Ini adalah repost dari status Facebook saya, di tanggal 10 Oktober 2020 lalu. Setidaknya agar tersimpan di blog sendiri dan bisa dicari di Google. Beberapa kata ganti dan mention nama saya permudah, agar lebih nyambung dibaca di sini.
“Kalau saja bukan meninggal karena covid dan bukan di masa covid, pasti rumahmu sudah ruame ini, qi.” kata mas Didit (kakak sepupu) di rumah Sengkaling, pagi di hari meninggalnya Walid.
Walid? Iya, panggilan anak-anaknya untuk almarhum Romdlon Muchammad. Sebuah panggilan yang tidak umum di masa orde baru untuk seorang ayah/bapak. Bahkan akhirnya digunakan oleh saudara sepupu Bani Sun’an semuanya untuk memanggil beliau.





