapat di Dies Natalis sebelumnya, karena prestasi saya. Lumayan, bisa ikut organisasi keren ini tanpa keluar uang dari kantong sendiri.

Kuliah Saya, Dulu dan Sekarang

Ya, sekarang saya sudah semester tua..

Kuliah nih

Lagi di kelas, ngelihat presentasi tugas kuis besar adek-adek angkatan, jadi ngerasa gimana gitu. Iseng-iseng saya membandingkan mereka dengan saya (yang dulu). Wah, mirip juga. Mereka sepertinya all out menghadapi tugasnya. Mereka fokus mengerjakannya, sehingga hasilnya juga patut dibanggakan.

Dulu saya juga seperti itu. Selesai kuliah, karena nggak ada hal lain yang menarik untuk dikerjakan, saya memilih untuk oprek-oprek tugas agar menjadi yang terbaik di kelas. Dengan senang hati dan fokus, saya kerjakan tugas saya. Entah itu tugas individu atau kelompok. Alhasil saya juga merasa puas dengan kerjaan saya, dan benar-benar mengerti kalau disuruh presentasi.

Pengalaman Seleksi PPAN 2011

Sebuah post yang panjang, sengaja saya jadikan satu biar enak dibaca. Enak apa muneg ya?

Disclaimer: Nama yang disebut di post ini hanyalah fiksi semata. Kesamaan nama dan sifat serta apa yang terjadi di post ini tidak ada hubungannya dengan kejadian nyata.

Baru menginjak lab pribadi sambil ngantuk-ngantuk, langsung nulis ini deh biar gak lupa. Semoga ini bisa jadi lembaran kenangan dan refleksi bagi saya dan siapapun di masa datang.

Sekitar 1 bulan yang lalu, saya nemu info menarik di website Kemenpora. Isinya tentang dibukanya pendaftaran program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) 2011. Tapi gak bisa mendaftar secara langsung, melainkan dari tiap propinsi. Oh, otomatis ada seleksi yang diadakan di propinsi. Dan dari kabar-kabar yang saya dengar sih, ini diutamakan yang bisa seni dan budaya lokal daerahnya. Langsung saya mikir ulang deh.

Sekitar 2 minggu yang lalu, saya dapat info di Facebook maupun di email kampus. Isinya tentang dibukanya pendaftaran calon peserta seleksi PPAN 2011 yang diadakan oleh PCMI Jawa Timur. PCMI sendiri adalah organisasi yang berisi seluruh alumni PPAN tahun sebelumnya. Saya mikir lagi, saya kan nggak bisa budaya. Di bidang seni, saya cuma main gitar dan nyanyi. Itu pun di band aliran Jepang yang alirannya sendiri bukan aliran band terkenal Jepang.

Hidup Harus Bermakna

Tulisan tengah malam yang baru keposting pagi gara-gara ketiduran..

Hidup harus bermakna..
Tanpa makna akan terasa hampa..
Hampa hanya menyiksa..
Siksa yang penuh lara..

Teman, pernahkah menjalani hidup datar begitu saja? Merasa nyaman? Atau hambar?

Nggak semua orang bisa dengan mudah menemukan makna hidupnya. Begitu juga dengan saya. Perlu waktu sekian tahun untuk jatuh sebelum bangkit kembali. Dari hidup tanpa makna, yang terasa hampa, begitu menyiksa, menjadi hidup yang penuh impian, harapan, tujuan, makna, dan senyuman.

Mangkang Camp – Day 7, 8, 9, 10

Other story about my first work camp

Tuesday, 22nd February, the seventh day in Mangkang. We woke up very early, because we had to go to Kudus City, where the Djarum company is. We were picked by 2 cars from the company. It takes about 2-3 hours from our camp to Djarum Company. We were greeted by the Manager of Public Relational department and 2 Beswan student. Because it was already time to lunch, the Manager treated us to eat soto kudus, one of the delicious dish in Kudus. The difference is soto kudus use buffalo’s meat, not cow’s. It was because of Sunan Kudus really respect about local people who were Hindu.

After that, we went to IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), where the waste from factory would be processed. Then, we went to PPT (Pusat Pembibitan Tanaman), where they are seeding tree or vegetables. We went back to IPAL to meet Beswan with the local children too. Beswan are the students who received scholarship from Djarum company. They are obligated to teach the local children in IPAL. There, I thought I met my soul mate, but because we really had a short time, I could not managed to acquaint with her. But it’s okay, because I still try to reach her with someone’s help. Hehe..

Mangkang Camp – Day 4, 5, 6

Actually, I don’t really remember what I did..

Yeah, it’s been so long since my Mangkang Work Camp. But because I have promised that I would write all my activities (as long as I remember) in this blog, I will do it. Fortunately I wrote my Facebook status during the camp, so I can read it again and then write it in this post.

The fourth day, it was Saturday. In the morning, we visited another school near the camp site, MI Al-Hidayah. MI stands for Madrasah Ibtidaiyah, one kind of Islamic school in elementary grade. Three class grouped in one, so crowded when we were teaching. But my friends said that I could manage the situation. Yeah, actually it was really fun. We taught garbage collection education, separating organic and inorganic garbage.