Reportase Oblong Merah Muda – Part 2

Acara puncaknya, seminar dan jelajah kota Blogger Ngalam.

Buat yang belum baca post sebelumnya, bisa diubek-ubek di sini: Part 1

Setelah persiapan yang entah matang atau setengah matang, mau gak mau acara harus tetap jalan. Setengah deg-degan takut kekurangan orang dan munculnya berbagai masalah lainnya. Tapi ini adalah sebuah pilot project kita, yang tentu akan penuh perjuangan. Yang pasti bisa diprediksi adalah, kita pasti bakal capek semua.

Hari Pertama, Seminar Oblong Merah Muda

Setelah perbincangan panjang di milis tentang persiapan acara, diputuskanlah acara seminar terbagi menjadi 3 topik utama. Topik pertama adalah tentang sejarah dan budaya kota Malang. Topik kedua, sudah masuk ke arah blog, yaitu budayawan yang juga ngeblog. Topik ketiga, sedikit meleset memang, namun tetap masuk dengan perbincangan tentang konten lokal Malang.

Reportase Oblong Merah Muda – Part 1

Sebuah gelaran besar Blogger Ngalam untuk Indonesia.

Sudah sejak beberapa bulan yang lalu, #wacana ini dibahas dalam milis, kopdar, dan rapat serius Blogger Ngalam, sebuah komunitas Blogger di kota saya. Sebuah rencana gelaran acara terbesar komunitas ini, sejak berdiri tanggal 29 Desember 2007. Sebagai ketua teraklamasi yang masih anak bawang, ini merupakan suatu tanggung jawab yang agak merepotkan, mengingat selama ini komunitas Blogger Ngalam dikenal sebagai komunitas serba #wacana.

Karena kebersamaan itu indah

Akhirnya saya minta tolong ke McXoem untuk jadi ketua pelaksananya. Dengan sedikit bargaining, dan juga tantangan yang ada dari komunitas lain, McXoem setuju. Jadilah, waktunya untuk mewujudkan #wacana jadi realita. Rapat demi rapat, baik yang fokus maupun penuh OOT, kita jalani. Waktu itu, Blogger Ngalam belum punya basecamp, which is akhirnya lebih sering rapat di cafe atau tempat umum lainnya.

Butuh Dukungan untuk Jadi Inovator atau Penemu?

Dukungan bagi peneliti dan calon penemu itu penting

Bisa bayangkan ngga, kalau sekarang ini gak ada listrik, gak ada lampu, gak ada laptop, dan gak ada Internet? Saya yang harusnya kerjaan sehari-hari ada di depan laptop, mungkin bisa jadi ganti halauan ternak sapi atau malah kelinci. Bayangkan kalau gak ada kendaraan seperti sepeda pancal, sepeda motor, mobil, atau pesawat. Kemana-mana bakal jadi perjalanan panjang.

Ini juga salah satu bentuk inovasi

Ya, tanpa inovasi yang telah diciptakan oleh berbagai penemu dunia, mungkin hidup ini akan tetap membosankan. Kapan bisa nonton TV? Kapan bisa sms-an? Kapan bisa mention-mentionan dan kode-kodean di timeline Twitter? Kapan bisa datang undangan komunitas lain dengan transportasi cepat? Kapan bisa baca blog saya ini? :p

Menunda Kesenangan, Untuk Kesenangan yang Jauh Lebih Besar

Sedikit refleksi sederhana untuk masa depan

Tabung kesenangan hari ini, untuk kesenangan yang lebih besar nanti

Pernah nggak, denger dari orang-orang di sekitar Anda, pertanyaan seperti ini:

— Buat apa sih repot-repot gitu, hidup kan masih panjang?
— Daripada di depan komputer terus, kenapa nggak habisin waktu main-main sama teman aja tuh?
— Waaah, sibuk terus ya, kapan senang-senangnya tuh?
— Semangat banget kamu, tapi emang gak ada yang lebih asyik dikerjain?

Dan masih banyak lagi kata-kata serta pertanyaan yang sejenis dengan yang ada di atas. Kalau pernah, berarti menurut saya, Anda adalah orang yang beruntung. Mengapa? Karena nasib Anda setidaknya akan lebih baik daripada yang bertanya itu. Percayalah.

Saya sendiri juga beberapa kali menerima pertanyaan seperti itu. Justru saya pribadi merasa heran, kok bisa sih mereka bertanya seperti itu? Emang mereka nggak mau masa depan yang lebih baik dari yang lain?

Karena Komunitas Blogger Ngalam Juga, Saya Bisa Seperti Ini

Sebuah refleksi selamat ulang tahun yang keempat

Lomba Blog Wisata Sejarah  - 4th Bloggerngalam Blogger Ngalam, sebuah komunitas blogger di kota tempat tinggal saya. Komunitas yang tidak hanya berisi sekumpulan mahasiswa saja, ataupun pekerja kantoran saja, namun sangat beragam. Dari dosen, mahasiswa, penulis, programmer, editor, kepala jurusan, siswa SMA, penyiar radio, guru, dan sebagainya. Ya, banyak kepala dengan berbagai latar belakang.

Pertama kali saya ikutan ngumpul bersama komunitas ini adalah waktu kopdar idul fitri ke-2 (kalau tidak salah), di rumah makan kanton sebelum pindah ke oro-oro dowo. Di sana benar-benar kagok, pertama kalinya kenal dengan sesepuh-sesepuh Blogger Ngalam. Saya masih “no one” saat itu, bagaikan anaknya anak bawang. Namun dari sana juga semua cerita dimulai.

Roadshow BloggerNgalam Pertama: SMK PGRI Singosari

Bukan lagi wacana

Akhirnya, setelah terpending sekian lama karena kesibukan masing-masing anggota, terlaksana juga roadshow pertama dalam rangkaian ulang tahun Blogger Ngalam ini. Berkat guru kenalan @McXoem di SMK PGRI Singosari, jadinya bisa masuk lebih mudah. Padahal, kita sudah susah payah menyesuaikan dengan jadwal sekolah yang ternyata bentrok dengan ujian loh. Untungnya tetap bisa berjalan.

Peserta hadap belakang, karena slide di belakang

Saya dijadwalkan mengisi untuk topik perkenalan Blogger Ngalam dan juga Etika Blogging. Namun karena saya lagi banyak deadline malam itu, akhirnya gak sempat bikin slide khusus yang baru. Paginya pun, saya datang terlambat ke venue gara-gara masih ada urusan sama client. Ya mau gimana lagi.