Sedikit empati untuk hewan-hewan yang terkurung
Di Hari Ibu ini, justru bukan post tentang Ibu yang saya publish. Post ini, sebenarnya juga bukan dipublish karena Hari Ibu itu sendiri. Post ini, hanya sekedar uneg-uneg saya terkait saudara kita yang bernama binatang. Ide post ini, terlintas saat melihat sebuah burung yang ada dalam sebuah sangkar kecil, yang di jual di pinggir jalan.

Mereka harusnya bisa terbang tinggi ke angkasa
Sejujurnya, saya ingin sekali memelihara seekor binatang. Kelinci, kucing, hamster, atau yang lainnya. Pernah dulu pelihara seekor kura-kura kecil, nggak beberapa hari lamanya sudah mati. Sempat dibuatkan kandang kelinci berisi beberapa ekor, mati karena kehujanan. Sepertinya saya tidak jodoh untuk memelihara binatang. Hehe…

Akhir semester 6 menuju semester 7, seperti mahasiswa pada umumnya, ada sebuah mata kuliah wajib dengan nama PKL (Praktek Kerja Lapangan) yang harus diselesaikan. Kebetulan karena salah satu teman saya sudah mendapat link masuk ke salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, Semen Gresik, maka saya ikutan deh. Saya, Bayu, Donny, dan Fahmy dijadwalkan selama sebulan kerja praktek di perusahaan tersebut.
Hidup ini bisa dibilang cukup panjang, bisa dibilang sangat singkat. Yang pasti, hidup ini hanya sekali. Dan setiap kehidupan, terbagi menjadi masa-masa tertentu. Setiap masa hidup itu, kita sebagai manusia memiliki responsibility (tanggung jawab) yang berbeda-beda. Bisa jadi, semakin tua maka semakin berat pula responsibility yang kita miliki.
