Bumi

Biru..
Bercampur putihnya awan..
Langit yang kupandang pagi ini..
Begitu indah..

Sejuk..
Tercium wangi rumput hijau..
Taman tempatku berdiri kini..
Begitu indah..

Jernih..
Terpercik segarnya air..
Sungai kecil di depanku ini..
Begitu indah..

Jangan kau sakiti mereka..
Jangan kau rusak mereka..
Megahnya alam ini..
Begitu indah..


HQ-20101114
Ketika menikmati indahnya alam

Tak Bisa Berbalik

Gelap..
Terasa gelap..
Langit yg kulihat malam ini..
Satu-persatu bintang meredup..

Kucoba menatap punggung tanganku..
Smakin tak terlihat..
Menghilang..
Bersama dgn harapanku..

Kuputuskan tuk berbalik..
Mencari jejak langkahku..
Tapi tampak begitu bias..
Tersapu angin yg tak bersahabat..


HQ-20101113
Ketika malam semakin terasa sepi

Change

Karena setiap manusia bisa berubah

Yang namanya perubahan, harus terjadi. Kalau nggak gitu, kita hanya akan stuck di satu tempat saja, nggak ada perkembangan. Perkembangan? Ya, sebaiknya perubahan itu menuju arah perkembangan. Seperti perkembangan software, dari versi 0.1, alpha, beta, RC, sampai final version.

Kalau di analogikan, manusia sepertinya juga akan sama. Seperti yang dibilang Budi Rahardjo waktu seminar di Semen Gresik, beliau saat ini sudah sampai Budi Rahardjo versi 3.0. Wah, 3.0 itu bukan suatu perkembangan yang mudah menurut saya. Kenapa?

Saya sendiri, saat ini merasa belum benar-benar menjadi versi 1.0. Sebab dipikir-pikir dari sisi kepribadian, saya masih belum stabil. Artinya, masih sering berubah dari satu kepribadian ke kepribadian lain. Atau mungkin, masih mencari jati diri. Kadang jadi pendiam, kadang rame banget. Kadang senang keramaian, kadang menikmati kesendirian.

Sekedar jadi buku harian saja, di post ini saya coba mereka ulang peristiwa-peristiwa yang cukup mempengaruhi saya untuk merubah kepribadian saya.

Mbolang – Backpacker

Sebuah mimpi untuk kenyataan masa depan

Menikmati alam, menjadi sebuah hal yang cukup menenangkan hati saya. Saya sering melakukan itu sendiri saja. Memandang langit malam penuh bintang pun, sudah memberikan rasa ketenangan tersendiri. Melihat hijaunya sawah di pedesaan pegunungan, memberikan kesejukan buat hati saya. Ya, itu semua ciptaan Allah Yang Maha Esa, yang harus kita syukuri dan nikmati.

Beberapa waktu yang lalu, tercetus keinginan kuat untuk bertualang. Yah, niat ini nggak muncul begitu saja sih, tentunya dengan trigger-trigger tertentu. Salah satu mimpi saya memang adalah keliling dunia. Tapi itu masih lama, setidaknya dalam waktu 3-5 tahun baru bisa terwujud. Tapi hasrat untuk bertualang kan nggak harus hanya keliling dunia yang membutuhkan banyak uang. Dengan sebuah tas punggung saja, saya pikir bisa bertualang juga, setidaknya untuk keliling Indonesia.

Awalnya dulu pingin keliling Indonesia dengan hanya modal sepeda motor saja. Tapi apa daya, karena alasan keamanan dan ketersediaan sepeda motor untuk keluarga, saya harus mengurungkan niat tersebut. Alternatif lain adalah dengan murni backpacker-an dan naik angkutan umum. Wah, tapi dipikir-pikir itu bakal mengeluarkan cost yang besar nih.

Ketika Ketenangan Hati Dibutuhkan

Cara saya mencapai ketenangan hati

Fyuh, lagi rehat garap proyek web bersama tim sebentar, disempet-sempetin nulis post ah. Setidaknya ini lebih baik daripada mikir masalah yang gak kelar-kelar itu. Eh, tapi apa mending ngerjain naskah majalah aja ya? Ya sudahlah, sudah terlanjur buka notepad buat nulis post.

Hari ini ada yang bilang di twitter, kok isi tweet saya ngedumel melulu sih. Haha, maaf-maaf. Memang lagi gak enak hati nih. Dengan mepetnya deadline, gundahnya perasaan, panasnya gresik, ditambah lagi bosennya PKL, apa-apa jadi bikin emosi. Untungnya saya kalo emosi cuma di hati dan dunia maya, nggak sampe berimbas ke sekitar. Tapi jadinya emang malah kepikiran sendiri. Dari kecil saya ini emang dasarnya kalo ada pikiran, lama hilangnya. Haha.

Ngomong-ngomong tentang emosi, bisa nyambung juga ke masalah ketenangan hati. Ya, ketenangan hati. Itu yang sedang saya butuhkan sekarang. Blog ini aja artinya adalah ketenangan Haqqi (HQ’s Serenity).

Entrepreneur di Bidang Teknologi Informasi, Susah?

Salah satu mimpi saya

Sekarang jamannya berwirausaha. Dimana-mana ada seminar tentang bikin usaha sendiri. Kampus-kampus yang mengedepankan pengajaran entrepreneurship juga semakin banyak bermunculan. Yah, salah satunya memang kampus saya sih. Usaha yang mau dilakukan bisa berbagai macam. Dari makanan sampai alat berat juga bisa. Saat ini, makanan memang masih menjadi ladang wirausaha yang menjamin. Gimana gak menjamin, setiap manusia kan butuh makan. Setiap ada acara makan-makan, pasti lebih milih ke rumah makan atau manggil catering biar gak repot. Akhirnya, semakin berjayalah para entrepreneur bidang makanan. Tapi kalo nggak benar-benar punya skill masak, atau benar-benar bermodal untuk bayar tukang masak yang bagus, ya tetep aja repot.

Bidang lain yang cukup “berladang” saat ini adalah dunia Teknologi Informasi. Blogging, online shop, main-main di forum, online writer, dan sebagainya menjadi kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Buat yang mau benar-benar freelancer, bisa masuk ke getafreelancer.com. Buat yang mau jualan, juga banyak tempatnya. Yang mau produksi, bisa bikin theme atau program-program yang disebarin lewat internet. Cloud application berbasis servis juga semakin marak beredar.

Seberapa besar sih peluang sukses untuk berjuang di dunia Teknologi Informasi?

30313233